Kamis, 21 Mei 2020

Doa 'Disehatkan Badan, Mata,& Telinga' Dibaca 3 Kali di Pagi dan Sore

 Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, ia bekata kepada ayahnya, "Wahai Ayah, mengapa aku selalu mendengar Ayah membaca sebuah doa dan mengulang-ulangnya sampai tiga kali setiap pagi dan sore?" اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَاَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ “Ya Allah, sehatkanlah tubuhku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau." Abu Bakrah menjawab, إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَدْعُو بِهِنَّ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa dengan doa itu, maka aku suka mengikuti sunnahnya.” (HR. Abu Dawud, no. 5090. Syaikh Al-Albani menilainya sebagai “hasanul Isnad”. Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Bazza menghassankan isnadnya di Tuhfah al-Akhyar: 26) Keterangan Doa Kesempurnaan ibadah seorang hamba sangat berkait dengan kesehatan fisik, mata dan telinga. Karenanya, kita temukan juga doa lain agar senantiasa diberi kenikmatan pada pendengaran, penglihatan, dan kekuatan fisik. Sedangkan nilai kemuliaan kita terletak kepada ubudiyah kita kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala. Sehingga sangat penting sekali doa ini bagi yang menyadari pentingnya ibadah bai dirinya. Al-Afiyah dari Allah kepada fisik berarti dijauhkan dari berbagai penyakit dan bala’. Sehingga fungsinya tetap baik. Lalu disebutkan mata dan telinga setelah meminta kesehatan fisik, karena keduanya memiliki koneksi sangat kut terhadap hati. Juga menjadi unsur paling penting untuk masuknya nutrisi hati. Di mana hati menentukan baik atau tidaknya (perbuatan) anggota badah. Dalam doa ini juga disebutkan perlindungan dari kefakiran dan kekufuran. Ini menunjukkan hubungan keduanya. Banyak orang terjerumus kepada kekufuran karena sebab kefakiran. Kefakiran juga menjadi sebab seseorang terhalang dari amal dengan hartanya. Adapun kekufuran adalah doa besar yang sangat membuat Allah murka. Doa ini juga mengandung perlindungan dari siksa kubur. Ini menunjukkan adanya siksa di alam kubur. Siksanya berlanjut sampai terjadinya kiamat. Ia menjadi muqaddimah sebelum siksa sempurna di hari kiamat. Wal’iyadhu billah. Keistimewaan doa ini –di antaranya- di tutup dengan kalimat tauhid. Kalimat agung yang lebih berat daripada langit dan bumi. Apabila seorang hamba meninggal dengannya ia pasti masuk surga. Faidah Hadits 1. Pentingnya mendidik anak dengan keshalihan ayah. Ulama mengatakan bahwa keshalihan ayah akan berpengaruh kepada anak, begitu juga dosa ayah akan berpengaruh kepada anak. Maka semestinya para orangtua, khususnya ayah, selalu memperbaiki hubungannya dengan Allah Subahanahu wa Ta'ala. [Baca: Pengaruh Kesalihan Orang Tua Kepada Anak-anaknya] 2. Mengeraskan bacaan doa dan dzikir supaya didengar dan ditiru oleh anak atau murid. Andaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak mengeraskan suara beliau, tentu para sahabat kesulitan mengetahui apa yang beliau baca saat itu. 3. Pentingnya membaca wirid pagi dan sore, karena wirid itu merupakan nutrisi sekaligus imunisasi bagi setiap muslim. 4. Pentingnya kesehatan, baik jasmani maupun rohani. 5. Pentingnya memohon perlindungan dari kefakiran, kekufuran dan siksa kubur. 6. Pentingnya mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Selasa, 19 Mei 2020

Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya

Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya Kok bisa begitu? Pertama : Godaan Bahwa Tarawih 'Cuma' Sunnah. Selalu saja muncul godaan dan bisikan setan, bahwa shalat tarawih itu hukumnya cuma sunnah, bukan wajib. Jadi kalau pun tidak dikerjakan hukumnya kan tidak berdosa. Tidak ada yang salah sih sebenarnya dari kalimat di atas. Seluruh ulama tanpa terkecuali sepakat berijma' bahwa shalat tarawih itu hukumnya memang sunnah dan bukan wajib. Sehingga tidak mengapa kalau tidak dikerjakan. Tetapi, justru pada kalimat 'tidak mengapa' itulah terdapat titik pangkal masalahnya. Karena tidak dikerjakan tidak apa-apa alias tidak berdosa, maka banyak dari kita yang menyepelekan shalat tarawih ini. Kadang-kadang shalat dan sering-seringnya malah tidak. Di tengah jamaah aktifis dakwah jumlahnya bejibun itu, saya yakin kalau 100% mereka pasti berpuasa siang hari selama Ramadhan. Tentu dengan pengecualian akhawat yang sedang haidh, nifas atau hamil. Wajar lah, namanya juga puasa wajib, masak sih aktifis dakwah tidak puasa? Tentu aneh sekali, bukan? Tetapi yang sering saya saksikan, banyak sekali aktifis dakwah yang madol, ngabur, ngacir dan mbolos dari shalat tarawih berjamaah di masjid, khususnya di malam-malam Ramadhan penuh ampunan ini. Alasannya tidak lain karena tarawih bukan kewajiban, hukumnya cuma sunnah. Catatan absensi ibadah puasa bisa sebulan penuh terisi, tapi catatan absensi shalat tarawih di masjid, hehe mbrodol . . . Kedua : Godaan Bahwa Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah Ini godaan yang kedua, yaitu bisikan lembut di dalam batin bahwa shalat tarawih itu toh tidak harus dikerjakan berjamaah di masjid. Boleh juga dilakukan sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Secara hukum shalat sudah benar sih, tarawih itu tetap sah bila dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Tidak ada yang melarang hal itu. Tetapi kalau kita merujuk kepada tarawih di masa Rasulullah SAW dan zaman shahabat, nampaknya tidak ada satu pun dari mereka yang shalat tarawih sendiri-sendiri, apalagi di rumah. Di masa Rasulullah SAW, dari tiga malam tarawih yang dikerjakan beliau SAW, semuanya diikuti sejumlah besar shahabat, mereka lalukan dengan berjamaah, bukan di rumah-rumah melainkan di dalam masjid Nabawi. Justru alasan kenapa kemudian dihentikan setelah tiga malam, karena alasan semakin banyaknya jumlah jamaah yang ikut tarawih di masjid. Beliau SAW khawatir dengan semakin banyaknya jamaah itu, lantas tiba-tiba tarawih diwajibkan. Sepeninggal Rasulullah SAW dan sudah tidak ada lagi kekhawatiran diwajibkan, banyak shahabat yang shalat sunnah dan baca quran sendiri-sendiri. Melihat hal itu Umar bin Al-Khattab segera mengoreksinya. Sebab cara itu justru dianggap tidak sejalan dengan sunnah yang dicontohkan Nabi SAW. Maka di tahun kedua masa pemerintahannya, shalat tarawih dihidupkan kembali, dengan cara shalat tarawih berjamaah, dengan satu imam, dilaksanakan di dalam masjid hingga menjadi bagian utuh syiar ibadah qiyam Ramadhan. Seluruh shahabat berijma' akan hal itu, dan shalat tarawih berjamaah di masjid itu pun diikuti oleh seluruh masjid di seluruh bentangan negeri Islam. Dan terus menerus dilaksanakan oleh umat Islam sedunia sepanjang abad 14 ini. Eh, tiba-tiba hari ini malah ada 'godaan' untuk menghilangkan sunnah yang sudah berjalan 14 abad ini dengan cara tarawih sendiri-sendiri di rumah. Memang sah tapi tidak sejalan dengan sunnah. Ketiga : Godaan Bahwa Tarawih di Masjid Terlalu Cepat Ini godaan yang ketiga, sifatnya agak teknis semata. Entah bagaimana di negeri kita ini, shalat tarawih terkesan dilaksanakan dengan agak terburu-buru. Begitu selesai shalat Isya', langsung dikejar dengan shalat tarawih dengan speed yang lumayan tinggi. Tidak ada yang salah sih sebenarnya, toh hal itu boleh-boleh saja hukumnya. Hanya saja, mengingat waktu shalat Maghrib sempat terpotong dengan berbuka puasa, bahkan shalat Maghribnya pun sebaiknya dimundurkan, lha kok malah shalat Isya' dan tarawihnya didesain langsung tancap gas. Bagi kebanyakan bangsa kita yang makan nasi, rasanya harus ada jeda sedikit sebelum memulai lagi shalat tarawih. Biar nasinya turun dulu, entah turun kemana, mungkin ke jempol kaki. Mungkin akan lebih bijaksana bila antara Maghrib dan Isya waktunya sedikit agak diperpanjang. Katakanlah kalau masuk waktu Isya' jam 19.00, bisa saja agak dimuncurkan shalatnya setengah menjadi jam 19.30. Biar ada kesempatan untuk istirahat sejenak, bagi mereka yang berbuka puasa untuk bisa ikut tarawih dengan nyaman. Dan akan lebih bijak lagi, bila speed shalat tarawih itu jangan telalu tinggi. biar bisa khusyu' mendengarkan alunan ayat Al-Quran dan agar bisa thuma'ninah saat rukuk, i'tidal dan sujud. Lalu jeda antara dua-dua rakaat itu dibikin sedikit lebih lama. Namanya saja shalat tarawih, artinya adalah shalat yang banyak istirahatnya. Tidak harus terburu-buru mengejar 20 rakaat dalam 20 menit. Wah, tarawih seperti ini sangat super high speed sekali. Tapi itulah yang lebih sering dilakukan di masjid-masjid, saking cepatnya, jadi ada godaan untuk tarawih sendiri-sendiri di rumah. Katanya, biar lebih khusyu'. Astaghfirullah, banyak sekali godaan shalat tarawih sesuai sunnah, ya.
Mudah Dihafal, Yuk Amalkan 5 Kalimat Zikir Ini Agar Dosa Kita Terampuni
10 Hari Terakhir Ramadhan, Aa Gym Ajak Umat Perbanyak Doa Ini

Kasus perkelahian amad


Ini Tata Cara dan Bacaan Niat Shalat Idul Fitri di Rumah, Berjamaah atau Sendiri

Senin, 18 Mei 2020

Tutorial Cara Mengkompres Video Menggunakan Handbrake Blog rAkip - Assalamualaikum Wr. Wb.. Kali ini Akip akan mengajarkan cara mengkompres video dengan sebuah software yang bernama Handbrake. Tau Handbrake kan? Kalau gak tau, ya sudah, simak penjelasan berikut. Tenang, gak panjang kok... :D Apa itu Handbrake? Handbrake adalah sebuah alat untuk mengkonversi video (termasuk mengkompres) dari hampir semua format video, seperti dari .mp4, .wmv, .mkv, dll. Handbrake adalah software open source, yang artinya itu gratis, tanpa perlu membeli. Jadi, Bagaimana Cara Mengkompres Videonya? Oke oke, mari kita mulai. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut. Bagi yang kurang jelas terhadap gambarnya, bisa di klik untuk memperbesar. 1. Klik Source, terus klik Open File. 2. Pilih video yang akan di kompres (tidak ada di gambar). 3. Klik tab video. 4. Pastikan codec yang dipakai adalah H.264 (x264). 5. Centang box Web Optimized. 6. Pilih destinasi tujuan, pastikan namanya berbeda daripada nama video yang asli. 7. Klik Start, lalu tunggu sampai kelar. Aku sudah sering memakai Handbrake ini untuk mengkompres video, karena itu dapat menghemat kuota internet jika sering mengupload video ke jejaring sosial. Ukuran video terbesar yang pernah aku coba adalah sekitar 2 GB. Setelah di kompres, ukuran video langsung menjadi 51 MB. Hebat kan? Dari 2 GB menjadi 51 MB. Bagi yang belum mempunyai Handbrake, silahkan download lewat tombol di bawah. Lalu, pilih salah satu versi yang mensupport PC kalian.