Senin, 06 Desember 2021

3 Orang Ini Kuburannya Sempit Sampai Kiamat


Tiga Orang yang Kuburannya Sempit Sampai Kiamat


Berdasarkan ayat al-Qur`an dan Hadits Nabi, azab kubur itu ada. 

Di antara mereka ada yang kuburannya dipersempit dan dihimpit. Pada tulisan ini akan disebutkan 3 contoh orang yang kuburannya sempit.


Tiga contoh yang akan dikemukan dalam tulisan ini, terkait 3 orang yang kuburannya sempit, penyebab mereka disiksa, ada yang karena terkait hubungan dengan manusia, ada yang terkait dengan Allah dan ada yang berkaitan dengan manusia dan Allah sekaligus. Berikut ini rinciannya:


Pertama, mengambil tanah orang secara zalim, meski hanya sejengkal atau sehasta. Sabada Nabi:


مَنْ اقْتَطَعَ شِبْرًا مِنْ الْأَرْضِ ظُلْمًا طَوَّقَهُ اللَّهُ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ


Baca Juga:

No Content Available


“Barangsiapa mengambil sejengkal tanah saudaranya dengan zhalim, niscaya Allah akan menghimpitnya dengan tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.” (HR. Muslim) Orang yang dalam hidupnya mengambil tanah orang lain secara zalim, walau itu hanya sejengkal, atau lebih kecil dari itu, maka ini akan mempersempit kuburannya.


Terkait hal ini ada kisah menarik. Suatu hari Arwa binti Uwais menuduh Sa’id bin Zaid telah mengambil sebagian dari tanahnya, lantas dia mengadukan kepada Marwan bin Hakam, maka Sa’id berkata: “Mungkinkah saya mengambil sebagian tanah miliknya setelah saya mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”


Marwan berkata: “Apa yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Sa’id menjawab, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah dengan cara zhalim, maka pada hari kiamat ia akan dihimpit dengan tujuh lapis bumi.”


Lalu Marwan berkata kepadanya, “Saya tidak akan menanyakan bukti lagi kepadamu setelah mendengar (sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini. Kemudian Sa’id berdo’a, “Ya Allah, jika ia (wanita) berdusta, maka butakanlah matanya dan bunuhlah dia di tanahnya sendiri.” Urwah berkata: “Ternyata dia (Arwa) tidak meninggal kecuali dalam keadaan buta, dan tatkala dia berjalan-jalan di tanah pekarangannya, tiba-tiba dia terpeleset ke dalam lubang dan meninggal dunia.” (HR. Muslim)


Kedua, orang munafik. Yaitu orang yang menampakkan secara lahiriah beriman, tapi hatinya mengingkarinya. Tampak dari luar sebagai muslim, tapi hatinya sangat membencinya.


Ketika dalam kubur, orang demikian tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat. Lalu dikatakan kepada bumi: “Himpitlah dia!” Lantas bumi menghimpitnya hingga persendiannya hancur. Dan dia terus diadzab di dalamnya hingga Allah membangkitkan dari tempat tidurnya.” (HR. Tirmidzi)


Ketiga, orang kafir. Yaitu orang yang secara terang-terangan tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadits cukup panjang Nabi menceritakan apa yang dialami orang kafir dalam kubur, bahwa orang kafir akan diberi permadani dan pakaian dari neraka, pintu-pintu neraka pun dibuka, kemudian didatangkan kepadanya panas dan baunya neraka, lalu kuburnya disempitkan hingga tulangnya saling berhimpitan.


Lalu orang kafir itu dibelenggu dalam keadaan buta dan bisu. Tak hanya itu, disediakan sebuah pemukul dari besi untuknya, sekiranya pemukul itu dipukulkan pada sebuah gunung niscaya akan menjadi debu. Orang kafir itu kemudian dipukul dengan pemukul tersebut hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk dari ujung timur hingga ujung barat -kecuali jin dan manusia- hingga menjadi debu. Baru kemudian ruhnya dikembalikan lagi.” (HR. Abu Dawud)


Dari keterangan beberapa hadits itu, setidaknya ada 3 contoh orang yang kuburannya sempit sampai kiamat: Pertama, orang yang mengambil tanah orang lain secara zalim, sekecil apapun itu. Kedua, orang munafik. Ketiga, orang kafir.


Oleh karena itu, bagi orang yang ingin kuburannya tak sempit, maka jangan mengambil tanah yang bukan haknya sekecil apapun itu, kemudian jangan menjadi orang munafik dan yang terakhir berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang sebenar-benarnya.


Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyatakan kuburan yang sempit:


إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً، وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِيًا مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ


“Dalam kubur ada sebuah himpitan, seandainya ada seorang yang selamat darinya, maka Sa’ad bin Muadz termasuk orangnya.” (HR. Ahmad) Semoga, kuburan kita tidak sempit, bahkan dihimpit. Dan untuk itu, perlu meneladani hayat Saad bin Mu’adz Radhiyallahu ‘anhu. Semoga tidak mengalami nasib seperti 3 orang yang kuburannya sempit sampai kiamat. (MBS)

Walau Tertutup, 3 Pakaian Ini Mengundang Dosa dan Laknat Allah, Segera Buang Kata Ustadz Adi Hidayat


- Ternyata ada tiga jenis pakaian yang sangat dibenci Allah SWT.


Menurut Ustadz Adi Hidayat, pakaian-pakaian ini sangat haram dipakai oleh umat muslim.


Walaupun pakaian ini tidak memperlihatkan aurat tidak menjamin bahwa pakaian ini dibolehkan.


Lantas pakaian seperti apa yang dilarang dalam Islam untuk dikenakan?.


Dilansir PortalJember.com dari kanal YouTube Ceramah Pendek yang diunggah pada 18 Januari 2018, Ustadz Adi Hidayat sebut pakaian yang dimaksud.


Pakaian merupakan suatu hal yang wajib sekali dikenakan oleh manusia.


Karena dengan memakai pakaian, tubuh manusia akan tertutup dan tidak akan terlihat oleh orang lain.


Apalagi untuk umat muslim, pakaian menjadi salah satu yang wajib dikenakan dan memiliki ketentuan tersendiri.


Pakaian yang dikenakan oleh umat muslim harus menutupi bagian tubuh yang haram jika diperlihatkan atau dipamerkan kepada orang lain.


Ternyata, tidak selamanya pakaian yang menutupi aurat dapat diterima oleh Allah SWT.


Dalam sebuah ceramah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan beberapa pakaian yang haram jika dikenakan, walaupun tertutup.


1. Syuhroh


Syuhroh merupakan suatu pakaian yang biasa dikenakan atau bahkan menutupi aurat. Pada dasarnya, pakaian ini tidak diharamkan jika dikenakan.


Namun ketika pakaian itu berubah niatnya menjadi ingin pamer dan ingin mendapatkan pujian orang dengan apa yang dikenakannya.


"Orang yang terbiasa mengenakan pakaian syuhroh (pamer) di dunia, maka Allah akan berikan pakaian hinaan saat nanti di akhirat," kata Ustadz Adi Hidayat.


Itulah yang membuat pakaian tersebut menjadi haram dan mengundang laknat Allah SWT.


2. Tasyabbuh


Jenis pakaian yang satu ini adalah tasyabbuh, pakaian yang menyerupai agama lain.


Ketika seseorang mengenakan pakaian yang sama persis seperti agama lain, maka hukumnya haram jika terus dipakai.


Walaupun pakaian yang menyerupai agama lain itu menutupi aurat seperti jubah-jubah, tetap dianggap haram.


Bahkan bukan hanya baju saja, atribut yang menyerupai mereka sangat diharamkan oleh Allah SWT.


2. Tasyabbuh


Jenis pakaian yang satu ini adalah tasyabbuh, pakaian yang menyerupai agama lain.


Ketika seseorang mengenakan pakaian yang sama persis seperti agama lain, maka hukumnya haram jika terus dipakai.


Walaupun pakaian yang menyerupai agama lain itu menutupi aurat seperti jubah-jubah, tetap dianggap haram.


Bahkan bukan hanya baju saja, atribut yang menyerupai mereka sangat diharamkan oleh Allah SWT.


"Atribut-atribut agama lain tidak boleh dikenakan, haram hukumnya," kata Ustadz Adi Hidayat.


Baca Juga: Amal Ibadah Seumur Hidup Bisa Lenyap Seketika karena 1 Perbuatan Dosa Ini Kata Ustadz Abdul Somad


3. Pakaian yang tertukar


Tidak ada yang salah dalam pakaiannya tetapi yang salah ada cara penempatannya.


Banyak sekali orang-orang yang mengenakan pakaian yang dikhususkan laki-laki tetapi dikenakan oleh perempuan, begitupun sebaliknya.


"Allah melaknat laki-laki yang keperempuanan atau perempuan yang kelaki-lakian," kata Ustadz Adi Hidayat.


Sekecil apapun jangan pernah menyerupai apa yang bukan jadi ketetapan Allah SWT.


Maka tinggalkanlah pakai seperti itu, pakailah pakaian yang semestinya dikenakan oleh perempuan yang senantiasa menutupi aurat.


Untuk laki-laki kenakanlah pakaian yang seharusnya dipakai oleh kaum laki-laki.


Dengan begitu, pakaian yang dikenakan akan mendatangkan pahala bukan laknat dan murka Allah SWT.


Jadikan pakaian sebagai penghantar umat muslim untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.***

Senin, 29 November 2021

Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut:


Pertama,


 Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.


Kedua,


 Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.


Ketiga,


 Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.


Keempat,


 Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.


Kelima,


 Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.


Keenam,


 Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.

Apa yg harus dilakukan oleh anak ketika orang tua melakukan kesalahan hingga anak sakit hati ?


Bakti pada orang tua tak terhapus ketika orang tua memiliki akhlak buruk kepada anak. Dalam kelas keimanan yang tinggi, kesabaran adalah pilihan tepat untuk dijalani, meski mungkin sangat berat untuk ditapaki. Meski berat semoga berbalas surga. Karena hanya orang sabar yang hadiahnya tak terbatas. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 10 :


قُلْ يَـٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌۭ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ


Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Jika Anda Berusia di Atas 60 Tahun, Suka Makan Terong, Justru Hindarkan dari Penyakit Kronis Ini



LINGKAR MADIUN - Pada kesempatan kali ini, ada informasi menarik mengenai manfaat mengonsumsi terong.


Terong adalah makanan padat nutrisi, artinya mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat dengan sedikit kalori.


Satu cangkir (82 gram) terong mentah mengandung nutrisi berikut:


Kalori: 20


Karbohidrat: 5 gram


Serat: 3 gram


Protein: 1 gram


Mangan: 10% dari RDI


Folat: 5% dari RDI


Kalium: 5% dari RDI


Vitamin K: 4% dari RDI


Vitamin C: 3% dari RDI


Terong juga mengandung sejumlah kecil nutrisi lain, termasuk niasin, magnesium, dan tembaga.


Selain itu, manfaat terong dapat melindungi tubuh Anda melawan kanker, khususnya bagi Anda yang berusia di atas 60 tahun.


Dimana usia tersebut, imunitas tubuh cepat menurun.


Terong mengandung beberapa zat yang menunjukkan potensi dalam melawan sel kanker.


Misalnya, solasodine rhamnosyl glycosides (SRGs) adalah sejenis senyawa yang ditemukan di beberapa tanaman nightshade, termasuk terong.


Beberapa penelitian pada menunjukkan bahwa SRG dapat menyebabkan kematian sel kanker dan juga dapat membantu mengurangi kambuhnya jenis kanker tertentu.


Penelitian tentang topik ini, SRG telah terbukti sangat efektif melawan kanker kulit bila diterapkan langsung ke kulit.


Selain itu, beberapa penelitian telah menemukan bahwa makan lebih banyak buah dan sayuran, seperti terong, dapat melindungi terhadap berbagai jenis kanker.


Satu ulasan melihat sekitar 200 penelitian menemukan bahwa makan buah dan sayuran dikaitkan dengan perlindungan terhadap kanker pankreas, lambung, kolorektal, kandung kemih, serviks, dan payudara.


Setelah membaca informasi di atas, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda tentang kesehatan.***

Pilihlah Pasangan Karena Agamanya



mencari pasangan tak semudah yang dibayangkan meski Allah menjanjikan jodoh masing-masing umatnya. Namun jodoh bisa datang dari mana saja, bahkan dari tempat yang jauh sekali pun.


Setiap orang pasti menginginkan pasangan yang sempurna dari mulai fisik sampai sifat dan perilaku. Tapi ada satu catatan penting, ketika seseorang memilih pasangan yang akan menemani seumur hidup.


"Di dalam Islam ketika memilih pasangan itu tolak ukurnya adalah agama, tapi secara fisik tidak memungkiri memang naluri seorang manusia biasa itu menginginkan yang ganteng, cantik itu adalah sesuatu yang fitrahnya,"


Sebab, menurut Ustaz Rizqi jika pasangannya dipilih dari agama akan menjawab segala hal, ketika menjalani hidup rumah tangga. Seseorang yang taat pada agama akan berpikir bijak dan bertanggung jawab saat menghadapi sebuah masalah.


"Karena dari sisi agamanya yang akan menuntaskan dan menjawab segala hal permasalahan rumah tangga, nantinya ketika terjadi perseteruan segala macam, kedewasaan dan agama ini yang akan membimbing mereka dalam menyelesaikan masalah di rumah tangganya," ucapnya.


Ilustrasi.

Bolehkah Langsung Shalat Sunnah Ketika Adzan Belum Selesai?



Jika seseorang masuk masjid, lalu adzan belum selesai, apakah sebaiknya ia langsung shalat sunnah ketika adzan belum selesai?

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:


الأفضل أن يجيب المؤذن ثم يدعو بعد ذلك بما ورد ، ثم يدخل في سنة المسجد ( أي : تحية المسجد ) ، إلا أن بعض العلماء استثنوا من ذلك من دخل المسجد والمؤذن يؤذن يوم الجمعة ، فإنه يصلي تحية المسجد لأجل أن يستمع للخطبة ، وعللوا ذلك بأن سماع الخطبة واجب ، وإجابة المؤذن ليست واجبة


Yang lebih utama adalah menjawab adzan sampai selesai lalu setelah itu membaca doa setelah adzan, lalu baru shalat sunnah tahiyyatul masjid. Namun, sebagian ulama mengecualikan ketika keadaan masuk masjid dan muadzin sedang adzan dalam shalat jum’at. Dalam keadaan ini yang lebih utama adalah tetap shalat tahiyyatul masjid (walaupun masih adzan) agar bisa mendengarkan khutbah. Para ulama memberi alasan bahwasanya mendengarkan khutbah itu wajib dan menjawab adzan itu tidak wajib.

Bertepuk Tangan, Apa Hukumnya dalam Islam?



Telah terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang hukum bertepuk tangan (At-Tashfiiq atau At-Tashfiih). Umumnya mereka mencelanya dan menyebutnya sebagai perbuatan haram minimal makruh. Namun ada pula yang membolehkan jika untuk menyemangati anak-anak.


Tidak diingkari bahwa bertepuk tangan adalah cara kaum wanita untuk meluruskan kesalahan imam ketika shalat, sedangkan kaum laki-laki dengan cara bertasbih.


Dalam hadits disebutkan:


عن النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ


Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang terganggu dalam shalatnya oleh suatu hal maka bertasbihlah, sesungguhnya jika dia bertasbih hendaknya menengok kepadanya, dan bertepuk tangan hanyalah untuk kaum wanita.” 


(HR. Bukhari No. 652, Muslim No. 421, Abu Daud No. 940, Ibnu Hibban No. 2260, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 3147, 5089, Ibnu Khuzaimah No. 1623, Malik dalam Al Muwaththa’ No. 390) 


Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:


 يجوز التسبيح للرجال والتصفيق للنساء إذا عرض أمر من الامور، كتنبيه الامام إذا أخطأ وكالاذن للداخل أو الارشاد للاعمى أو نحو ذلك.


“Dibolehkan bagi laki-laki bertasbih dan bertepuk tangan bagi wanita, jika ada hal yang membuatnya tidak nyaman seperti: mengingatkan imam ketika berbuat kesalahan, memberi izin kepada orang yang akan masuk, atau memandu orang buta atau yang semisalnya.” 


(Fiqhus Sunnah,1/264)


Kecuali menurut Imam Malik yang menurutnya baik laki-laki dan wanita sama saja, yaitu tasbih. Berikut keterangannya:


قال: المشروع في حق الرجال والنساء جميعاً التسبيح دون التصفيق


 Imam Malik berkata: yang disyariatkan adalah yang mesti dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita semuanya adalah bertasbih, bukan bertepuk tangan. 


(Mir’ah Al Mafatih, 3/358)


Tetapi pendapat ini menyelisihi hadits di atas. Wallahu A’lam


Nah, karena itu beragam alasan disampaikan untuk melarang bertepuk tangan, diantaranya:


1. Tepuk tangan adalah perbuatan wanita, maka terlarang bagi laki-laki menyerupai mereka.


Imam Abu Thayyib Syamsul ‘Azhim mengatakan:


وَكَانَ مَنْعُ النِّسَاءِ مِنَ التَّسْبِيحِ لِأَنَّهَا مَأْمُورَةٌ بِخَفْضِ صَوْتِهَا فِي الصَّلَاةِ مُطْلَقًا لِمَا يُخْشَى مِنَ الِافْتِتَانِ وَمُنِعَ الرِّجَالُ مِنَ التَّصْفِيقِ لِأَنَّهُ مِنْ شَأْنِ النِّسَاءِ


Wanita dilarang bertasbih karena mereka diperintahkan untuk merendahkan suaranya dalam shalat secara mutlak sebab dikhawatiri terjadi fitnah, sedangkan dilarang bagi kaum laki-laki untuk melakukan tepuk tangan karena itu adalah perbuatan kaum wanita. 


(‘Aunul Ma’bud, 3/152)


Imam Asy-Syaukani mengatakan:


قَوْلُهُ: ” إنَّمَا التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ ” يَدُلُّ عَلَى مَنْعِ الرِّجَالِ مِنْهُ مُطْلَقًا


Sabdanya “tepuk tangan untuk kaum wanita” menunjukkan terlarangnya secara mutlak (umum) hal tersebut bagi kaum laki-laki. 


(Nailul Authar, 3/178)


Imam Al-Qurthubi berkata –sebagaimana dikutip oleh Syaikh Abul Hasan Al-Mubarkafuri sebagai berikut:


 القول بمشروعية التصفيق للنساء هو الصحيح خبراً ونظراً؛ لأنها مأمورة بخفض صوتها مطلقاً لما يخشى من الإفتان، ومن ثم منعت من الأذان مطلقاً، ومن الإقامة للرجال، ومنع الرجال من التصفيق؛ لأنه من شأن النساء.


 Pendapat yang sesuai syariat adalah bertepuk tangan bagi kaum wanita adalah benar, baik secara khabar (berita) maupun pemahaman, karena mereka diperintahkan untuk menundukkan suaranya secara mutlak karena dikhawatiri terjadi fitnah, begitu pula terlarangnya bagi mereka untuk azan secara mutlak, meng-iqamatkan shalatnya kaum laki-laki, dan terlarang bagi kaum laki-laki untuk bertepuk tangan karena itu adalah perbuatan wanita. 


(Mir’ah Al-Mafatih, 3/358)


2. Bertepuk tangan adalah kebiasaan orang kafir dalam peribadatan mereka


Allah Taala berfirman:


وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً


Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. (QS. Al Anfal: 35)


3. Bertepuk tangan juga perbuatan ahli maksiat dan kefasikan


Imam Ash Shan’ani mengatakan:


وَأَمَّا الرَّقْصُ وَالتَّصْفِيقُ فَشَأْنُ أَهْلِ الْفِسْقِ


Ada pun menari dan bertepuk tangan, itu adalah perbuatan ahli kefasikan. 


(Subulus Salam, 2/192)


Sedangkan orang beriman, mereka bertakbir ketika ada hal-hal yang mengagumkan, bukan bertepuk tangan.


Syaikh Abdullah Al-Bassam mengatakan:


ولهذا فإني أهيب بجميع المسلمين أن يفزعوا إلى التكبير عندما يعجبهم أمر، فهذا سنة نبيهم، وليس التصفيق الذي جاءنا من أعدائنا المستعمرين، وخاصة في اجتماعاتهم ومؤتمراتهم.


Oleh karena itu saya tegaskan kepada semua kaum muslimin agar mereka membiasakan takbir ketika ada sesuatu yang mengagumkan, dan itulah sunah nabi mereka, bukan dengan bertepuk tangan yang merupakan budaya musuh-musuh kita yang memasuki budaya kita, khususnya dalam acara pertemuan dan muktamar. 


(Taisir Al-‘Alam Syarh ‘Umdatil Ahkam, 1/258)


Bertepuk Tangan Di luar shalat Jika ada kebutuhan


Jika bertepuk tangan karena ada kebutuhan untuk melakukannya seperti sedang memanggil seseorang, maka itu tetap dimakruhkan. Ada pun tanpa kebutuhan untuk maka haram, apalagi sengaja untuk menyerupai wanita atau sekadar hiburan saja.


Hal ini disebutkan dalam oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami Al-Makki Rahimahullah –ulama madzhab Syafi’i- sebagai berikut:


وَفِي فَتَاوَى م ر سُئِلَ عَنْ التَّصْفِيقِ خَارِجَ الصَّلَاةِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ فَأَجَابَ إنْ قَصَدَ الرَّجُلُ بِذَلِكَ اللَّهْوَ أَوْ التَّشَبُّهَ بِالنِّسَاءِ حَرُمَ وَإِلَّا كُرِهَ انْتَهَى


Dalam fatwa-fatwa Imam Ar-Ramli, Beliau ditanya tentang bertepuk tangan di luar shalat tanpa adanya kebutuhan. Beliau menjawab: jika seorang laki-laki bermaksud dengan tepuk tangannya itu adalah untuk senda gurau atau menyerupai wanita maka itu diharamkan, jika bukan karena itu, maka itu makruh. Selesai. 


(Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj, 2/150)


Dalam kitab Nihayatul Muhtaj ada keterangan lebih detail sebagai berikut:


وَفِي فَتَاوَى م ر سُئِلَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنْ قَوْلِ الزَّرْكَشِيّ إنَّ التَّصْفِيقَ بِالْيَدِ لِلرِّجَالِ لِلَّهْوِ حَرَامٌ لِمَا فِيهِ مِنْ التَّشَبُّهِ بِالنِّسَاءِ هَلْ هُوَ مُسَلَّمٌ أَمْ لَا، وَهَلْ الْحُرْمَةُ مُقَيَّدَةٌ بِمَا إذَا قُصِدَ التَّشَبُّهُ أَوْ يُقَالُ مَا اخْتَصَّ بِهِ النِّسَاءُ يَحْرُمُ عَلَى الرِّجَالِ فِعْلُهُ، وَإِنْ لَمْ يُقْصَدْ بِهِ التَّشَبُّهُ بِالنِّسَاءِ.


فَأَجَابَ هُوَ مُسَلَّمٌ حَيْثُ كَانَ لِلَّهْوِ، وَإِنْ لَمْ يُقْصَدْ بِهِ التَّشَبُّهُ بِالنِّسَاءِ. وَسُئِلَ عَنْ التَّصْفِيقِ خَارِجَ الصَّلَاةِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ هَلْ هُوَ حَرَامٌ أَمْ لَا؟ فَأَجَابَ إنْ قَصَدَ الرَّجُلُ بِذَلِكَ التَّشَبُّهَ بِالنِّسَاءِ حَرُمَ، وَإِلَّا كُرِهَ. اه


Imam Ar-Ramli Radhiallahu ‘Anhu dalam fatwa-fatwanya ditanya tentang perkataan Az-Zarkasyi “bertepuk tangan bagi kaum laki-laki untuk hiburan adalah haram” karena di dalamnya mengandung penyerupaan terhadap wanita, apakah pendapat ini bisa diterima atau tidak , dan apakah keharaman itu terikat dengan sebab penyerupaan dengan wanita ataukah dikatakan itu khusus wanita dan haram bagi laki-laki melakukannya walau pun dia tidak bermaksud menyerupai wanita.


Beliau menjawab: “Pendapat itu bisa diterima jika bertepuk tangan dilakukan untuk hiburan walau pun dia tidak bermaksud menyerupai kaum wanita.” Dia juga ditanya tentang bertepuk tangan di luar shalat tanpa ada keperluan, apakah itu haram atau tidak? Beliau menjawab: “Jika seorang laki-laki bertepuk tangan bermaksud menyerupai wanita maka itu diharamkan, jika tidak bermaksud demikian, maka itu dimakruhkan.” 


(Nihayatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, 2/47. Lihat juga Hasyiah Al-Jumal, 1/432)


Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah – dia termasuk Hambali kontemporer- pernah ditanya tentang hukum bertepuk tangan dalam sebuah haflah (acara), Beliau menjawab:


 التصفيق في الحفلات من أعمال الجاهلية وأقل ما يقال فيه الكراهة، والأظهر في الدليل تحريمه؛ لأن المسلمين منهيون عن التشبه بالكفرة وقد قال الله سبحانه في وصف الكفار من أهل مكة {وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً} 


قال العلماء المكاء الصفير والتصدية التصفيق والسنة للمؤمن إذا رأى أو سمع ما يعجبه أو ما ينكره أن يقول: سبحان الله أو يقول: الله أكبر كما صح ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث كثيرة، ويشرع التصفيق للنساء خاصة إذا نابهن شيء في الصلاة أو كن مع الرجال فسهى الإمام في الصلاة فإنه يشرع لهن التنبيه بالتصفيق أما الرجال فينبهونه بالتسبيح كما صحت بذلك السنة عن النبي صلى الله عليه وسلم وبهذا يعلم أن التصفيق من الرجال فيه تشبه بالكفرة وبالنساء وكلا ذلك منهي عنه. والله ولي التوفيق.


Bertepuk tangan dalam berbagai acara adalah perbuatan jahiliyah, minimal seperti yang dikatakan, hal itu adalah makruh. Secara lahiriyah dalilnya menunjukkan haram. Karena kaum muslimin dilarang menyerupai orang-orang kafir. Allah Taala berfirman dalam menyifati orang kafir Mekkah: (Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.)


Para ulama mengatakan, Al-Mukaa’ artinya siulan, dan At-Tashfiiq artinya tepuk tangan. Bagi seorang muslim, yang sesuai sunah jika melihat atau mendengar hal yang mengagumkan atau hal yang diingkari hendaknya mengucapkan Subhanallah atau Allahu Akbar, sebagaimana yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat hadits yang banyak. Secara khusus, bertepuk tangan itu dilakukan oleh kaum wanita ketika terjadi sesuatu pada mereka dalam shalatnya atau ketika mereka shalat bersama kaum laki-laki dan imam melakukan kelalaian, maka bagi mereka disyariatkan memberikan peringatan dengan cara bertepuk tangan. Ada pun kaum laki-laki memberikan peringatan dengan cara bertasbih, sebagaimana telah shahih sunah tersebut dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan ini, diketahui bahwasanya bertepuk tangan bagi kaum laki-laki adalah perbuatan yang menyerupai kaum wanita dan kekafiran, keduanya terlarang baginya. Wallahu waliyut Taufiq. 


(Majmuu’ Fatawa Ibni Baaz, 4/151)


Pendapat yang memberikan keringanan


 1. Sebagian ulama ada yang merinci masalah tepuk tangan ini, haram, makruh, dan boleh tergantung keadaan, motivasi, dan siapa pelakunya. Berikut ini fatwa-fatwa mereka:


Beliau berkata:


فالتصفيق عموماً له حالتان:


الأولى: أن يكون داخل الصلاة لمن نابه شيء، وهذا منهي عنه للرجال مستحب للنساء، فقد روى البخاري ومسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من نابه شيء في صلاته فليسبح فإنه إذا سبح التفت إليه، وإنما التصفيق للنساء.


والثانية: أن يكون خارج الصلاة.. والتصفيق خارج الصلاة على قسمين:


الأول: أن يكون لحاجة، كالاستئذان والتنبيه وملاعبة النساء لأطفالهن أو تحسين النشيد ونحو ذلك فهذا جائز، قال في حاشية الجمل 1/432: وأفتى شيخنا الرملي بأنه لا يحرم حيث لم يقصد به اللعب…… وإن احتيج إليه لتحسين صناعة من إنشاد ونحوه، ومنه ما تفعله النساء عند ملاعبة أولادهن. انتهى


والثاني: أن يكون لغير حاجة، وهذا منهي عنه.. فمن العلماء من حرمه ومنهم من كرهه، ودليل النهي قوله تعالى عن المشركين: وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ [الأنفال:35] قال المفسرون التصدية: التصفيق. وعليه، فلا بأس في ما ذكر في السؤال إذا خلا من محاذير شرعية أخرى.


والله أعلم.


Secara umum, bertepuk tangan ada dua keadaan:


Pertama


. Terjadi di dalam shalat bagi untuk yang keliru, ini terlarang bagi laki-laki namun sunah bagi wanita. Imam Al Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang terganggu dalam shalatnya oleh suatu hal maka bertasbihlah, sesungguhnya jika dia bertasbih hendaknya menengok kepadanya, dan bertepuk tangan hanyalah untuk kaum wanita.”


Kedua


. Bertepuk tangan di luar shalat, ini ada dua jenis:


Berkata para ahli tafsir: At-Tashdiyah artinya At-Tashfiiq (bertepuk tangan). Atas dasar ini, maka apa-apa yang ditanyakan itu tidaklah mengapa selama tidak mengandung perkara yang memang dilarang oleh syariah. 


(Fatawa Syabakah Islamiyah, 9/3584)


Beliau ditanya tentang hukum bertepuk tangan dalam berbagai acara:


التصفيق في الحفلات ليس من عادة السلف الصالح وإنما كانوا إذا أعجبهم شيء سبحوا أحيانا أو كبروا أحيانا لكنهم لا يكبرون تكبيرا جماعيا ولا يسبحون تسبيحا جماعيا بل كل واحد يكبر لنفسه أو يسبح لنفسه بدون أن يكون هناك رفع صوت بحيث يسمعه من بقربه فالأولى الكف عن التصفيق ولكننا لا نقول بأنه حرام لأنه قد شاع بين المسلمين اليوم والناس لا يتخذونه عبادة ولهذا لا يصح الاستدلال على تحريمه بقوله تعالي عن المشركين (وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً) فإن المشركين يتخذون التصفيق عند البيت عبادة وهؤلاء الذين يصفقون عند سماع ما يعجبهم أو رؤية ما يعجبهم لا يريدون بذلك العبادة وخلاصة القول أن ترك هذا التصفيق أولى وأحسن ولكنه ليس بحرام.


Bertepuk tangan dalam berbagai acara bukanlah kebiasaan salafush shalih. Jika ada hal-hal yang mengagumkan kadang mereka bertasbih kadang mereka bertakbir. Tapi mereka tidak bertakbir dan bertasbih bersama-sama, melainkan mereka lakukan sendiri-sendiri, tanpa meninggikan suara yang bisa didengar oleh orang yang di dekatnya. Maka, yang lebih utama adalah menahan diri dari bertepuk tangan. Tetapi kami tidak mengatakan bahwa itu haram, karena hal itu sudah terjadi di antara kaum muslimin sampai hari ini dan mereka tidak menjadikannya sebagai sarana beribadah. Oleh karena itu, tidak benar berdalil atas pengharamannya itu dengan firman Allah Taala tentang kaum musyrikin: Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.


Kaum musyrikin menjadikan bertepuk tangan adalah cara ibadah di Baitullah. Sedangkan mereka yang bertepuk tangan ketika mendengarkan atau melihat sesuatu yang mengagumkan tidaklah memaksudkan hal itu sebagai ibadah. Kesimpulannya, bahwa meninggalkan tepuk tangan adalah lebih utama dan lebih baik, tetapi dia tidaklah haram. 


(Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb, 24/2)


Demikianlah masalah ini, umumnya para imam kaum muslimin berpendapat mengharamkan jika hal itu untuk menyerupai wanita, hiburan, dan permainan. Adapun jika ada kebutuhan untuk bertepuk tangan mereka memakruhkan, bahkan ada yang membolehkan. Pembolehan ini selama tidak ada perkara lain yang terlarang, karena hukum dasar semua urusan dunia adalah mubah selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya. Wallahu a’lam

Jumat, 26 November 2021

Aturan Makanan dan Gaya Hidup untuk Pasien Kanker Kolorektal



https://hellosehat.com/kanker/kanker-usus-besar/stadium-kanker-kolorektal/


Mengapa orang baik selalu tersakiti dan sulit bahagia ?



Pertama, pertanyaan ini kan dibuat oleh kita. Orang baik selalu tersakiti dan sulit untuk bahagia, yang mengklaim seperti itu kan kita. Kalau misalkan dari Allah SWT, kita sama tahu bahwa Allah SWT tidak akan pernah mau melakukan hal ini kepada hamba-hambanya.


Ketika Allah memberikan ujian apapun kepada kita, itu sebetulnya sesuatu hal yang terbaik bagi diri kita. Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk kita bahagia.


Kata-kata selalu disakiti lalu kemudian sulit bahagia itu hanya ekspresi yang keluar dari dalam pikiran kita. Jadi sebetulnya kembali lagi kepada kita, kalau kita mau bahagia, kita harus mengendalikan hati kita.


Kita terima apa yang Allah SWT berikan, yakinkan bahwa apa yang Allah berikan kepada kita walaupun kelihatannya adalah sebuah kesulitan, tetapi itu adalah hal yang terbaik buat kita. Kita harus husnuzan kepada Allah.


Sehingga dengan seperti itu , kita senantiasa qanaah (menerima) semuanya. Misalnya, ada yang menyakiti kita, maka disitulah tempat kita introspeksi diri sebagai seorang muslim. Apakah ada dosa kita kepada orang lain? Atau ini ujian dari dari Allah SWT?


Kalau memang tidak ada yang salah dari diri kita, berarti ini ujian dari Allah. Sebab, Allah sayang sama kita. Tidak ada segala sesuatu yang Allah lakukan untuk membuat hamba-Nya tidak bahagia.


Jadi itu hanya ekspresi kita saja. Jadikanlah semuanya itu sebagai sebuah sarana untuk beribadah kepada Allah SWT dan sarana pahala atas apa yang kita alami. Maka dengan seperti itu insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang dalam keadaan pahit, namun tetap bahagia.


Kesimpulannya, sikapi dengan baik sangka. Berbaik sangka pada apa yang telah digariskan oleh Allah kepada kita, bahwa Allah SWT tidak akan pernah zalim kepada hamba-hambanya. Justru jika kita dalam keadaan tersakiti misalnya di-bully maka bersenanglah, sebab hal itu menjadi cambuk untuk kita bisa membuktikan diri kita.


Bayangkan jika hal tersebut tak pernah terjadi dalam diri kita, kita juga tidak akan pernah merasa terpacu untuk lebih baik lagi. Tidak ada semangat untuk merubah diri, maka pandanglah endingnya itu sebenarnya adalah anugerah.

Ketiduran shalat subuh bagaimana cara mebgganti shalatnya ?



Shalat subuh adalah satu dari sekian banyak shalat fardlu, yang waktu untuk mendirikannya adalah sebelum terbitnya matahari dari ufuk timur dan berahir dengan ufuk timur sudah semakin terang. Begitulah aturannya, setiap shalat mempunyai waktunya sendiri-sendiri. Sebagaimana firman Allah QS an-Nisa ayat 103 :


إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا


“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.


Kehidupan tak selamanya mulus sesuai rencana. Alarm sudah disiapkan dari jam 04.00, namun alangkah terkejutnya ketika mata terbuka sudah menunjukkan jam 06.00. Lantas bagaimana kabar shalah subuhnya? Haruskan mendirikan shalat shubuh pada waktu itu juga? Sekalian digabungkan bersama shalat dhuha? Ataukah besok aja pas pada waktunya?


Menurut jumhur ulama, ketika shalat wajib terlalaikan karena unsur ketidaksengajaan, seperti ketiduran atau lupa, maka wajib qadha ketika seseorag tersebut sadar dan ingat akan kewajiban tersebut. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah :


أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا


“Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar”.  (HR. Muslim, 311/681)


Disebutkan juga oleh Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah dalam uraian kitab Fiqhus Sunnah bahwa mengqadha shalat adalah wajib menurut kesepakatan ulama bagi orang yang lupa dan tertidur. Kejadian tersebut juga pernah dialami oleh Nabi dan para sahabat. Maka dari itu, kita bisa mengambil pelajaran dan mengerti bagaimana solusi terbaiknya. Dan yang pasti, hal tersebut bukan untuk menjadi kebiasaaan, tetapi jikalau sesekali terjadi pada suatu waktu.


Kisah Nabi dan para sahabat tersebut diceritakan oleh Imran bin Husain Radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut :


أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ، فَأَدْلَجُوا لَيْلَتَهُمْ، حَتَّى إِذَا كَانَ وَجْهُ الصُّبْحِ عَرَّسُوا، فَغَلَبَتْهُمْ أَعْيُنُهُمْ حَتَّى ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ، فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ لاَ يُوقَظُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَامِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، فَاسْتَيْقَظَ عُمَرُ، فَقَعَدَ أَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَجَعَلَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَنَزَلَ وَصَلَّى بِنَا الغَدَاة


“Mereka bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, Beliau tidak membangunkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terbangun. Lalu beliau keluar dan Shalat Subuh bersama kami.” (HR. Bukhari (3571), Muslim (312/682)).


Alhasil, jam berapapun bangunnya bersegeralah melaksanakan shalat shubuh dengan niat mengqadha. Pada saat itu juga, tidak menunggu atau merangkap dalam shalat dhuha. Begitu pula jika baru bangun di waktu dzuhur, maka shalat subuhlah ketika ingat dan sadar.


Adapun niatnya adalah sebagai berikut :


أصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاءً لِله تعالى


“Usholli fardha shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qadaan lillahi ta’ala”


Saya niat sholat fardhu shubuh dua roka’at,menghadap qiblat, halnya qodho karena Allah.


Sumber : Islami.co

Rabu, 24 November 2021

Dibakar Dalam Tungku Api Sampai Datangnya Hari Kiamat, Inilah Azab Khusus Allah Berikan untuk Pezina



Apa saja azab yang khusus diberikan Allah untuk seorang pezina? Berikut ini penjelasannya.


Termasuk ke dalam perbuatan yang sangat buruk dan hina, maka sangat wajah jika zina mendatangkan mkemurkaan Allah.


Bahkan jangankan menjadi pelakunya, untuk sekadar mendekatinya saja dilarang oleh Allah.


Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran surat Al-Isra' ayat 32,


Artinya:


"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al_sira':32)


Oleh sebab itu, Allah memberikan azab khusus bagi pelaku zina.


Berikut ini beberapa azab yang khusus untuk para pelaku zina yang dibagikan melalui kanal YouTube Nasihat Muslim.


1. Mendapat azab kubur dibakar dalam tungku api sampai datangnya hari kiamat


Imam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Samurah bun Jundub.


Dalam hadits itu disebutkan bahwa Rasulullah didatangi oleh Malaikat Jibril dan Mikail.


Beliau berkisah, " Kami berangkat sehingga sampai di suatu tempat semisal 'tannur', bagian atasnya sempit sedangkan bgaian bawahnya luas.


Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut. Kami melihatnya ternyata ada banyak laki-laki dan perempuan telanjang.


Mereka dibakar api yang ada di bawahnya, mereka menjerit oleh panasnya yang dahsyat.


Aku bertanya, "Wahai Jibril siapakah mereka?"


Jibril menjawab,"Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah azab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat." (HR. Al-Bukhari)


2. Tidak diajak bicara oleh Allah Subhanahuwata'ala pada hari kiamat


Pada hari kiamat seluruh makhluk sangat membutuhkan syafaat, tidak terkecuali para pelaku zina.


Namun bagaimana mereka akan mendapat syafaat sedangkan mereka tidak akan diajak bicara (tidak dihiraukan) oleh Allah Subhanahuwata'ala.


"Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan dilihat dan tidak akan disucikan dan bagi mereka azab yang pedih, yaitu orangtua yang berzina, raja (penguasa) yang pendusta, dan orang miskin yang sombong." (HR. Muslim)


3. Pelakunya kekal di neraka


Perbuatan zina akan membuat pelakunya kekal di neraka. Hal ini akan menimpa para pelaku zina yang tidak bertaubat dan tidak menyesali perbuatannya.


Azab untuk mereka akan dilipatgandakan dan akan disiksa dalam keadaan yang paling hina.


Sebagaimana mereka merasakan nikmat dari ujung rambut sampai ujung kaki ketika berzina.


Maka demikian pula mereka akan merasakan azab dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam kedaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubta dan beriman, dan mengerjakan amal sholeh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 68-70)


Selain kekal di neraka, mereka juga akan ditempatkan pada neraka yang paling busuk baunya.


Kemaluan para pezina akan mengeluarkan bau yang sangat busuk sehingga membuat penghuni neraka marah kepada mereka.


Inu Zaid salah seorang imam dalam bidang tafsir berkta, sesungguhnya bau kemaluan para pezina benar-benar menyiksa para penghuni neraka.


Dengan menegtahui begitu bahayanya perbuatan zina, maka hendaknya umat Islam menghindari perbuatan yang sangat hina ini.


Semoga kita segera bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah sbeelum terlambat.


Karena sebaik-baiknya manusia ialah yang bertaubat dan mengakui kesalahannya di hadapan Allah.


Ilustrasi

Selasa, 23 November 2021

Segera Istighfar Bila Mimpi 7 Hewan Ini, Tanda Orang Jahat Sedang Mendekati Kata Ustadz Khalid Basalamah

 


Berikut ini penjelasan Ustadz Khalid Basalamah tentang hewan dan mimpi.


Orang yang didalam mimpinya didatangi tujuh hewan berikut, menjadi tanda dari Allah akan ada orang jahat yang mendekatinya.


Lantas hewan apa saja yang dimaksud oleh Ustadz Khalid Basalamah tersebut? Berikut jawabannya.


Dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah kanal YouTube Cahaya Islam ID pada Minggu, 29 Juli 2018 mengungkap tentang hewan-hewan pembawa bahaya tersebut.


Allah sebagai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang selalu ingin memberikan perlindungan kepada hamba-Nya.


Banyak cara yang dilakukan Allah agar seorang hamba yang dicintainya selamat dari balak dan musibah.


Salah satu cara yang biasa dilakukan ilaha memberikan firasat dalam bentuk bunga tidur atau mimpi.


Seseorang yang mengalami mimpi tertentu, bisa saja menjadi petunjuk dari Allah tentang masa depannya.


Menurut Ustadz Khalid Basalamah, ada mimpi yang menunjukkan bahwa seseorang akan didekati oleh orang jahat.


Di dalam bunga tidur itu, seseorang yang akan didekati orang jahat akan bertemu dengan tujuh hewan.


Hal ini sudah disepakati oleh para ulama sehingga kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.


"Kata para ulama siapa yang mimpi tujuh hewan ini, (yaitu) ular, kalajengking, rajawali, gagak, tikus, anjing buas, dan cicak menandakan ada orang buruk yang sedang mendekati dia," tegasnya.


Salah seorang ulama yang membenarkan hal tersebut ialah Ibnu Sirin. Bahkan, mimpi tujuh hewan tersebut juga jadi tanda seseorang kena sihir.


"Sering juga orang kalau kena sihir itu mempunya mesti salah satu dari tujuh hewan ini," ujarnya.


Maka dari itu, seseorang dianjurkan mengucapkan istighfar agar Allah bisa memberikan perlindungan kepada orang tersebut.


Itulah tujuh hewan yang yang jadi pertanda buruk bila hadir di alam mimpi menurut Ustadz Khalid Basalamah.***

Inilah Tiga Tanda Kalau Kamu Ikhlas

 


Allah akan senantiasa menolong kaum muslimin karena keikhlasan sebagian orang dari umat ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ


“Allah akan menolong umat ini karena sebab orang miskin, karena do’a orang miskin tersebut, karena shalat mereka dan karena keikhlasan mereka dalam beramal.”


[1] Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amalan, di samping amalan tersebut harus sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa ikhlas, amalan jadi sia-sia belaka. Ibnul Qayyim dalam Al Fawa-id memberikan nasehat yang sangat indah tentang ikhlas, “Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.”


Perintah untuk Ikhlas


Setiap amalan sangat tergantung pada niat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى


“Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.”


[2] Dan niat itu sangat tergantung dengan keikhlasan pada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,


وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ


“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)


Allah pun mengetahui segala sesuatu yang ada dalam isi hati hamba. Allah Ta’ala berfirman,


قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ


“Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”.” (QS. Ali Imran: 29)


Dalam ayat lainnya, Allah memperingatkan dari bahaya riya’ –yang merupakan lawan dari ikhlas- dalam firman-Nya,


لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ


“Jika kamu mempersekutukan (Rabbmu), niscaya akan hapuslah amalmu.” (QS. Az Zumar: 65)


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ


“Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (maksudnya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya.”


[3] An Nawawi mengatakan, “Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa.”


[4] Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Barangsiapa yang menutut ilmu yang sebenarnya harus ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, namun ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan materi duniawi, maka ia tidak akan pernah mencium bau surga pada hari kiamat nanti.”


[5] Pengertian Ikhlas Menurut Para Ulama


Para ulama menjelaskan ikhlas dengan beberapa pengertian, namun sebenarnya hakikatnya sama. Berikut perkataan ulama-ulama tersebut.


[6] Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan, “Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.”


Abul Qosim juga mengatakan, “Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”


Jika kita sedang melakukan suatu amalan maka hendaklah kita tidak bercita-cita ingin mendapatkan pujian makhluk. Cukuplah Allah saja yang memuji amalan kebajikan kita. Dan seharusnya yang dicari adalah ridho Allah, bukan komentar dan pujian manusia.


Hudzaifah Al Mar’asiy mengatakan, “Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zhohir (lahiriyah) dan batin.” Berkebalikan dengan riya’. Riya’ adalah amalan zhohir (yang tampak) lebih baik dari amalan batin yang tidak ditampakkan. Sedangkan ikhlas, minimalnya adalah sama antara lahiriyah dan batin.


Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:


Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.


Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.


Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’. Beramal karena manusia termasuk kesyirikan. Sedangkan ikhlas adalah engkau terselamatkan dari dua hal tadi.”


Ada empat definisi dari ikhlas yang bisa kita simpulkan dari perkataan ulama di atas.


Meniatkan suatu amalan hanya untuk Allah.


Tidak mengharap-harap pujian manusia dalam beramal.


Kesamaan antara sesuatu yang tampak dan yang tersembunyi.


Mengharap balasan dari amalannya di akhirat.