Sabtu, 16 Mei 2020

Dianggap Biasa, Inilah Sebab Tergelincirnya Kaum Wanita ke Neraka (Bag. 2)

Oleh: Ustaz Farid Nu'man Hasan ChanelMuslim.com--

Wanita, dengan segala kelebihannya, mampu membawa dirinya ke surga maupun neraka. Ada beberapa aktivitas yang dianggap biasa tapi ternyata mampu menggelincirkan para wanita ke neraka. Menyakiti/Mengganggu Tetangga dengan Lisannya Salah satu sebab tergelincirnya kaum wanita adalah kurang menjaga lisan terhadap tetangganya. Selalu saja ada "objek" yang dibicarakan tentang mereka. Baik yang disukai atau tidak, yang positif atau negatif sehingga membuat tetangganya tidak nyaman dan terganggu oleh perbuatannya Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu: قيل للنبى - صلى الله عليه وسلم - إن فلانة تقوم الليل وتصوم النهار وتفعل وتفعل الخيرات وتتصدق وتؤذى جيرانها بلسانها فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - لا خير فيها هى من أهل النار قيل وفلانة تصلى المكتوبة وتتصدق من الأثوار من الأقط ولا تؤذى أحد فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - هى من أهل الجنة Dikatakan kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam: "Si Fulanah (wanita), rajin shalat malam, shaum di siang hari, banyak melakukan kebajikan dan bersedekah, tapi mulutnya suka mengganggu tetangganya." Nabi menjawab: "Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk ahli neraka." Dikatakan lagi: "Sementara, Si Fulanah dia hanya shalat wajib, bersedekah, tapi tidak pernah menyakiti siapa pun." Nabi Shalallahu'Alaihi wa Sallam menjawab: "Dia termasuk penduduk surga." (HR. Bukhari, Adabul Mufrad no. 119, Al Hakim, 4/116, Ahmad, 2/440) Dalam hadits lain: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ Dari Abu Hurairah, Bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya." (HR. Muslim no. 73) Dari Abu Musa Al Asy'ariy Radhiallahu 'Anhu: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْمُسْلِمِينَ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ Bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam ditanya: "Muslim yang bagaimana yang paling utama?" Beliau menjawab: "Yaitu orang yang muslim lainnya aman dari lisan dan tangannya." (HR. At Tirmidzi no. 2627, kata Imam At Tirmidzi: Hasan Shahih) Bagaimana mungkin seorang muslim menyakiti saudara seorang muslim, apalagi itu tetangganya sendiri, kepada hewan saja kita dilarang menyakiti? Imam Al Fudhail bin 'Iyadh berkata: والله ما يحل لك أن تؤذي كلباً ولا خنزيراً بغير حق، فكيف تؤذي مسلما؟ Demi Allah, tidak halal bagimu menyakiti anjing dan babi dengan tanpa alasan yang benar, lalu bagaimana kau bisa menyakiti seorang muslim? (Durar min Aqwaal Aimmah As Salaf) Wallahu a'lam (Bersambung ..)

Doa agar Sukses Dunia Akhirat


  1. Sukses adalah dambaan setiap orang, siapa pun dan di mana pun. Selama proses mencapai kesuksesan, seseorang membutuhkan tekad yang kuat untuk mewujudkannya, usaha yang maksimal dan doa yang tidak pernah putus. Dalam Alquran, Allah telah menurunkan sebuah ayat luar biasa yang bisa kita gunakan sebagai doa untuk mencapai kesuksesan tersebut. Ayat ini biasa dikenal dengan doa sapu jagad. Menurut jumhur ulama doa ini mencakup semua permintaan manusia, dunia mapun akhirat. Sebab itu dinamakan doa sapu jagad, karena seluruh permintaan manusia pada hakikatnya tidak lepas dari kesuksesan dunia dan akhirat. Ayat tersebut berbunyi: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS. Albaqarah ; 201) Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak doa tersebut guna mencapai apa yang kita inginkan. Sebagaimana sahabat Anas bin Malik mengatakan: كَانَ أكثرُ دعاءِ النبيّ – صلى الله عليه وسلم – : (( اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ )) متفقٌ عَلَيْهِ . “Doa yang lebih sering diucapkan Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam adalah Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari no. 4522 dan Muslim no. 2690) Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menerangkan juga bahwa Rasulullah tidak berdoa melainkan dengan doa tersebut. Begitupun dengan orang sholeh dan kita yang menginginkan banyak kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ibnu Hajar menyebutnya sebagai berikut: لَمْ يَدْعُ نَبِيّ وَلَا صَالِح بِشَيْءٍ إِلَّا دَخَلَ فِي هَذَا الدُّعَاء “Tidaklah seorang nabi maupun orang shalih berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” (Fathul Bari, 2: 322). Doa sapu jagad mencakup tiga ha,l yakni meminta kebaikan dunia, kebaikan akhirat dan terbebas dari api neraka. Bukankah begitu yang diharapkan dalam kehidupan manusia, tidak hanya melulu doa untuk di dunia, tapi juga berdoa untuk kehidupannya di akhirat kelak. Doa sapu jagad juga dipercaya bisa mendatangkan jodoh yang soleh dan soleha. Hal ini berdasarkan tafsir dari Ibnu Abbas Abbas ra., yang mengatakan bahwa makna hasanah atau kebahagian dunia salah satunya ialah menikahi orang yang shaleh dan shaleha. Sehingga sering membaca doa ini setelah shalat merupakan salah satu cara agar Allah mempertemukan dengan belahan jiwa kita. Doa yang sering kita ucapkan ini ternyata punya kandungan makna yang mendalam. Semoga bisa kita amalkan dan pahami maknanya sehingga kita pun bisa bersungguh-sungguh dalam berdoa. #julu_siri Syam Alam

Reaksi Ali Ngabalin ketika UAS berbicara