
Senin, 08 Juni 2020
Senin 08 Juni 2020 Awas, Allah Murka Bila Anda Duduk Seperti Ini

Minggu, 07 Juni 2020
Tak Hanya Daunnya, Batang Seledri Juga Bermanfaat!

Klikdokter.com, Jakarta Seledri pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sayuran yang biasa dipakai sebagai penyedap alami ini memiliki berbagai manfaat bagi tubuh karena kandungan serat, vitamin, dan mineralnya.
Daun seledri kerap kali digunakan dalam berbagai masakan sebagai penambah aroma. Namun, tidak hanya daunnya saja yang dapat dimanfaatkan, batang seledri pun dapat Anda konsumsi, lho.
Baik daun seledri maupun batang seledri, keduanya sama-sama dapat dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus. Bedanya, bagian batang seledri tidak sepopuler bagian daunnya.
Hal tersebut tentu disayangkan. Sebab manfaat batang seledri tidak kalah dengan sayuran lainnya. Bagi Anda yang masih asing, berikut ini beberapa manfaat batang seledri bagi kesehatan:
1. Sumber Nutrisi dan Vitamin
Seledri menyimpan berbagai vitamin dan mineral di dalamnya. Kandungan dalam batang seledri, antara lain:
- Vitamin A.
- Vitamin B6.
- Vitamin C.
- Vitamin K.
- Serat.
- Kalium.
- Folat.
Selain beberapa kandungan di atas, batang seledri memiliki mineral di dalamnya, seperti:
- Fosfor.
- Magnesium
- Mangan.
Artikel Lainnya: Manfaat Jus Seledri untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi
2. Baik untuk Pencernaan

Makan batang seledri memiliki manfaat untuk pencernaan karena kandungan serat yang ada di dalamnya. Serat akan membantu melancarkan pergerakan usus sehingga mencegah konstipasi.
Tak hanya itu, batang seledri juga mengandung pektin. Nah, pektin ini baik untuk memperbaiki lapisan lambung Anda.
3. Menurunkan Berat Badan
Batang seledri bisa dikonsumsi sebagai jus. Diolah dengan cara ini, batang seledri dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, lho.
Jus batang seledri merupakan minuman rendah kalori. Pada 475 mililiter jus seledri, terkandung sekitar 85 kalori saja. Oleh sebab itu, minuman ini dipercaya bisa menurunkan berat badan. Namun demikian, belum ada bukti ilmiah mengenai manfaat ini.
4. Kaya Antioksidan
Ada sekitar 12 jenis antioksidan pada batang seledri, di antaranya beta-karoten dan flavonoid.
Antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas dan mencegah timbulnya berbagai penyakit kronis dalam tubuh, seperti diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi. Dengan makan batang seledri, Anda pun akan memperoleh sederet manfaat tersebut.
Artikel Lainnya: Amankah Bayi Konsumsi Seledri? Ini Kata Dokter
5. Menambah Imunitas Tubuh

Berbagai kandungan antioksidan dan vitamin C pada batang seledri bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan vitamin bisa membantu menurunkan risiko terkena flu.
Selain itu, makan batang seledri juga bermanfaat untuk menurunkan peradangan kronis pada tubuh yang menjadi cikal bakal berbagai penyakit, seperti osteoporosis dan radang sendi.
6. Baik untuk Kesehatan Jantung
Batang seledri mengandung senyawa 3-N-butylphthalide yang dapat menurunkan hormon stres, sehingga bisa menurunkan tekanan darah. Selain itu, senyawa ini juga dapat menurunkan kolesterol jahat hingga 7 persen.
Namun, khasiat yang satu ini baru terbukti pada tikus sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaatnya pada manusia.
7. Meningkatkan Kesuburan Pria
Siapa sangka, batang seledri juga memiliki manfaat untuk kesuburan pria? Kandungan antioksidan dalam seledri bisa mengatasi radikal bebas, di mana radikal bebas ini dapat merusak kualitas sperma. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian pada tahun 2017.
Selain itu, terdapat penelitian lain pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak seledri mengalami peningkatan jumlah sperma setelah 30 hari.
Artikel Lainnya: Benarkah Minum Jus Seledri Ampuh Mengatasi Sel Kanker?
8. Menurunkan Risiko Kanker

Makan batang seledri juga bermanfaat untuk mencegah kanker, karena berbagai kandungan antioksidan di dalamnya.
Antioksidan berperan dalam mencegah radikal bebas pemicu kanker serta membunuh sel kanker. Walau demikian, belum ada bukti medis terkait khasiatnya sebagai obat kanker alami.
9. Mencegah Dehidrasi
Perlu diketahui bahwa kandungan air pada seledri mencapai hingga 95 persen. Karena itu, seledri bisa mencegah dehidrasi juga.
Jadi, apabila cuaca sedang terik dan Anda merasa haus, bisa mengonsumsi batang seledri sebagai makanan maupun jus.
Itulah berbagai manfaat batang seledri bagi kesehatan Anda. Supaya khasiatnya optimal bagi tubuh, jangan lupa untuk mengombinasikannya dengan makanan bergizi lainnya.
Informasi menarik seputar gaya hidup sehat bisa Anda baca di aplikasi Klikdokter. Konsultasikan juga masalah kesehatan Anda kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam.
Sabtu, 06 Juni 2020
Dosa Selama 80 Tahun Diampuni Berkat Salawat Ini, Yuk Amalkan!
Jumat, 05 Juni 2020
Rabu, 03 Juni 2020
Selasa, 02 Juni 2020
Jangan Lewatkan Puasa pada Hari Senin dan Kamis

Senin, 01 Juni 2020
Senin 01 Juni 2020. Sunnah Rasul Saat Bangun Tidur
tidur adalah salah satu kebutuhan manusia untuk istirahat. Namun terkadang ada beberapa sunnah yang ditinggalkan kaum muslimin ketika bangun tidur. Padahal, bangun tidur merupakan nikmat yang tidak ada bandingannya.
Pagi hari menjadi momentum yang tepat mengucapkan banyak syukur karena kesempatan hidup yang diberikan Allah kepada kita.
Ketika pagi hari, banyak orang yang bermalas-malasan untuk bangun dari tidurnya. Padahal, selain mendapatkan kesegaran, bangun tidur juga bisa menjadi lahan mencari ridho Allah SWT. Ketika bangun, banyak amalan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pahala.
Lima hal ini senantiasa dilakukan oleh Rasulullah SAW setiap kali bangun tidur. Selain bernilai ibadah, sunnah ini juga dapat menyehatkan tubuh. Lantas apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW terjaga saat pagi hari?
Pertama, mengusap wajah dengan tangan untuk hilangkan kantuk. Kedua, membaca doa bangun tidur. Ketiga, bersiwak. Keempat, mendenguskan angin dari hidung. Kemudian yang kelima, membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
Minggu, 31 Mei 2020
Inilah Surat Pilihan yang Dibaca Rasulullah dalam Shalat
Inilah Surat Pilihan yang Dibaca Rasulullah dalam Shalat
Shalat lima waktu diwajibkan atas setiap muslim. Salah satu rukunnya adalah membaca surat Al Fatihah, dan salah satu sunatnya adalah membaca surat atau dalam al-qur’an selain Al Fatihah.
Jika dikalkulasikan, seorang muslim membaca surat atau ayat tersebut sebanyak sepuluh kali dalam sehari. Jika, masing-masing surat itu berbeda-beda, maka ada 10 surat yang dibaca per harinya. Namun, adakalanya seseorang hanya mengulang-ulang surat tertentu saja. Biasanya surat pendek. Jadi jatuhnya setiap sholat yang dibaca surat itu lagi itu lagi. Tidak ada variasi.
Nah, sebenarnya bagaimana sih perihal surat pilihan yang disunahkan dalam sholat ini?
Rasulullah SAW bersabda, “Shalat lah seperti kalian melihat aku shalat.” Jadi, tuntunan tentang shalat ini jelas berasal dari rasulullah SAW, maka sunahnya pun merujuk padanya.
Komite Riset Departemen Fatwa yang diketuai oleh Syeikh Abdul Wahhab Al-Turairi menjelaskan pula soal ini.
1. Shalat subuh
Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca surat-surat yang berbeda dari Al-Quran ketika shalat Subuh. Beberapa riwayat yang shahih menjelaskan bahwa beliau membaca Surat Al-Waqi’ah, Surat At-Takwir, Surat Al-Zalzalah di kedua rakaat. Juga diriwayatkan bahwa beliau terbiasa membaca 60 ayat dari surat-surat yang panjang di dalam Quran, seperti Surat Ar-Ruum, Surat Yaasin, dan Surat As-Shaffat.
Ketika bepergian, beliau terbiasa membaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nisa di shalat Subuh
Di hari Jumat ketika shalat Subuh, beliau terbiasa membaca Surat As-Sajdah di rakaat pertama dan Surat Al-Insan di rakaat kedua.
Beliau juga biasa membaca Ayat 136 Surat Al-Baqarah dan Ayat 64 Surat Ali-Imran ketika shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh.
2. Shalat Zuhur
Ketika shalat Zuhur, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca sekitar 30 ayat di dua rakaat pertama. Di lain kesempatan, beliau membaca Surat At-Tariq, Surat Al-Buruj, dan Surat Al-Lail. Beliau biasa memanjangkan bacaan di rakaat pertama daripada di rakaat kedua.
3. Shalat Ashar
Ketika shalat Ashar, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca sekitar 15 ayat di dua rakaat pertama. Juga, diriwayatkan bahwa beliau terbiasa membaca beberapa surat yang beliau baca di Shalat Zuhur.
4. Shalat Maghrib
Ketika Shalat Maghrib, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca Surat At-Tiin, Surat Muhammad, Surat At-Tuur, Surat Al-A’raaf, dan Surat Al-Anfal di dua rakaat pertama.
5. Shalat Isya
Dan akhirnya di Shalat Isya’, beliau terbiasa membaca Surat As-Syam, Surat Al-Insyiqaq, dan Surat At-Tiin.
Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menyarankan seorang imam Shalat Isya’ untuk membaca surat-surat yang panjang. Beliau menyuruh Muadz untuk membaca surat-surat seperti Asy-Syams, Al-A’la, Al-Alaq, dan Surat Al-Lail. Kemudian beliau bersabda, “Beberapa yang shalat di belakangmu sudah berusia tua, lemah, dan ada pula yang memiliki urusan untuk dilakukan,” (HR Bukhari & Muslim).
6. Shalat Jumat
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbiasa membaca Surat Al-Jumuah di rakaat pertama Shalat Jumat, dan Surat Al-Munafiqun di rakaat kedua. Juga diriwayatkan bahwa beliau membaca Surat Al-A’la di rakaat pertama dan Surat Al-Ghasiyah di rakaat kedua.
7. Shalat Witir
Beliau terbiasa membaca Surat Al-A’la, Al-Kafirun, dan Surat Al-Ikhlas di Shalat Witir.
Demikianlah surat-surat pilihan yang bisa jadi amalan sunah dalam shalat sesuai yang dilakukan Rasulullah SAW.
Shalat Dhuha, Haruskah Baca 2 Surat Ini?
MAKAN nasi tak akan lengkap jika tidak ada lauk pauknya. Begitu pula dalam melaksanakan ibadah, terutama shalat. Shalat lima waktu memanglah kewajiban. Dan akan lebih lengkap jika kita juga melaksanakan shalat sunnah. Sebab, kita tak pernah tahu apakah shalat wajib yang kita laksanakan itu telah sempurna atau kah tidak.
Salah satu shalat sunnah yang baik untuk kita laksanakan ialah di pagi menjelang siang. Itulah shalat dhuha. Shalat yang dikenal sebagai pintu rezeki. Maka, orang-orang yang memiliki tujuan ingin dibukakan pintu rezeki, maka laksanakanlah shalat dhuha.
Biasanya kebanyakan orang yang melaksanakan shalat dhuha membaca dua surat yang menurut mereka dianjurkan, yakni Asy-Syam dan Ad-Dhuha. Sebagaimana berdalih pada suatu keterangan, “Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.”
Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan, “Barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni.”
Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar Ruyani dalam Musnad¬-nya dan Ad Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al Albani, beliau mengatakan, “Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji’ bin Amr. Ibn Ma’in berkomentar tentang Musyaji’, “Yang saya tahu dia (musyaji’) adalah seorang pendusta,” (Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu, hadis ke-3774).
Hadis ini juga didhaifkan oleh Al Munawi dalam Faidlul Qodir dengan alasan adanya perawi yang bernama Musyaji’ bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam Ad Dlu’afa’ mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban, “Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahi’ah dan dia adalah dhaif,” (Faidlul Qodir, 4:201).
Dari dua penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah shalat dhuha.
Islam tidak memberatkan. Kita tidak dituntut untuk melakukan hal di luar kekuasaan kita. Kita bisa membaca surat apa saja sesuai dengan kemampuan kita. Sebagaimana As Syaikh Ibn Baz Rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan surat As-Syamsi dan Ad-Dhuha ketika shalat dhuha. Beliau menjawab, “Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al-Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al-Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik,” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11).
Jika kita ingin membaca kedua surat tersebut, maka tidak ada larangan untuk itu. Bahkan, itu adalah hal yang baik. Meski hadis tersebut dhaif, tetapi tidak ada salahnya jika kita membacanya dalam shalat dhuha. Jika belum hafal surat tersebut, maka surat lain pun tidak masalah.
Sabtu, 30 Mei 2020
Pemerintah Edarkan Surat Panduan Kegiatan Agama di Rumah Ibadah
Alasan Harus Pergi Pagi untuk Cari Rejeki Karena...
Arah - Ternyata berangkat pagi-pagi untuk bekerja merupakan salah satu adab dalam mencari rezeki. Tidak hanya untuk menghindari kemacetan atau telat sampai ke kantor, lebih dari itu, ada rahasia pagi yang jarang kita ketahui.
Rasulullah SAW dalam hadistnya sering menyebut tentang pagi. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki diawal hari tersebut. Lantas apa sebenarnya alasan kita harus mencari rezeki pagi-pagi? Berikut ini sabda Rasulullah dan bukti di balik anjuran itu.
Ternyata, pagi hari merupakan waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Nabi Muhammad SAW sudah mendoakan secara khusus waktu ini agar menjadi waktu yang diberkahi. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Doa tersebut menyiratkan kepada umatnya agar senang melakukan aktivitas di awal waktu. Hanya mereka dengan kesungguhan untuk berhasil dan mendapatkan keberkahan lah yang sanggup bagun lebih pagi untuk melaksanakan aktivitas.
Nabi SAW juga selalu memberangkatkan bala tentaranya ketika akan berperang pada waktu pagi. Hasilnya bisa dilihat bahwa umat Muslim pada zaman Rasulullah SAW selalu mendapatkan kemenangan, meski dengan jumlah lawan yang tidak sebanding. Hal ini juga dijelaskan dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy.
“Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Jika dilihat dari fakta ilmiah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih.
Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya.
Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah SAW. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah beliau yang merupakan manusia yang paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta.





