Minggu, 02 Mei 2021

50 Ribu Buruh Akan Demo Besar-besaran Depan Istana dan MK Hari Ini

- Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demonstrasi pada hari ini, Sabtu (1/5/2021). Hal itu telah disampaikan secara tertulis oleh Presiden KSPI Said Iqbal, Jumat (30/4/2021) lalu.

“Untuk di tingkat nasional, aksi akan dipusatkan di Istana dan Gedung Mahkamah Konsultasi,” katanya.

1. Ada 50 ribu buruh yang ikut demo

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (12/4/2021). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Said Iqbal menjelaskan, demonstrasi tersebut melibatkan 50 ribu buruh yang tersebar di 24 provinsi, 200 kabupaten/kota, dan di 3.000 pabrik. Ia mengatakan, kegiatan itu tentu akan mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Peserta aksi akan melakukan rapid antigen, memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak,” lanjutnya.

2. Komitmen soal prokes, KSPI minta agar demo buruh tidak dilarang

Ia juga menjelaskan, untuk demonstrasi di daerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Satgas COVID-19 daerah setempat.

Ia meminta agar massa buruh yang hendak melakukan aksi May Day tidak dilarang.

3. Kaum buruh kembali minta Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut

Ilustrasi demo buruh. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Said Iqbal menyampaikan, terdapat dua hal yang menjadi tuntutan kaum buruh dalam aksi demonstrasi kali ini. Pertama, cabut atau batalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Di mana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh. Isu kedua, berlakukan UMSK 2021," katanya.

Sabtu, 01 Mei 2021

#PUASA 19 RAMADHAN 1442. #Sabtu 01 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

Dua Dosa Ini Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Karena seringnya dilakukan, tindakan itu terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Dream - Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan itu terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.


Allah SWT telah siap memberikan balasan mutlak neraka bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja meski sudah meninggal dunia.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya. Apa saja dosa-dosa tersebut?

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12

Lantas Apa Saja Dosa yang Akan Terus Mengalir?

1. Menjadi Pelopor Maksiat

Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat

Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.



#PUASA 19 RAMADHAN 1442. #Sabtu 01 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Minggu, 25 April 2021

Inilah yang Akan Dirasakan Jika Taubat Kita Diterima Allah , Salah Satunya Tak Henti Merasa Berdosa

LINGKAR KEDIRI – Allah SWT menyukai hamba-Nya yang bertaubat.

Meski demikan terdapat enam hal yang menandakan taubat seorang hamba diterima atau tidak.

Dikutip oleh lingkarkediri.pikiran-rakyat.com dari Kanal YouTube Doa Pedia pada 25 April 2021.

Berikut sembilan tanda taubat diterima oleh Allah SWT:

1. Hati Lebih Tentram dan Tenang

Saat hatimu merasa lebih tentram dan tenang maka itu akan menjadi tanda bahwa taubatmu sudah diterima.

Hal ini dikarenakan ia lebih banyak beribadah kepada Allah SWT.

2. Lebih Suka Berkumpul dengan Orang-orang Sholeh atau Sholehah

Kita memang dituntut untuk pandai dalam bergaul.

Halaman:

Sumber: Kanal YouTube Doa Pedia

Jangan sampai kita terjerus ke dalam jurang kemaksiatan.

Pilihlah teman yang baik agar jiwa kita senantiasa ikut terpengaruhi oleh hal positif.

3. Lebih Menyibukkan Diri dengan Kewajiban dan Ibadah Terhadap Allah SWT

Allah akan terus menggerakkan hati seseorang untuk senantiasa beribadah saat hamba-Nya benar-benar bertaubat.

4. Lebih Banyak Bersyukur

Bersyukur adalah kunci utama kebahagiaan serta ketakwaan seseorang.

Jika Allah menerima taubat seorang hamba-Nya maka semakin besar pula kesadaran diri akan kebesaran yang Allah.

5. Akhlaknya Lebih Baik

Mereka yang bertaubat akan berupaya untuk memperbaiki diri dan Allah akan senantiasa meringankan hati hamba-Nya yang bertakwa.

Sehingga akhlaknya akan semakin baik dari waktu ke waktu.

6. Senang Bersedekah

Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat sulit dilakukan oleh Manusia lantara sikap alami manusia yang selalu merasa kurang.

7. Menjaga Aurat

Bentuk taubat yang paling mudah dilihat secara kasat mata adalah dari penampilan.

Baik dari hal auratnya dan dari kesesuaian penampilan yang telah diatur dalam syaruat Islam.

8. Menjaga Sikap dan Ucapannya

Sikap dan ucapan seseorang yang bertaubat tentu berbeda dengan seorang yang belum menempuh taubat.

Mereka akan senantiasa menjaga sikapnya dan ucapannya agar lebih santun dari sebelumnya.

9. Masih Merasa Penuh Dosa dan Terus Menerus Berupaya Memperbaiki Diri

Menyadari akan kesalahannya dan menyesali adalah salah satu syarat bertaubat.

Orang yang bertaubat tak akan pernah merasa cukup akan ibadah yang ia lakukan lantara merasa bahwa dosanya masih terus ada.*

#PUASA 13 RAMADHAN 1442. 25 APRIL 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_02

#PUASA 13. RAMADHAN 1442. 25. APRIL 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_35 #SUBUH_04_45