Minggu, 28 Maret 2021

Bayar Utang Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Senin-Kamis, UAS: Niatnya Qadha Saja

Bulan Ramadhan segera menjelang, namun masih banyak muslimin yang belum membayar utang puasanya di tahun lalu. Tenang, masih ada waktu untuk membayarnya, bahkan pahalanya bisa dapat dari dua puasa, puasa qadha dan puasa sunah Senin Kamis.

Niat untuk puasa Qadha dan puasa Senin Kamis pun bisa digabungkan. Hal ini disampaikan Ustaz Abdul Somad dalam siaran di video Youtube.

Ia mengatakan tidak perlu khawatir melakukan puasa Senin Kamis digabung bayar hutang Ramadhan. Bahkan berpeluang mendapat pahala dari dua ibadah tersebut.

UAS menyarankan membaca niat bayar hutang puasa Ramadhan. Selanjutnya puasa Senin Kamis dan utang puasa dilakukan sekaligus.

"Niatnya qodho saja bukan sunah, karena kalau yang dibaca niat puasa sunah maka tidak dapat pahala pelunasan utang Ramadhan," ujar UAS

UAS menjelaskan dengan aturan ini tak hanya berlaku untuk puasa Senin Kamis. Namun juga untuk puasa sunah lainnya misal puasa Syawal dan Asyura.

Niat puasa bayar hutang Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."

UAS berharap para muslim yang ingin melakukan puasa Senin Kamis dan punya hutang Ramadhan tak lagi bingung. Kedua puasa bisa dilakukan sekaligus dengan peluang mendapat pahala dobel.

Selain pahala dobel, melakukan puasa Senin Kamis dan qodho Ramadhan memungkinkan hutang segera lunas. Menurut UAS peluang ini telah dijelaskan para ulama.

Melunasi hutang puasa Ramadhan dengan puasa sunah dijelaskan Imam Abu Zakaria al-Anshari dari kalangan mazhab Syafi'i. Penjelasan ini ditulis Syaikh Athiyah Saqr dalam kitab Fatwa Al-Azhar.

Menurut UAS, melakukan puasa sunah dan bayar hutang Ramadhan adalah contoh ibadah paling efektif. Tiap muslim bisa saling mengingatkan untuk tidak ragu melunasi utang Ramadhan dan puasa sunah sekaligus, termasuk puasa Senin Kamis.

Shalat subuh

Sabtu, 27 Maret 2021

6 Golongan Orang yang Sholat Bersama Setan, Salah Satunya Tidak Khusyuk

RINGTIMES BANYUWANGI – Sholat merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim. Dalam sholat, kita dituntut sebisa mungkin untuj mendirikan dan melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan.

Dengan rasa khusyu’, maka amal ibadah kita akan senantiasa lebih mudah untuk diterima Allah SWT. Selain itu, Allah juga akan mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu, dan segala perilaku serta ucapan kita agar dapat terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Kekhusyu’an menjadi bukti dari keikhlasan seorang hamba untuk beribadah kepada Rabbnya. Karena hanya orang yang ikhlas dalam beribadah, maka Allah menjanjikan akan memberikan balasan yang baik pula baginya.

Dilansir Ringtimesbanyuwangi.com dari kanal YouTube Doa Pedia, berikut 6 golongan orang yang sholat bersama setan.

1. Orang yang Tidak Fokus Saat Sholat

Salah satu golongan orang yang melaksanakan sholat dibersamai setan adalah, orang yang tidak fokus dalam melaksanakan sholat.

Hal ini disebabkan karena adanya berbagai hal yang dapat mencuri perhatian saat menjalankan ibadah sholat.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A, ia berkata “Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat.” Dan Rasulullah SAW menjawab, “itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba.” (H.R Bukhari).

2. Orang yang Melakukan Sholat dengan Tergesa-gesa

Golongan selanjutnya adalah, orang yang melakukan sholat dengan tergesa-gesa. Rasulullah SAW melarang umatnya untuk melakukan sholat dengan tergesa-gesa, atau tidak khusyu’.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW besabda : “Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari sholatnya.” Dan kemudian para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dadi sholat?” Rasulullah kemudian menjawab, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya.” (H.R Ahmad).

3. Orang yang Merasa Ragu Batal dalam Sholatnya

Selama melaksanakan sholat, seharusnya kita terhindar dari hadas besar maupun hadas kecil. Selain itu, ketika melaksanakan sholat, kita harus tetap suci, dan terhindar dari berbagai hal yang membatalkan wudhu.

Salah satu golongan orang yang sholatnya dibersamai oleh setan adalah, orang yang senantiasa ragu selama sholatnya. Dimana ia senantiasa berfikir tentang kesucian wudhunya, dan kerap kali menyangka bahwa wudhunya telah batal padahal sebenarnya tidak.

4. Wanita yang Sholat dengan Menggunakan Parfum

Pada dasarnya, seorang wanita dilarang untuk menggunakan parfum, terlebih hingga baunya tercium oleh orang lain.

Salah satu golongan orang yang sholatnya dibersamai oleh setan adalah, wanita yang melakukan sholat berjamaah di Masjid dengan menggunakan parfum, hingga parfumnya tercium oleh jamaah lainnya.

5. Orang yang Lupa Jumlaah Rakaat Sholat

Sifat lupa memang lumrah, dan kerap kali dialami oleh berbagai orang tanpa terkecuali. Namun, ketika anda melaksanakan ibadah sholat dan lupa dengan jumlah rakaat yang sudah anda lakukan. Hal ini bisa menjadi suatu pertanda, bahwa sholat anda sedang dibersamai oleh setan.

6. Orang yang Tidak Khusyu’

Dalam melaksanakan ibadah, kita dianjurkan untuk khusyu’ agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah SWT.

Salah satu golongan orang yang melaksanakan sholat, didampingi oleh setan adalah, orang yang tidak khusyu’ dalam sholatnya. Dimana ia senantiasa memikirkan hal lain, selain Allah

Salam Magrib

Doa dzikir

 Ya...Allah . Siapa pun yg melihat postingan ini dan membagikanya.dia sudah termasuk membesarkan namamu. Berikan hidayah untuknya. Keluarkan dari semua permasalanya. Limpahkan keajaiban rezeki dari arah dan sumber yg tak di sangka2.. Aamin. 🙏




Shalat subuh

Kamis, 25 Maret 2021

Innalillahi, Muazin Tewas Dibunuh Gara-gara Suara Azannya Dianggap Mengganggu

Ilustrasi masjid. (Foto: net)

Seorang muazin Masjid Al-Rahma Kota Taiz Yaman, Mahyoub Shamsan Al-Zaghrouri (70), tewas ditikam pemuda yang diidentifikasi bernama Mohammed Al-Zaidi (35). 

Situs berita Yaman Now menyebutkan, sebelum terjadi pembunuhan, keduanya sempat terlibat perselisihan yang dipicu suara azan. Al-Zaidi merasa terganggu tidurnya pada dini hari karena mendengar suara azan sang muazin. 

Dikutip dari The New Arab, sebuah sumber mengatakan Al-Zaidi yang tinggal berdekatan dengan Masjid al-Rahma pernah beberapa kali mencoba menyerang korban. Dalam insiden terakhir, dia membawa pisau saat menghadapi muazin tua itu. 

Otoritas keamanan Yaman mengumumkan telah berhasil menangkap Al-Zaidi setelah insiden tersebut. Dalam penangkapan tersebut, Al-Zaidi sempat mencoba membela diri di rumahnya. Dia juga mencoba menyerang petugas dengan golok.

Sumber lokal mengatakan, pembunuhan seorang muazin karena melantunkan azan dengan suara keras belum pernah terjadi sebelumnya. Kemudian muncul kampanye di media sosial untuk melawannya, terutama pada dini hari.