Selasa, 20 April 2021

#PUASA 8 RAMADHAN 1442. 20 APRIL 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_03

Berikut 12 Cara Bertobat dari Dosa Zina, Tapi Ingat Jangan Diulang Lagi!

 

TIPSTREN.com – Dalam agama Islam, zina merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji karena memang dapat menimbulkan dosa yang sangat besar.

Bahkan Allah saja telah meralang umatnya mendekati apalagi melakukan perbuatannya.

Balik yang namanya manusia memang tidak ada yang sempurna. Apakah dosa zina bisa diampuni oleh Allah SWT?

Meskipun zina merupakan dosa yang amat dibenci oleh Allah sebagaimana hukum menikah dengan pasangan zina, bukan berarti para pelakunya tidak diberikan kesempatan untuk bertobat.

Islam sebagai agama yang pemaaf nyatanya bisa juga mengampuni dosa zina. Tapi ingat jangan pernah mengulanginya lagi!

1. Menyesali Atas Apa yang Telah Diperbuat

Cara menghapus dosa zina yang pertama, yakni mengakui dan menyesali atas apa yang telah diperbuat. Namun, rasa sesal tersebut haruslah datang dari dalam hati, bukan hanya sekadar ucapan saja.

Tunjukkan lewat air mata dengan menangis di hadapan Allah Ta’ala setiap saat. Kemudian berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 104)

2. Segera Bertobat

Cara menebus dosa zina berikutnya, adalah dengan melakukan tobat. Akan tetapi, tobat yang dilakukan harus sungguh-sungguh dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Sebagaimana Allah berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha).” (at-Tahrim: 8)

3. Tobat Nasuha

Amalan penghapus dosa zina juga dilakukan dengan melaksanakan taubatan nasuha. Yakni tobat yang benar-benar murni dari hati dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kembali. Sebagaimana dalam surat QS At tahrim ayat 8,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At tahrim ayat 8).

4. Memperbanyak Beribadah kepada Allah SWT

Salah satu cara bertobat dari dosan zina berikutnya yaitu dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun cara yang paling mudahnya dengan memperbanyak frekuensi ibadah. Allah SWT berfirman,

“Dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

5. Memperbanyak Mengingat Allah denagn Berdzikir

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Al imran: 135).

6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menentramkan hati dan pikiran, serta dapat meningkatkan keimanan.

Selain itu, seseorang yang rutin baca Al-Quran juga kelak mendapatkan syafaat di akhirat nanti.

“Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa’at kepada pembacanya.” (HR. Muslim).

7. Carilah Lingkungan yang Baik

Lingkungan yang baik akan membawa diri kita ke arah yang lebih baik lagi. Begitupun sebaliknya, lingkungan yang buruk akan menarik kita ke hal-hal yang buruk pula.

Oleh sebab itu, agar benar-benar bertobat dari dosa zina dan tidak mengulanginya kembali, sebaiknya pilihlah lingkungan yang baik.

8. Rahasiakan Jangan Mengumbarnya

Allah melarang kita untuk tidak mengumbar aib orang lain, begitupun dengan aib diri sendiri. Maka dari itu, sebaiknya rahasiakanlah dosa ini kepada siapapun, sekalipun dengan orang terdekat.

Sebab, menceritakan aib kepada orang lain, hanya akan menimbulkan masalah baru. Sebaiknya simpan kejadian ini untuk diri sendiri, sebagai bahan renungan dan peringatan untuk tidak melakukannya lagi.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508).

9. Perbanyak Berbuat Kebaikan

Kebaikan merupakan salah satu cara selain untuk menghapuskan dosa di masa lalu juga merupakan cara untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar bertobat dari dosa zina.

Ada berbagai macam perbuatan baik yang bisa dilakukan. Terlepas dari dosa zina atau bukan, setiap muslim masih dapat memperbaikinya dengan jalan kebaikan yanh diridhoi oleh Allah.

10. Perbanyak Istighfar

Istiqfar merupakan langkah awal agar selalu mengingat keberadaan Allah SWT. Perbanyak istiqhfar agar mendapatkan ampunan dari-Nya. Senantiasa beristiqhfar agar jauh dari godaan zina.

11. Selalu Berdoa Memohon Perlindungan dari Godaan Maksiat

Berdoa kepada Allah SWT penting sekali dilakukan, selain untuk selalu mengingat Allah, berdoa bisa kamu lakukan untuk memohon perlindungan dari segala macam godaan.

Terutama godaan maksiat untuk kembali terjerumus kepada zina. Selalu minta perlindungan kepada Allah merupakan jalan agar terlindungi dan tidak kembali terjerumus pada godaan syetan.

12. Meyakini Allah Maha Penerima Tobat

Semua umat manusia pasti pernah berbuat dosa dengan porsinya masing-masing. Meski demikian, bukan berarti Allah menutup pintu ampunannya

Sebab Allah SWT adalah Maha Pengampun. Sehingga kita perlu benar-benar meyakini bahwa Allah menerima tobat yang kita lakukan.

Doa Kita akan Sulit Terkabul Selama Ada 3 Faktor Berikut


Rasulullah SAW memberitahukan 3 jenis doa yang sulit terkabul.

REPUBLIKA.CO.ID, Berdoa memang termasuk salah satu rahasia Allah SWT. Terkadang kita berdoa dan Allah SWT langsung mengabulkannya. Ada pula doa-doa yang belum terkabul atas kehendak-Nya.

Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menjelaskan memang ada tiga macam doa yang tidak dikabulkan Allah:

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: ﻳُﺴﺘﺠﺎﺏُ ﻷﺣﺪِﻛُﻢ ﻣَﺎ ﻟَﻢ ﻳَﺪْﻉُ ﺑِﺈﺛﻢٍ ﺃَﻭ ﻗَﻄﻴﻌﺔُ ﺭَﺣﻢٍ، ﺃَﻭ ﻳَﺴﺘﻌﺠِﻞْ ﻓﻴﻘﻮﻝُ: ﺩَﻋﻮﺕُ ﻓَﻼ ﺃَﺭﻯ ﻳُﺴﺘَﺠﻴﺐُ ﻟِﻲ، ﻓَﻴﺪﻉُ اﻟﺪُّﻋَﺎء

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Doa kalian akan dikabulkan selama tidak berdoa (1) dengan dosa (2) memutus kekerabatan (3) tergesa-gesa. Dia akan berkata "Aku sudah berdoa tapi tidak dikabulkan" akhirnya dia meninggalkan doa." (HR Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad)

Sementara selain tiga jenis doa yang dikabulkan dia atas, menurut Kiai Ma’ruf, maka doa kita akan dikabulkan Allah dengan tiga cara. Dia mengutip hadis berikut:

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ اﻟْﺨُﺪْﺭِﻱِّ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺈِﺛْﻢٍ ﻭَﻻَ ﺑِﻘَﻄِﻴﻌَﺔِ ﺭَﺣِﻢٍ ﺇِﻻَّ ﺃَﻋْﻄَﺎﻩُ ﺇِﺣْﺪَﻯ ﺛَﻼَﺙٍ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳﻌﺠﻞ ﻟَﻪُ ﺩَﻋْﻮَﺗَﻪُ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺪَّﺧِﺮَﻫَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ اﻵْﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺪْﻓَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣِﻦَ اﻟﺴﻮء ﻣﺜﻠﻬﺎ) ﻗﺎﻝ: ﺇﺫا ﻳﻜﺜﺮ؟ ﻗﺎﻝ: اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺜﺮ)

Dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi SAW bersabda: "Tidak seorang Muslim yang berdoa, selama tidak berdoa dengan dosa dan memutus kekerabatan, kecuali Allah mengabulkan dengan (1) disegerakan Dikabulkan / sesuai permintaan (2) Allah simpan dan diberikan di akhirat (3) Allah ganti dengan menghindarkan keburukan baginya yang setara dengan doanya". Sahabat bertanya: "Kalau begitu kita memperbanyak doa?" Nabi menjawab: "Allah akan lebih banyak mengabulkan." (HR Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad)

“Saya sendiri jika berdoa sesuatu namun seolah belum dikabulkan, maka saya berprasangka baik kepada Allah, tutur dia dalam keteragannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (24/2).

Menurut Kiai Ma’ruf, diberikan keluarga yang tentram dan sehat, rezeki berkah, lingkungan orang-orang baik adalah perwujudan dari pemberian Allah. “Sebab kesemuanya itu adalah nikmat yang boleh jadi kita sendiri lupa meminta seperti itu,” kata dia.

Kiai Ma’ruf menukilkan nasihat Ibnu Athaillah As Sakandary, dalam kitabnya Al Hikam berikut:  لا يَكُنْ تأَخُّرُ أَمَدِ العَطاءِ مَعَ الإلْحاحِ في الدُّعاءِ مُوْجِباً لِيأْسِكَ. فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجابةَ فيما يَخْتارُهُ لَكَ لا فيما تَخْتارُهُ لِنَفْسِكَ. وَفي الوَقْتِ الَّذي يُريدُ لا فِي الوَقْتِ الَّذي تُرْيدُ.


“Ditundanya pemberian dari Allah sementara engkau telah menggebu-gebu dalam berdoa, jangan menjadikanmu berputus asa. Allah menjamin mengabulkan doa untukmu sesuai pilihanNya, bukan pilihanmu. Di waktu yang Dia kehendaki, bukan di waktu yang kau kehendaki.”

#PUASA 8 RAMADHAN 1442. 20 APRIL 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_36 #SUBUH_04_46

Senin, 19 April 2021

Begini Cara Niat Zakat Fitrah Arab, Latin Disertai Artinya untuk Sendiri dan Keluarga Ramadhan 1442 H

MANTRA SUKABUMI - Ramadhan 1442 Hijriyah telah berlangsung beberapa hari, selain harus tetap berpuasa umat muslim juga diharuskan membayar Zakat Fitrah.

Kewajiban melakukan Zakat Fitrah bagi muslim yang mampu membayarnya, boleh dilakukan saat awal Ramadhan atau menjelang akhir.

Namun seperti ibadah wajib lainnya, pembayaran Zakat Fitrah juga harus diawali dengan pelafalan niat.

Sebagaimana dikutip mantrasukabumi.com dari berbagai sumber, berikut macam-macam niat membayar Zakat Fitrah.

“Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan”, (HR. Bukhari Muslim)

Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah.

1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Niat doa zakat fitrah untuk istri dari seorang suami adalah sebagai berikut.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Niat doa zakat fitrah untuk anak laki-laki jika orangtuanya yang membayarkan adalah sebagai berikut.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ... (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

4. Niat doa zakat fitrah untuk seluruh anggota keluarga yang nafkahnya kita yang tanggungkan adalah sebagai berikut.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

5. Niat doa zakat fitrah untuk anak perempuan jika orangtuanya yang membayarkan adalah sebagai berikut.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ... (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat doa zakat fitrah untuk seluruh orang yang kita wakilkan adalah sebagai berikut.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ... (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Itulah bacaan, doa dan niat membayar Zakat fitrah yang bisa kamu ucapkan untuk diri sendiri, istri, anak serta seluruh keluarga. Semoga bermanfaat dan berkah bagi kamu yang menjalankannya ya.***

Jarang Diketahui, Ternyata Membaca Surat Al Ikhlas dalam Sholat Subuh Tidak Dianjurkan, Simak Alasannya

 Tidak banyak orang yang tahu, ternyata membaca surat Al Ikhlas dalam sholat subuh itu tidak dianjurkan.

Seperti diketahui bahwa sholat subuh memiliki nilai ibadah yang tinggi dalam syariat Islam, bahkan Rasulullah SAW

mendoakan langsung umatnya yang menunaikan sholat subuh.

Sholat subuh pun disaksikan oleh malaikat, akan tetapi ada bacaan surat pendek yaitu surat Al Ikhlas yang tidak dianjurkan untuk dibaca.

Lantas, apa alasannya surat Al Ikhlas tidak dianjurkan dibaca dalam sholat subuh?

Simak penjelasannya mengenai alasan surat Al Ikhlas tidak dianjurkan untuk dibaca dalam sholat subuh, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari kanal YouTube Islam Populer pada Senin 19 April 2021.

Halaman:

Sumber: YouTube

Keutamaan Menunaikan Sholat Subuh

Sholat subuh dilaksanakan jelang terbitnya fajar, waktu di mana orang-orang dalam keadaan tertidur lelap.

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan sholat subuh, mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya daripada bangun untuk melaksanakan sholat.

Karena itu Rasulullah SAW mengkhususkan sholat subuh yang mulia dengan keistimewaan tunggal, memiliki sifat-sifat tertentu yang tidak ada pada sholat lainnya.

Betapa istimewanya sholat subuh bahkan sampai Rasulullah SAW mendoakannya, hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh." (HR. Tirmidzi, Abu Daud Ahmad dan Ibnu Majah).

Apabila Rasulullah SAW yang berdoa maka tidak ada perantara secara jasadiyah di antara Rasulullah SAW dengan Allah SWT, dalam hadits dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan sholat subuh berada dalam jaminan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menunaikan sholat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah SWT, maka jangan kamu mencari jaminan Allah SWT dengan sesuatu selain dari sholat yang pada saat kamu mendapatkannya justru kamu tergelincir ke dalam api Neraka." (HR. Muslim).

Apabila Allah SWT yang memberikan jaminan mungkin akal manusia sulit untuk menjangkau dan menebak di antara janji-Nya dan bagi hambanya yang taat menunaikan ibadah sholat subuh maka kelak di surga akan melihat Allah SWT.

Apabila seseorang mengerjakan sholat subuh niscaya ia akan dapat banyak keutamaan di dalamnya salah satunya yang telah disebutkan ternyata orang yang menunaikan sholat subuh akan disaksikan langsung oleh malaikat.

Benarkah malaikat menyaksikan kita ketika sholat subuh?

Sholat subuh merupakan satu di antara sholat wajib lima waktu yang mempunyai keistimewaan khusus di dalamnya.

Allah SWT telah menyiapkan pahala yang luar biasa bagi mereka yang membiasakan sholat subuh tepat pada waktunya pahalanya bahkan sebanding dengan sholat semalam suntuk.

Janji pahala ini sebagaimana Rasulullah SAW sabda, "Barangsiapa yang sholat subuh berjamaah maka seakan-akan dia telah melaksanakan sholat semalam suntuk." (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW bersabda, "Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid untuk mengerjakan sholat subuh dengan cahaya yang terang benderang pertolongan pada hari kiamat." (HR. Abu Daud Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Lantas apa alasan surat pendek termasuk surat Al Ikhlas tidak dianjurkan dibaca ketika sholat subuh?

Begitu utama dan istimewanya sholat subuh sehingga ada bacaan surat tertentu yang tidak dianjurkan dibaca, dalam Alquran surat Al Isra ayat 78 menjelaskan bahwa malaikat menyaksikan langsung orang yang menunaikan ibadah sholat subuh.

Dari tafsir ayat tersebut para ulama menyimpulkan bahwa pada sholat subuh setelah bacaan Al Fatihah disunahkan membaca Al Quran panjang baik surat atau ayat.

Itulah yang dimaksud dengan Minus Sunan Al-Mursalin Tul Al Qira'ah di mana tradisi Nabi-nabi terdahulu yang kemudian dilanjutkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in dan As-Salaf, As-Shalih membaca ayat-ayat atau surat panjang ketika menjadi imam sholat subuh.

Maka dari itu seorang imam sholat subuh setelah membaca Al Fatihah janganlah membaca surah pendek apalagi super pendek seperti Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas, ini bukan masalah sah dan tidak sah melainkan masalah untung dan rugi.

Mereka rasa sudah pasti sah tapi rugi karena disaksikan banyak malaikat maka tentu sangat disayangkan sekali jika hanya ayat pendek yang dibaca.

Apabila semakin banyak huruf-huruf Alquran yang dibaca dalam melaksanakan sholat subuh maka Malaikat akan menambah catatan amal kebaikan kita untuk disampaikan Allah SWT melalui malaikat.

Rasulullah SAW juga seringkali menunjukkan contoh-contoh bacaan sholat subuh yang menandakan syarat akan makna tertentu.

Pada beberapa riwayat Rasulullah SAW disebutkan sering membaca surat Al-Kahf juga biasa membaca surat Ar-rum surah dari Jabir bin Samurah.

Demikian itulah keistimewaan sholat subuh dan alasan tidak dianjurkan membaca surat Al Ikhlas dalam sholat subuh, seharusnya tidak ada lagi yang menghalangi kita untuk meninggalkan selimut dan mengakhiri tidur kita untuk melakukan sholat subuh.

Bukankah menunaikan ibadah sholat subuh ini menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia dan seisinya. Wallahu A'lam bishshawab.***


#PUASA 7 RAMADHAN 1442. 19 APRIL 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_04

7 Waktu Mustajab untuk Berdoa, Pintu Langit Sedang Terbuk

Umat Islam melakukan ibadahnya setiap hari dan juga doa yang senantiasa dipanjatkannya. Ternyata, ada beberapa waktu mustajab bagi umat untuk berdoa.

Setiap hamba yang berdoa pasti berharap doanya akan diijabah atau dikabulkan oleh Allah SWT. Allah telaa melalui lisan Rasul-Nya tentang terbukanya pintu-pintu langit.

Apabila seorang hamba berdoa memohon permohonan ataupun memohon ampunan di waktu tersebut maka niscaya akan dikabulkan.

Dilansir Ringtimes Bali dari kanal Youtube Doa Pedia, berikut beberapa waktu mustajab untuk berdoa agar bisa terkabulkan diantaranya:

1. Selama bulan Ramadhan

Rasulallah pernah bersabda bahwa “ketika bulan ramadhan, pintu-pintu langit akan dibuka, pintu-pintu jahannam akan ditutup serta para setan akan dibelenggu.” HR. Albukhori: 1889

2. Bulan Sya’ban

Dijelaskan dalam hadis riwayat An-Nasa’I dengan kualitas hadis hasan, Shahih at-Targhib no.1022 bahwa “Semua amal akan diangkat ke langit.”

3. Senin dan Kamis

Halaman:

Editor: Muhammad Khusaini

Pintu surga yang ada dilangit dibuka dan Allah SWT mengampuni pada hari itu pada setiap hamba yang tidak berbuat syirik kepada-Nya kecuali orang yang memiliki permusuhan antara sesama muslim.

Dijelaskan dalam Hadis Riwayat Muslim bahwa “Tunggulan sampai dua orang ini berdamai.”

4. Sebelum Dzuhur

Setiap hari waktu sebelum dzuhur (waktu zawal atau tergelincirnya matahari) merupakan waktu mustajab lainnya untuk berdoa.

Tepatnya adalah ketika matahari telah bergeser dari garis tengahnya alias zawal. Zawal inilah tanda bahwa waktu salat dzuhur telah dimulai.

Pada saat itulah pintu langit sedang terbuka. Dari Abu Ayyub Al Anshari Radhiyallahu Anhu bahwasanya Nabi salat sebelum dzuhur sebanyak empat rakaat ketika waktu sudah menunjukkan zawal.

Beliaupun bersabda “Sesungguhnya pintu-pintu langit sedang terbuka sampai zawalnya matahari, maka ia tidak akan tertutup hingga shalat dzuhur selesai ditunaikan, maka aku ingin pada saat itu ada kebaikanku yang naik.” HR. Ahmad, Abu Dawud No.1153, at-Tirmidzi, Ibnu Majah.

5. Adzan Dikumandangkan

Rasulallah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh sahabat anas bis malik radhiyallahu ‘anhu, “Jika shalat telah dikumandangkan, maka pintu-pintu langit akan terbuka dan doa akan dikabulkan.” HR. Abu dawud.

6. Diantara Dua Waktu Salat

Diantara waktu yang biasa sering dilalaikan adalah waktu di antara dua salat wajib. Biasanya, setelah salat magrib, kaum muslimin justru banyak berbincang dengan rekannya di masjib sambil menunggu waktu salat isya’.

Pada waktu di antara dua waktu shalat tersebut merupakan waktu yang berharga yaitu waktu mustajab untuk berdoa.

Dalam hadis riwayat dari Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “kami shalat magrib bersama Rasulallah SAW maka ada jamaah yang pulang dan ada yang tinggal di masjid, ada pula yang berdzikir atau berdoa setelah shalat, maka Rasulallah datang dengan cepat sembari terengah-engah napasnya dan menyisingkan baju hingga tersingkap kedua betisnya.”

Rasulallah SAW bersabda, “Bergembiralah, inilah Tuhan kalian benar-benar telah membuka pintu dari pintu-pintu langit. Dia memamerkan kalian dihadapan malaikat, dia ‘Azza wa Jalla berkata, ‘lihatlah para hamba-Ku mereka telah menunaikan sebuah kewajiban dan sekarang mereka tengah menunggu kewajiban yang lain.” HR. Ibnu Majah

7. Hari Jumat

Pada hari Jumat yaitu ketika antara duduknya imam sampai selesainya salat Jum’at dan setelah waktu ashar.

Hendaknya, umat Islam memperbanyak berdoa kepada Allah di kedua waktu tersebut. Rasulallah pernah bersabda:

“Pada hari Jum’at ada 12 jam, diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah ashar.” HR. Abu daud dan An-nasai.*

Minggu, 18 April 2021

Doa Mustajab Rasulullah SAW! Tidak Lebih dari 2 Jumat Niscaya Allah SWT Limpahkan Kekayaan

 Doa Mustajab Rasulullah SAW! Tidak Lebih dari 2 Jumat Niscaya Allah SWT Limpahkan Kekayaan

 - Inilah amalan doa yang cukup 

manjur 
untuk menambah kekayaan. 

Amalan ini 
sangatlah mudah karena cukup 

pendek dan mudah untuk dihafalkan.

Shohibul Firdaus telah meriwayatkan dari Anas RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa pada hari Jumat membaca doa ini sebanyak 70 kali, maka tidak akan lewat 2 Jumat berikutnya Allah akan memberinya kekayaan.”

Sabda Rasulullah SAW tersebut juga ditulis dalam hadist riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi.

Disini sudah jelas dikatakan bahwa Allah akan mencukupkan rezeki orang-orang yang mau membaca doa ini tidak lebih dari 2 Jumat.

Halaman:

Sumber: Youtube Cinta Islam

Jika dalam hitungan minggu tidak akan sampai 2 minggu, maka Allah SWT akan memberi kekayaan pada orang-orang yang mengamalkan doa tersebut dengan khusyu’.

Berikut doa amalan cepat kaya yang sangat manjur:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika’an haroomika, wa agh-niniy bi fadhika’amman siwaak.

“Ya Allah, kayakanlah aku dengan harta halal darimu yang jauh dari harta haram sebagai anugerah dari-Mu bukan dari selain Engkau.”

Amalkanlah doa mustajab ini dengan sungguh-sungguh, istiqomah/konsisten dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Insya Allah jika diamalkan dengan sungguh-sungguh dan penuh pengharapan dari Allah SWT, akan mendapatkan rezeki yang tidak terduga-duga.

Apabila telah menjalankan doa cepat kaya dari Asmaul Husna, tetaplah istiqomah untuk menjalankan dan apabila mampu tambahkanlah dengan doa cepat kaya tersebut. Insya Allah jika keduanya berjalan maka kemurahan dan kemudahan Allah SWT akan kekayaan bisa didapat lebih cepat.

Namun, jika kurang mampu dalam menjalankan keduanya, pilihlah salah satu amalan yang kamu bisa konsisten untuk menjalankannya.

Itulah rahasia doa cepat kaya yang sudah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak banyak orang yang mengetahuinya. Semoga pembahasan ini membawa manfaat serta keberkahan bagi kaum muslimin yang mengamalkannya.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Wallahu a’lam bishawab

PUASA 6 RAMADHAN 1442. 18 APRIL 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_05

Pantas Saja Nabi Muhammad SAW Larang Umatnya Cabut Uban, Ternyata ini Alasannya

Pantas Saja Nabi Muhammad SAW Larang Umatnya Cabut Uban, Ternyata ini Alasannya

 - Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk mencabut uban, karena islam sendiri memandang uban sebagai sebuah peringatan, agar bisa lebih giat dalam beribadah dan beramal.

Tumbuhnya uban di kepala tidak menjadi persoalan bagi orang-orang yang usianya sudah tua, akan tetapi lain halnya pada mereka yang masih muda.

Ternyata tumbuhnya uban di kepala bukan semata-mata disebabkan oleh usia, namun hal ini sudah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran.

Lantas, Apa penyebab Nabi Muhammad SAW melarang umatnya mencabut uban, simak penjelasannya di bawah ini.

Dikutip mantrasukabumi.com dari kanal YouTube Islam Populer pada Minggu 18 April 2021, berikut ini alasan Nabi Muhammad SAW melarang umatnya mencabut uban.

Alquran jelaskan tumbuhnya uban ditandai dengan adanya helai rambut yang berwarna putih.

Perlu diketahui bahwa tumbuhnya uban bukan semata-mata karena usia yang sudah tua, mereka yang masih muda pun ada yang sudah memilikinya, penyebab tumbuhnya rambut putih di kepala sudah dijelaskan di dalam Alquran.

Allah SWT berfirman :

"Allah Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sudah kuat itu lemah kembali dan beruban ia menciptakan apa yang dikehendakinya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (Qs. Ar-rum : 54)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa penyebab tumbuhnya uban disebabkan oleh emosi, hal ini pun diperkuat dengan penjelasan ilmiah dari para ahli.

Para ahli menjelaskan penyebab uban bersumber dari saraf emosi, hal ini yang menyebabkan kurangnya suplai darah yang mengandung gizi rambut-rambut yang ada di kepala jumlahnya ditaksir 200 juta helai.

Kemudian dari setiap rambut memiliki 1 pembuluh darah, 1 saraf otot kelenjar dan umbi masing-masing rambut hidup sekitar 3 tahun dengan demikian rambut akan terus memperbaiki diri dalam 2 ribu hari.

Hikmah Tumbuhnya Uban

Tumbuhnya uban bisa saja dapat mengganggu penampilan seseorang, akan tetapi ada hikmah dibalik tumbuhnya uban.

Allah SWT berfirman :

"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir. Dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzolim seorang penolongpun."( Qs. al Fatir : 37).

Ibnu Katsir menerangkan dalam kitabnya, bahwa para ulama tafsir, Ibnu Abbas, Ikrimah Kota dan Ibnu Uyainah dan yang lainnya menjelaskan bahwa maksud sang pemberi peringatan ayat di atas adalah bagi orang tumbuhnya uban.

Tumbuhnya uban di kepala memang dialami oleh orang yang sudah lanjut usia, maka uban menjadi pengingat manusia akan dekatnya ajal.

Bahkan Nabi Muhammad SAW memberitahu rata-rata usia umatnya sebagaimana dalam sabdanya:

"Umur umatku di antara 60 ke 70 tahun, dan tidak banyaj yang melebihi daripada itu." (HR imam Tirmidzi).

Larangan Mencabut Uban

Larangan mencabut uban ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari tumbuhnya uban di antaranya, menjadikan seseorang lebih berwibawa.

Dari Abu Musa Al Asy'ari Radiallahu anhu Dia berkata Nabi SAW bersabda :

"Sesungguhnya termasuk dari pengagungan kepada Allah ialah menghormati orang muslim yang sudah beruban atau orang tua." (HR. Abu Daud)

Selain itu, tumbuhnya uban menjadi pengingat akan kematian namun kadangkala memang kita ingin mencabutnya dari kepala, tapi perlu diketahui bahwa uban akan menjadi cahaya di hari kiamat nanti.

Dari Amr Bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Janganlah mencabut uban, tidaklah seorang muslim selidiki sehelai uban melainkan beban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti." (HR. Abu Dawud)

Artinya bagi mereka yang mencabut uban di kepalanya maka akan kehilangan cahaya pada hari kiamat nanti.

Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata:

"Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang telah beruban dalam Islam maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat." (HR. Tirmidzi)

Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik, dibalik tumbuhnya uban di kepala menjadikan orang lebih berwibawa, pertanda akan dekatnya ajal serta dapat menjadi cahaya di hari kiamat kelak.

oleh karenanya, mencabut uban sebaiknya tidak dilakukan, ada cara halal yang bisa ditempuh untuk mengatasinya, salah satunya dengan mewarnai selain warna hitam.

Nabi Muhammad SAW bersabda "Ubahlah uban ini dengan sesuatu tetapi hindarilah warna hitam." (HR. Muslim).

Doa Mustajab di Waktu Sahur, Baca Satu Kali Berkah Seumur Hidup


Sahur adalah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat bulan puasa atau Ramadan tiba.

Menyantap makanan sewaktu sahur sangat baik dilakukan sebelum memulai berpuasa dan menahan haus dan lapar sepanjang hari hingga waktu berbuka.

Namun dibalik kegiatan sahur, banyak amalan yang membuat hidup umat Islam berkah, salah satunya dengan membaca doa yang sangat mustajab di waktu-waktu sahur.

Allah akan memberikan berkah-Nya kepada umat Islam yang menjalankan sahur. Rasulullah juga menganjurkan agar orang yang hendak berpuasa sebaiknya menyantap sahur dan berdoa di waktu menjelang subuh.

“Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,” (HR Ahmad).

Meningat sahur sangat dianjurkan, ada baiknya umat Islam melaksanakan makan sahur mengingat Allah akan melimpahkan berkah yang luar biasa bagi yang melaksanakan sahur.

“Dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air,” (HR Ibnu Hibban).

Halaman:

Editor: Indah Permata Hati

Bukan hanya keutamaan menyantap shar, membaca doa di waktu sahur pun menjadi hal yang sebaiknya tak dilewatkan.

Berikut doa yang sering dibaca oleh Rasulullah saat waktu sahur.

“Yarhamullahul Mutasahhirin,”

Artinya: “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur,”

Doa tersebut merupakan doa yang diucapkan Rasulullah saat menyantap sahur.

Doa tersebut juga diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani.

Pada hadist tersebut, disebutkan jika Rasulullah SAW mengatakan jika kurma menjadi sebaik-baik makanan untuk disantap waktu sahur.

“Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zad RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-aik hidangan sahur adalah kurma,” (HR At-Thabarani).

Meski Rasulullah sering membaca doa tersebut, namun tak ada doa yang wajib diucapkan di waktu-waktu sahur. Namun, doa dianjurkan bagi umat Islam mengingat Rasulullah mengharapkan rahmat dari Allah bagi umat Islam yang menyantap sahur.

Itulah doa yang kerap dibaca oleh Rasulullah SAW diwaktu sahur. Doa tersebut turut mendoakan bagi siapa saja umat Islam yang melaksanakan sahur agar mendapat keberkahan dan limpahan rahmat dari Allah SWT.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dilimpahkan berkah serta rahmat-Nya terutama diwaktu-waktu sahur di blan Ramadan.***

Ingat Allah SWT Dengan Zikir, Baca Dzikir Singkat Ini 100 Kali,Gugur Dosa Walau Sebanyak Buih Lautan

 


 Tetap mengingat Allah SWT dengan berzikir.

Baca zikir singkat ini 100 kali,

Gugur Dosa Walau Sebanyak Buih Lautan.

Dibaca setelah Sholat Ashar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al Ahzab: 41).

Ada bacaan dzikir yang singkat tapi bisa mendatangkan manfaat luar biasa, disebutkan dosa akan dihapus meski sebanyak buih lautan.

Caranya adalah membaca kalimat dzikir 'Subhanallahi Wabihamdihi' sebanyak 100 kali.

Hal itu sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa membaca Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim No. 4857)

1. Subhaanallaahi wa bihamdih

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya."

(HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071)

2. Subhaanallaahi wa bihamdih, subhaanallaahil ‘azhiim

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ

Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."

(HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072)

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya: "Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar." (HR. Muslim 3/1685)

4. Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Artinya: "Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah".

5. Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071)

#PUASA 6 RAMADHAN 1442. 18 APRIL 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_36