Jumat, 07 Mei 2021

5 Shalat Sunnah Ini Boleh Dikerjakan Rutin Layaknya Shalat Wajib



 - Tidak semua shalat sunnah boleh dikerjakan secara rutin. Namun bagi seorang muslim yang merasakan nikmatnya shalat, 17 rakaat wajib tidaklah mencukupinya setiap hari. Shalat sunnah pun menjadi tambahan yang sangat sayang jika ditinggalkan.


Sunnah dalam hukum fiqh yakni mendapat pahala jika dikerjakan, namun tak berdosa jika ditinggalkan. Dalam hukum fiqh pula, tidak semua amalan sunnah boleh dikerjaan rutin sebagaimana amalan wajib. Namun ada 5 shalat sunnah yang dikecualikan darinya. Artinya, seseorang boleh merutinkan kelima shalat sunnah ini setiap harinya.


1. Shalat Rawatib


Shalat sunnah sebelum (qabliyah) dan setelah (ba’diyah) shalat wajib ini boleh dirutinkan pengamalannya. Mengingat keutamaan shalat rawatib sangatlah besar, yakni sebuah rumah di surga. Dari Ummu Habibah, Rasulullah bersabda,


“Barang siapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim).


Apa saja shalat rawatib itu? Masih dalam hadits yang diriwayatkan Ummu Habibah, nabiyullah menyebutkan, “Barang siapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Dzuhur, 2 raka’at setelah Dzuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi dan An Nasai).


Jika merasa berat untuk merutinkan 12 rakaat shalat rawatib, maka cukup rutinkan 2 rakaat sebelum shubuh. Shalat ini lah yang memiliki keutamaan lebih banyak dibanding sunnah rawatib yang lain. Nabiyullah pernah bersabda, “Dua rakaat sunnah fajar (subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).


Rasulullah tak pernah merutinkan shalat sunnah kecuali dua rakaat sebelum shubuh. Sebagaimana yang dikabarkan Aisyah, “Rasulullah tidak melakukan satu pun shalat sunnah yang kontinuitasnya (kesinambungannya) melebihi dua rakaat (shalat sebelum) Shubuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).


2. Shalat Tahajud


Shalat malam atau tahajud merupakan kebiasaan orang-orang shalih. Merutinkan shalat sunnah ini tidaklah dilarang karena keutamaan shalat tahajud yang begitu banyak. Dalam Al Qur’an, Allah membedakan antara hamba-Nya yang shalat malam dan yang tidak. Rabb Ta’ala berfirman,


“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9).


Rasulullah pun menyebut tahajud sebagai shalat yang paling utama setelah shalat wajib yang lima. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yakni Muharram). Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).


3. Shalat Witir


Rasulullah menyebut witir sebagai penutup shalat. Karena itulah shalat sunnah ini pun boleh dilakukan secara rutin setiap harinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Shalat witir dilakukan dalam rakaat ganjil seusai shalat malam atau shalat isya. Sebagaimana sabda nabi, kerjakanlah witir sebagai penutup setiap shalat sebelum memulai hari di waktu shubuh.


4. Shalat Dhuha


Ulama berbeda pendapat tentang bolehnya merutinkan shalat dhuha. Namun menurut beberapa ulama, salah satunya Imam Asy Syaukani, berpendapat bahwa sudah sepantasnya shalat dhuha dapat dikerjakan rutin mengingat keutamaannya yang sangat banyak. Salah satu keutamaan shalat dhuha yakni dua rakaatnya saja mampu mencukupi sedekah seluruh sendi manusia sejumlah 360 persendian.


Dari Abu Dzar, Rasulullah bersabda, “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha 2 raka’at.” (HR. Muslim).


5. Shalat Isyraq


Yakni shalat dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Lebih tepatnya, ketika matahari setinggi tombak atau 15 menit setelah terbitnya matahari. Shalat ini tidaklah dikerjakan kecuali setelah berdiam diri di masjid seusai shalat Shubuh berjamaah. Balasan shalat sunnah Isyraq sungguh luar biasa, yakni senilai haji dan umrah mabrur.


Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barang siapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Ath Thabrani).


Masya Allah, lima shalat sunnah di atas memiliki keutamaan dan balasan pahala luar biasa. Maka sangat disayangkan jika seorang muslim yang mencintai Allah dan rasul-Nya, meninggalkan keutamaan lima shalat sunnah tersebut. Sangatlah disayangkan pula jika seorang muslim yang menginginkan pahala surga yang indah, melewatkan begitu saja shalat sunnah yang diperbolehkan untuk dirutinkan. Jadi, siap tambah kuantitas shalatmu?

#PUASA 25 RAMADHAN 1442. #Jum_at 07 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_17_59

#PUASA 25 RAMADHAN 1442. #Jum_at 07 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_33 #SUBUH_04_43

Kamis, 06 Mei 2021

Berniat Puasa Setelah Shubuh



jika ada yang berniat puasa setelah masuk waktu Shalat Shubuh (waktu fajar) -misal sudah jam 8 pagi-, apakah dibolehkan?


Dalam hadits disebutkan,


مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ


“Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Shubuh), maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, dan An Nasa’i no. 2333. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Adapun hadits ‘Aisyah di mana ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154)


Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalil di atas adalah dalil bagi mayoritas ulama bahwa boleh berniat di siang hari sebelum waktu zawal (matahari bergeser ke barat) pada puasa sunnah.”(Syarh Shahih Muslim, 8: 33)


Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia ditanya, “Apa hukum berniat puasa di pagi hari setelah terbit fajar shubuh dan sebelumnya belum mencicipi makan dan minum sama sekali?”


Jawab para ulama Lajnah, “Jika puasanya adalah puasa sunnah, maka sah-sah saja berniat di siang hari. Sedangkan untuk puasa wajib tidaklah sah. Niat untuk puasa wajib haruslah dilakukan sebelum terbit fajar shubuh (di malam hari). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat di malam hari (sebelum fajar shubuh, -pen)”.


Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga shalawat dan salam tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.” (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no. 17468, juz 9, hal. 150)


Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

#PUASA 24 RAMADHAN 1442. #Kamis 06 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Selasa, 04 Mei 2021

Jangan Sampai Keliru, Ini Niat Zakat Fitrah Sesuai Orang yang Mengeluarkannya

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Zakat adalah salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi dalam agama. Zakat yang wajib dibayarkan oleh umat muslim ada dua macam yakni zakat maal (zakat harta) dan zakat fitrah.

Pada kali ini, kita akan membahas terkait zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh semua umat muslim yang mampu di bulan Ramadan. Waktu pembayarannya selama bulan Ramadan hingga sebelum Solat Iedul Fitri didirikan. Lantas bagaimana cara niat zakat fitrah sesuai dengan orang yang mengeluarkannya?

Berdasarakan pendapat ulama, ada 5 cara niat membayar zakat fitrah yaitu untuk diri sendiri dan keluarga, untuk orang yang diwakilkan, niat zakat fitrah yang dibacakan suami untuk istri, niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak laki-lakinya, dan terakhir niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak perempuan.

Berikut bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan orang yang mengeluarkannya:

1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Niat ini dibaca saat seseorang mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri dan keluarga yang menjadi tanggungannya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'annii wa 'an jami'i maa tilzamunii nafaqoo tuhum syar'an fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'ala."

2. Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

Niat ini dibacakan saat seseorang membayarkan zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan. Pada saat membaca niat disebutkan nama orang yang diwakilinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk... (sebutkan nama spesifik), fardlu karena Allah Ta'ala."

3. Niat zakat fitrah yang dibacakan suami untuk istri

Niat ini dibacakan saat suami hendak membayarakan zakat untuk istrinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an zaujatii fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala.

4. Niat zakat firah yang dibacakan orang tua untuk anak laki-laki

Niat ini dibaca saat orang tua hendak membayarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an waladii [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta'ala.

5. Niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak perempuan

Niat ini dibacakan saat orang tua hendak membayarkan zakat fitrah untuk anak perempuannya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an bintii [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta'ala.



#PUASA 22 RAMADHAN 1442. #Selaaa 04 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Senin, 03 Mei 2021

Lakukan Salat Dhuha Setiap Hari Minimal 2 Rakat, 7 Ganjaran ini Dapat Dirasakan di Dunia dan Akhirat Kelak!

JAKBARNEWS - Salah satu sholat sunnah yang dipercaya punya banyak sekali keuntungan, terlebih masalah rezeki adalah sholat dhuha.

Kebanyakan umat Muslim melaksanakan shalat ini karena punya keinginan atau ingin rezekinya dilancarkan oleh Allah SWT.

Pada dasarnya, sholat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari, lebih tepatnya di waktu dhuha. Waktu ini adalah ketika matahari mulai naik dari peraduannya kurang lebih sebanyak 7 hasta sampai menjelang waktu dzuhur.

Dilansir dari video yang diunggah kanal Youtube Griya Twinza berikut 7 keutamaan sholat dhuha yang luar biasa:

1. Kebutuhannya dicukupi

Sholat Dhuha menjanjikan dicukupinya kebutuhan dan rizki seseorang dari awal hingga akhir hari.

Sholat ini memohonkan rezeki karunia Allah SWT.

Permohonan tercukupinya rezeki dalam satu hari ditemukan pada doa-doa setelah pelaksanaan Sholat Dhuha tersebut.

Dari Sholat Dhuha, Allah berjanji akan mencukup segala kebutuhannya.

Allah berfirman,

"Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu".

Sholat Dhuha juga menjadi salah satu perantara terkabulnya suatu keinginan. Sama halnya dengan pelaksanaan Sholat Hajat.

2. Mendapatkan Ghamimah/keuntungan yang cepat

Seseorang akan mendapatkan Ghamimah jika tekun melaksanakan Sholat Dhuha.

Seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW saat orang-orang mukmin akan bertempur pada suatu peperangan.

Perang tersebut berakhir dengan kemenangan dan membawa banyak rampasan perang. Rasulullah SAW bersabda,

"Maukah kalian aku tunjukkan kepada dekat dari mereka (musuh yang diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungannya) dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: Ya!"

Rasulullah berkata lagi: "Barang siapa berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan Sholat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya".

3. Mendapat rumah di surga

Melaksanaan Sholat Dhuha 12 rakaat di awal hari, Allah menjanjikan rumah di surga kelak nanti di akhirat.

"Siapa saja yang Sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga" (HR. Ibnu Majah).

4. Pahala bersedekah

Pahala dua rakaat Sholat Dhuha sebanding dengan sendi-sendi yang bersedekah, ucapan tasbih yang sedekah, ucapan tahmid yang merupakan sedekah, kalimat tahlil yang mengandung sedekah dan ucapan takbir yang juga sedekah.

5. Pintu khusus di Surga

"Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memanggil; mana ia yang melazimkan Sholat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah" (HR. Thabrani)

6. Menghapus dosa-dosa

Melaksanakan Sholat Dhuha bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan sebanyak apapun.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang menjaga Sholat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan" (HR. Tirmidzi).

7. Pahala Haji dan Umrah

Melaksanakan Sholat Dhuha dengan tekun setara dengan pahala ibadah Haji dan Umrah.

"Barangsiapa yang mengerjakan Sholat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia Sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna".****


#PUASA 21 RAMADHAN 1442. #Senin 03 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

#PUASA 21 RAMADHAN 1442. #Senin 03 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Minggu, 02 Mei 2021

#PUASA 20 RAMADHAN 1442. #Ahad 02 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

#PUASA 20 RAMADHAN 1442. #Ahad 02 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

4 Cara Cegah Tikus, Kecoak, dan Serangga Masuk ke Rumah

JAKARTA, KOMPAS.com — Kita tentu merasa kesal dan jijik saat melihat tikus, serangga, kecoak, atau jenis hama lainnya di sekitar rumah. Jika kamu menemukannya di rumah, ini artinya kamu harus segera melakukan sesuatu.
Kehadiran hama merugikan ini tidak hanya akan membuat jijik, tapi juga membawa penyakit. Untuk itu, ada baiknya kamu segera mengusirnya dan mencegahnya agar tak lagi masuk ke rumah. 
Baca juga: Tips Ampuh Menangkap Tikus yang Sering Berkeliaran di Plafon Rumah
Berikut adalah empat tips yang bisa kamu coba agar hama tak masuk ke rumah seperti dilansir dari Roohome, Sabtu (1/5/20210.
Tutup Pintu dan Jendela
Jika kamu tidak ingin hama memasuki rumah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat. Sebagian besar hama masuk ke rumah melalui ruang kecil yang tersisa di antara pintu dan jendela. 
Baca juga: 6 Hama Serangga yang Sering Menyerang Tanaman dan Cara Membasminya
Ada baiknya kamu memeriksa semua pintu dan jendela di rumah. Jika ada celah sekecil apa pun, tutup dengan bahan yang sesuai. Kamu juga bisa menyumpal celah itu dengan semen atau selembar kain.
Jika kamu sudah menutupnya, segera hubungi pengendali hama profesional agar hama bisa mati dan tidak akan kembali. 
Buang Sampah dengan Benar
Jika kamu tidak membuang sampah dengan benar, ini akan mengundang hama masuk ke dalam rumah. Sampah dan tempat sampah akan menarik hama. Untuk itu, disarankan menggunakan kantong yang tepat untuk tempat sampah serta buang sampah jika sudah penuh. 
Jangan terlalu lama menyimpan kantong sampah di tempat sampah rumah. Semakin lama sampah tinggal, semakin banyak bau yang ditimbulkannya dan semakin banyak hama yang tertarik dengan aromanya. 
Selain itu, pastikan menjaga tempat sampah agar tetap bersih karena tempat sampah yang kotor bisa mengundang hama seperti tikus, serangga, dan kecoak. 
Rawat Taman di Halaman Rumah
Jika kamu memiliki taman di halaman, entah itu taman kecil atau besar, sebaiknya jangan membiarkannya terlantar. Rawat dan potonglah cabang pohon serta daun yang telah tumbuh tinggi di taman. 
Menjaga tanaman dalam kondisi bersih itu penting agar tak dijadikan sebagai sarang oleh hama seperti tikus, kecoak, juga serangga. 
Pastikan memotong cabang pohon yang masuk ke rumah dan gunakan batu untuk menjaga agar taman tetap terpisah dari rumah. Tanaman adalah rumah bagi hama. Untuk itu, rawatlah taman dan jagalah kebersihannya. 
Gunakan Pestisida
Cara lain membasmi hama dan menjauhkannya dari rumah adalah menggunakan pestisida. Kamu bisa menyebarkan pestisida ke semua area umah. Jika takut pestisida akan membahayakan kesehatan keluarga atau hewan peliharaan, kamu dapat memilih pestisida organik yang lebih aman.

Ada banyak pestisida yang tersedia di pasaran dan kamu bisa memilih salah satu yang paling sesuai dengan lingkungan rumahmu.