Senin, 08 Juni 2020

Senin 08 Juni 2020 Awas, Allah Murka Bila Anda Duduk Seperti Ini


Awas, Allah Murka Bila Anda Duduk Seperti Ini AGAMA Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk urusan duduk. Untuk yang satu ini, memang kurang mendapat perhatian serius. Sebagian berpikir, bagaimana bisa duduk saja sampai diatur dalam agama. Namun begitulah ajaran Islam, setiap sendi kehidupan bernafas dengan aturan yang sudah ditetapkan. Peraturan yang dibuat, bukan bermaksud memberatkan, namun justru berdampak positif baik dari segi sosial dan kesehatan. Ternyata cara duduk juga diatur sedemikian rupa. Melalui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Allah mengabarkan Dia begitu murka dengan hamba-hamba-Nya yang duduk seperti ini. Sebagai muslim, sudah selayaknya kita menjauhi apa yang diperintahkan Rasul, termasuk menghindari duduk seperti berikut. Ternyata duduk yang dimurkai Allah adalah dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan. Bukankah ini sering kita lakukan? Terutama saat duduk di lantai saat menghadiri jamuan, saat bersantai bersama keluarga atau saat berada di dalam masjid. Hadis Riwayat Abu Daud dari Syirrid bin Suwaid radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah bersabda yang artinya: "Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, "Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?" (HR. Abu Daud). Syaikh Abdul Al Abbad mengatakan bahwa duduk seperti ini hukumnya haram, meski sebagian ulama lain mengatakan makruh. "Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya." (Syarh Sunan Abi Daud, 28: 49) Sementara itu Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, duduk yang dimurkai sebagaimana yang disifati Nabi dengan menjadikan tangan kiri sebagai penumpu tubuh. Namun jika meletakkan kedua tangan sebagai tumpuan, atau tangan kanan saja menjadi tumpuan, maka hal itu tidak mengapa. Lantas jika ada yang bertanya, dimana logikanya? Sebagian mungkin mengatakan, ini tidak masuk akal dan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Allah dan Rasulullah sudah memerintahkan, maka ini sudah cukup bagi seorang muslim. Masihkan kita butuh bukti lain? Jika ini perintah Allah dan Rasul-Nya, maka kita tidak butuh bukti lain. Ini adalah perintah dan jika tidak ditaati merupakan tanda kesombongan seorang muslim.

Senin 08 Juni 2020. Doa dan Amalan Membuka Pintu Rezeki, Resep Ibnu Qayyim

Minggu, 07 Juni 2020

Tak Hanya Daunnya, Batang Seledri Juga Bermanfaat!


Tak Hanya Daunnya, Batang Seledri Juga Bermanfaat!

Klikdokter.com, Jakarta Seledri pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sayuran yang biasa dipakai sebagai penyedap alami ini memiliki berbagai manfaat bagi tubuh karena kandungan serat, vitamin, dan mineralnya.

Daun seledri kerap kali digunakan dalam berbagai masakan sebagai penambah aroma. Namun, tidak hanya daunnya saja yang dapat dimanfaatkan, batang seledri pun dapat Anda konsumsi, lho.

Baik daun seledri maupun batang seledri, keduanya sama-sama dapat dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus. Bedanya, bagian batang seledri tidak sepopuler bagian daunnya.

Hal tersebut tentu disayangkan. Sebab manfaat batang seledri tidak kalah dengan sayuran lainnya. Bagi Anda yang masih asing, berikut ini beberapa manfaat batang seledri bagi kesehatan:

1. Sumber Nutrisi dan Vitamin

Seledri menyimpan berbagai vitamin dan mineral di dalamnya. Kandungan dalam batang seledri, antara lain:

  • Vitamin A.
  • Vitamin B6.
  • Vitamin C.
  • Vitamin K.
  • Serat.
  • Kalium.
  • Folat.

Selain beberapa kandungan di atas, batang seledri memiliki mineral di dalamnya, seperti:

  • Fosfor.
  • Magnesium
  • Mangan.

Artikel Lainnya: Manfaat Jus Seledri untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi

1 dari 4

2. Baik untuk Pencernaan

Baik untuk Pencernaan

Makan batang seledri memiliki manfaat untuk pencernaan karena kandungan serat yang ada di dalamnya. Serat akan membantu melancarkan pergerakan usus sehingga mencegah konstipasi.

Tak hanya itu, batang seledri juga mengandung pektin. Nah, pektin ini baik untuk memperbaiki lapisan lambung Anda.

3. Menurunkan Berat Badan

Batang seledri bisa dikonsumsi sebagai jus.  Diolah dengan cara ini, batang seledri dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, lho.

Jus batang seledri merupakan minuman rendah kalori. Pada 475 mililiter jus seledri, terkandung sekitar 85 kalori saja. Oleh sebab itu, minuman ini dipercaya bisa menurunkan berat badan. Namun demikian, belum ada bukti ilmiah mengenai manfaat ini.

4. Kaya Antioksidan

Ada sekitar 12 jenis antioksidan pada batang seledri, di antaranya beta-karoten dan flavonoid. 

Antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas dan mencegah timbulnya berbagai penyakit kronis dalam tubuh, seperti diabetespenyakit jantung koronerstrokehipertensi. Dengan makan batang seledri, Anda pun akan memperoleh sederet manfaat tersebut. 

Artikel Lainnya: Amankah Bayi Konsumsi Seledri? Ini Kata Dokter

2 dari 4

5. Menambah Imunitas Tubuh

Menambah Imunitas Tubuh

Berbagai kandungan antioksidan dan vitamin C pada batang seledri bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan vitamin bisa membantu menurunkan risiko terkena flu.

Selain itu, makan batang seledri juga bermanfaat untuk menurunkan peradangan kronis pada tubuh yang menjadi cikal bakal berbagai penyakit, seperti osteoporosis dan radang sendi.

6. Baik untuk Kesehatan Jantung

Batang seledri mengandung senyawa 3-N-butylphthalide yang dapat menurunkan hormon stres, sehingga bisa menurunkan tekanan darah. Selain itu, senyawa ini juga dapat menurunkan kolesterol jahat hingga 7 persen.

Namun, khasiat yang satu ini baru terbukti pada tikus sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaatnya pada manusia.

7. Meningkatkan Kesuburan Pria

Siapa sangka, batang seledri juga memiliki manfaat untuk kesuburan pria? Kandungan antioksidan dalam seledri bisa mengatasi radikal bebas, di mana radikal bebas ini dapat merusak kualitas sperma. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian pada tahun 2017. 

Selain itu, terdapat penelitian lain pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak seledri mengalami peningkatan jumlah sperma setelah 30 hari.

Artikel Lainnya: Benarkah Minum Jus Seledri Ampuh Mengatasi Sel Kanker?

3 dari 4

8. Menurunkan Risiko Kanker

Menurunkan Risiko Kanker

Makan batang seledri juga bermanfaat untuk mencegah kanker, karena berbagai kandungan antioksidan di dalamnya. 

Antioksidan berperan dalam mencegah radikal bebas pemicu kanker serta membunuh sel kanker. Walau demikian, belum ada bukti medis terkait khasiatnya sebagai obat kanker alami.

9. Mencegah Dehidrasi 

Perlu diketahui bahwa kandungan air pada seledri mencapai hingga 95 persen. Karena itu, seledri bisa mencegah dehidrasi juga.

Jadi, apabila cuaca sedang terik dan Anda merasa haus, bisa mengonsumsi batang seledri sebagai makanan maupun jus. 

Baca Juga

Itulah berbagai manfaat batang seledri bagi kesehatan Anda. Supaya khasiatnya optimal bagi tubuh, jangan lupa untuk mengombinasikannya dengan makanan bergizi lainnya. 

Informasi menarik seputar gaya hidup sehat bisa Anda baca di aplikasi Klikdokter. Konsultasikan juga masalah kesehatan Anda kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam.

Sabtu, 06 Juni 2020

kkkkk

Dosa Selama 80 Tahun Diampuni Berkat Salawat Ini, Yuk Amalkan!


Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan salawat terutama di Hari Jumat. Foto Ilustrasi/Istimewa " Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ". (Al-Ahzab:56) Penggalan ayat dalam Surah Al-Ahzab di atas cukup menegaskan bahwa salawat memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah Ta'ala. Keutamaan bersalawat salah satunya mendapat ganjaran 10 kali salawat dari Allah Ta'ala. Selain itu, salawat menjadi penggugur dosa dan penyebab seseorang bisa dekat dengan Nabi Muhammad shalllallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Masih banyak lagi fadhilah (keutamaan) lain yang tidak bisa dijelaskan secara rinci. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan salawat terutama di Hari Jumat. Sebagaimana Hadis dari sahabat Aus bin Aus r adhiallallahu 'anhu (RA), Rasulullah bersabda: " Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat. Karena itu perbanyaklah membaca salawat untukku. Sesungguhnya salawat kalian ditampakkan kepadaku ." Dari banyak lafaz salawat yang diajarkan Rasulullah mulai dari salawat pendek hingga salawat Ibrahimiyah, ada satu salawat yang memiliki keutamaan besar. Salawat ini bisa menjadi asbab diampuninya dosa selama 80 tahun. Sahabat Abu Hurairah RA berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Ω…َΩ†ْ Ψ΅َΩ„Ω‰َّ ΨΉَΩ„َيَّ يَوْΩ…َ Ψ§Ω„ْΨ¬ُΩ…ْΨΉَΨ©ِ Ψ«َΩ…َΨ§Ω†ِيْΩ†َ Ω…َΨ±َّΨ©ً ΨΊَفَΨ±َ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ُ Ω„َΩ‡ُ Ψ°ُΩ†ُوْΨ¨َ Ψ«َΩ…َΨ§Ω†ِيْΩ†َ Ψ³َΩ†َΨ©ً Ω‚ِيْΩ„َ: يَΨ§ Ψ±َΨ³ُوْΩ„َ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ِ Ωƒَيْفَ Ψ§Ω„Ψ΅َّΩ„Ψ§َΨ©ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒَ Ω‚َΨ§Ω„َ: Ω‚ُوْΩ„ُوْΨ§ Ψ§َΩ„Ω„ّΩ‡ُΩ…َّ Ψ΅َΩ„ِّ ΨΉَΩ„Ω‰َ Ω…ُΨ­َΩ…َّΨ―ٍ ΨΉَΨ¨ْΨ―ِΩƒَ وَΩ†َΨ¨ِيِّΩƒَ وَΨ±َΨ³ُوْΩ„ِΩƒَ Ψ§Ω„Ω†َّΨ¨ِيِّ Ψ§ْΩ„Ψ£ُΩ…ِّيِّ، وَΨͺَΨΉْΩ‚ِΨ―ُ وَΨ§Ψ­ِΨ―َΨ©ً "Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku pada hari Jumat delapan puluh kali maka Allah akan mengampuni dosanya selama delapan puluh tahun. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Ya Rasulullah, bagaimana cara membaca salawat kepadamu?" Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ucapkan: Ψ§َΩ„Ω„ّΩ‡ُΩ…َّ Ψ΅َΩ„ِّ ΨΉَΩ„Ω‰َ Ω…ُΨ­َΩ…َّΨ―ٍ ΨΉَΨ¨ْΨ―ِΩƒَ وَΩ†َΨ¨ِيِّΩƒَ وَΨ±َΨ³ُوْΩ„ِΩƒَ Ψ§Ω„Ω†َّΨ¨ِيِّ Ψ§ْΩ„Ψ£ُΩ…ِّيِّ 'Ya Allah, limpahkanlah salawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi', dan kamu hitung satu kali". (Hadis Hasan Riwayat Al-Daraquthni. Hadis ini dinilai Hasan oleh Al-Imam Ibnu Al-Nu'man dan Al-Hafizh Al-'Iraqi). Wallahu A'lam Bisshowab

Selasa, 02 Juni 2020

Jangan Lewatkan Puasa pada Hari Senin dan Kamis

Ada banyak sekali keutamaan saat beribadah pada hari senin dan kamis, salah satunya adalah ibadah puasa. Nabi saw sangat antusias berpuasa pada kedua hari ini. Dari ‘Aisyah r.a, ia mengatakan, ”Rasulullah saw sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." Rasulullah saw menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini lewat sabdanya, “Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya) Dan dalam Shahih Muslim dari hadis Abu Qatadah r.a bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab, “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya al-Qur-an kepadaku pada hari tersebut.” Seberapa sering anda berpuasa tiap senin dan kamis?

Selasa 02 Juni 2020. Salam subuh jelang fajar

Senin, 01 Juni 2020

Senin 01 Juni 2020. Sunnah Rasul Saat Bangun Tidur

Sunnah Rasul Saat Bangun Tidur tidur adalah salah satu kebutuhan manusia untuk istirahat. Namun terkadang ada beberapa sunnah yang ditinggalkan kaum muslimin ketika bangun tidur. Padahal, bangun tidur merupakan nikmat yang tidak ada bandingannya. Pagi hari menjadi momentum yang tepat mengucapkan banyak syukur karena kesempatan hidup yang diberikan Allah kepada kita. Ketika pagi hari, banyak orang yang bermalas-malasan untuk bangun dari tidurnya. Padahal, selain mendapatkan kesegaran, bangun tidur juga bisa menjadi lahan mencari ridho Allah SWT. Ketika bangun, banyak amalan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pahala. Lima hal ini senantiasa dilakukan oleh Rasulullah SAW setiap kali bangun tidur. Selain bernilai ibadah, sunnah ini juga dapat menyehatkan tubuh. Lantas apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW terjaga saat pagi hari? Pertama, mengusap wajah dengan tangan untuk hilangkan kantuk. Kedua, membaca doa bangun tidur. Ketiga, bersiwak. Keempat, mendenguskan angin dari hidung. Kemudian yang kelima, membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.

Minggu, 31 Mei 2020

Inilah Surat Pilihan yang Dibaca Rasulullah dalam Shalat

 


Inilah Surat Pilihan yang Dibaca Rasulullah dalam Shalat

Shalat lima waktu diwajibkan atas setiap muslim. Salah satu rukunnya adalah membaca surat Al Fatihah, dan salah satu sunatnya adalah membaca surat atau dalam al-qur’an selain Al Fatihah.

Jika dikalkulasikan, seorang muslim membaca surat atau ayat tersebut sebanyak sepuluh kali dalam sehari. Jika, masing-masing surat itu berbeda-beda, maka ada 10 surat yang dibaca per harinya. Namun, adakalanya seseorang hanya mengulang-ulang surat tertentu saja. Biasanya surat pendek. Jadi jatuhnya setiap sholat yang dibaca surat itu lagi itu lagi. Tidak ada variasi.

Nah, sebenarnya bagaimana sih perihal surat pilihan yang disunahkan dalam sholat ini?

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat lah seperti kalian melihat aku shalat.” Jadi, tuntunan tentang shalat ini jelas berasal dari rasulullah SAW, maka sunahnya pun merujuk padanya.

Komite Riset Departemen Fatwa yang diketuai oleh Syeikh Abdul Wahhab Al-Turairi menjelaskan pula soal ini.

1. Shalat subuh

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca surat-surat yang berbeda dari Al-Quran ketika shalat Subuh. Beberapa riwayat yang shahih menjelaskan bahwa beliau membaca Surat Al-Waqi’ah, Surat At-Takwir, Surat Al-Zalzalah di kedua rakaat. Juga diriwayatkan bahwa beliau terbiasa membaca 60 ayat dari surat-surat yang panjang di dalam Quran, seperti Surat Ar-Ruum, Surat Yaasin, dan Surat As-Shaffat.

Ketika bepergian, beliau terbiasa membaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nisa di shalat Subuh

Di hari Jumat ketika shalat Subuh, beliau terbiasa membaca Surat As-Sajdah di rakaat pertama dan Surat Al-Insan di rakaat kedua.

Beliau juga biasa membaca Ayat 136 Surat Al-Baqarah dan Ayat 64 Surat Ali-Imran ketika shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh.

2. Shalat Zuhur

Ketika shalat Zuhur, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca sekitar 30 ayat di dua rakaat pertama. Di lain kesempatan, beliau membaca Surat At-Tariq, Surat Al-Buruj, dan Surat Al-Lail. Beliau biasa memanjangkan bacaan di rakaat pertama daripada di rakaat kedua.

3. Shalat Ashar

Ketika shalat Ashar, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca sekitar 15 ayat di dua rakaat pertama. Juga, diriwayatkan bahwa beliau terbiasa membaca beberapa surat yang beliau baca di Shalat Zuhur.

4. Shalat Maghrib

Ketika Shalat Maghrib, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca Surat At-Tiin, Surat Muhammad, Surat At-Tuur, Surat Al-A’raaf, dan Surat Al-Anfal di dua rakaat pertama.

5. Shalat Isya

Dan akhirnya di Shalat Isya’, beliau terbiasa membaca Surat As-Syam, Surat Al-Insyiqaq, dan Surat At-Tiin.

Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menyarankan seorang imam Shalat Isya’ untuk membaca surat-surat yang panjang. Beliau menyuruh Muadz untuk membaca surat-surat seperti Asy-Syams, Al-A’la, Al-Alaq, dan Surat Al-Lail. Kemudian beliau bersabda, “Beberapa yang shalat di belakangmu sudah berusia tua, lemah, dan ada pula yang memiliki urusan untuk dilakukan,” (HR Bukhari & Muslim).

6. Shalat Jumat

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca Surat Al-Jumuah di rakaat pertama Shalat Jumat, dan Surat Al-Munafiqun di rakaat kedua. Juga diriwayatkan bahwa beliau membaca Surat Al-A’la di rakaat pertama dan Surat Al-Ghasiyah di rakaat kedua.

7. Shalat Witir

Beliau terbiasa membaca Surat Al-A’la, Al-Kafirun, dan Surat Al-Ikhlas di Shalat Witir.

Demikianlah surat-surat pilihan yang bisa jadi amalan sunah dalam shalat sesuai yang dilakukan Rasulullah SAW.


Shalat Dhuha, Haruskah Baca 2 Surat Ini?

MAKAN nasi tak akan lengkap jika tidak ada lauk pauknya. Begitu pula dalam melaksanakan ibadah, terutama shalat. Shalat lima waktu memanglah kewajiban. Dan akan lebih lengkap jika kita juga melaksanakan shalat sunnah. Sebab, kita tak pernah tahu apakah shalat wajib yang kita laksanakan itu telah sempurna atau kah tidak. Salah satu shalat sunnah yang baik untuk kita laksanakan ialah di pagi menjelang siang. Itulah shalat dhuha. Shalat yang dikenal sebagai pintu rezeki. Maka, orang-orang yang memiliki tujuan ingin dibukakan pintu rezeki, maka laksanakanlah shalat dhuha. Biasanya kebanyakan orang yang melaksanakan shalat dhuha membaca dua surat yang menurut mereka dianjurkan, yakni Asy-Syam dan Ad-Dhuha. Sebagaimana berdalih pada suatu keterangan, “Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan, “Barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni.” Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar Ruyani dalam Musnad¬-nya dan Ad Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al Albani, beliau mengatakan, “Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji’ bin Amr. Ibn Ma’in berkomentar tentang Musyaji’, “Yang saya tahu dia (musyaji’) adalah seorang pendusta,” (Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu, hadis ke-3774). Hadis ini juga didhaifkan oleh Al Munawi dalam Faidlul Qodir dengan alasan adanya perawi yang bernama Musyaji’ bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam Ad Dlu’afa’ mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban, “Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahi’ah dan dia adalah dhaif,” (Faidlul Qodir, 4:201). Dari dua penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah shalat dhuha. Islam tidak memberatkan. Kita tidak dituntut untuk melakukan hal di luar kekuasaan kita. Kita bisa membaca surat apa saja sesuai dengan kemampuan kita. Sebagaimana As Syaikh Ibn Baz Rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan surat As-Syamsi dan Ad-Dhuha ketika shalat dhuha. Beliau menjawab, “Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al-Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al-Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik,” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11). Jika kita ingin membaca kedua surat tersebut, maka tidak ada larangan untuk itu. Bahkan, itu adalah hal yang baik. Meski hadis tersebut dhaif, tetapi tidak ada salahnya jika kita membacanya dalam shalat dhuha. Jika belum hafal surat tersebut, maka surat lain pun tidak masalah.

Sabtu, 30 Mei 2020

Pemerintah Edarkan Surat Panduan Kegiatan Agama di Rumah Ibadah


Pemerintah melalui Kementerian Agama mengeluarkan panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 di masa pandemi. Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan, penerbitan surat edaran merupakan respon atas kerinduan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan ibadah berjemaah/kolektif dengan tetap menaati protokol kesehatan. (Foto: Humas Kemenag) "Rumah ibadah harus menjadi contoh pencegahan Covid-19," kata Razi dalam telekonferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (30/5/2020). Razi menjelaskan surat edaran itu mencakup peraturan kegiatan keagamaan intin dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah. “Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif,” tegas Razi. Razi menggarisbawahi, rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di Kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing. Surat Keterangan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan. "Sanksi pencabutan itu dilakukan agar pengurus rumah ibadah juga ikut proaktif dan bertanggungjawab dalam menegakkan disiplin penerapan protokol Covid-19," kata Razi. Untuk mendapatkan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19, kata Razi, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan permohonan surat keterangan secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya. Adapun rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, pengurus dapat mengajukan surat keterangan aman Covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

Alasan Harus Pergi Pagi untuk Cari Rejeki Karena...

Arah - Ternyata berangkat pagi-pagi untuk bekerja merupakan salah satu adab dalam mencari rezeki. Tidak hanya untuk menghindari kemacetan atau telat sampai ke kantor, lebih dari itu, ada rahasia pagi yang jarang kita ketahui. Rasulullah SAW dalam hadistnya sering menyebut tentang pagi. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki diawal hari tersebut. Lantas apa sebenarnya alasan kita harus mencari rezeki pagi-pagi? Berikut ini sabda Rasulullah dan bukti di balik anjuran itu. Ternyata, pagi hari merupakan waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Nabi Muhammad SAW sudah mendoakan secara khusus waktu ini agar menjadi waktu yang diberkahi. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi). Doa tersebut menyiratkan kepada umatnya agar senang melakukan aktivitas di awal waktu. Hanya mereka dengan kesungguhan untuk berhasil dan mendapatkan keberkahan lah yang sanggup bagun lebih pagi untuk melaksanakan aktivitas. Nabi SAW juga selalu memberangkatkan bala tentaranya ketika akan berperang pada waktu pagi. Hasilnya bisa dilihat bahwa umat Muslim pada zaman Rasulullah SAW selalu mendapatkan kemenangan, meski dengan jumlah lawan yang tidak sebanding. Hal ini juga dijelaskan dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy. “Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi). Jika dilihat dari fakta ilmiah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih. Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya. Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah SAW. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah beliau yang merupakan manusia yang paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta.