Sabtu, 10 Juli 2021

PARFUM DAN SCARLETT

 *_POSTINGAN PROMOSI_*

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Sembari iseng, siapa tahu ada diantara rekan dan teman #julusiri yg bersedia dan berminat menjadi Reseller atau mitra parfum ini

😁😁


Bisa langsung teman-teman melihat postingan di #Facebook_anggig_alam dan #instegram @_eshalhouse  

ditunggu  teman-teman😁😁🙏🙏


Di instegram ada banyak produk seperti scarlett dll

















SURAT AD,DUHA

Senin, 05 Juli 2021

Sering Meninggalkan Shalat, Ini 10 Siksa di Dunia dan Alam Kubur yang Akan Dihadapi


Ilustrasi siksa kubur dibakar setiap siang dan malam.* /Pixabay /nir_design

ZONA PRIANGAN - Ulama besar, Imam Al-Ghazali sempat prihatin masih banyak kaum Muslim yang dengan ringan meninggalkan shalat.

Padahal meninggalkan shalat merupakan dosa besar, yang hukumannya bisa dirasakan saat hidup maupun seusai kematian.

Di sisi lain, kematian bisa datang kapan saja dan merupakan hal yang paling dekat dengan manusia.

Lantas apa saja yang bakal dihadapi manusia jika lalai melaksanakan shalat? Berikut penjelasannya:

1. Jarang melaksanakan shalat, maka Allah SWT akan mencabut keberkahan umur yang bersangkutan.

2. Mereka yang sering meninggalkan shalat maka kegelapan selalu menghinggapi wajahnya.

3. Shalat menjadi fondasi penting untuk semua amal dan perbuatan baik. Tanpa shalat, amal baik akan sia-sia.

Halaman:

Editor: Parama Ghaly

4. Sangat merugilah bagi mereka yang tidak shalat, karena semua doanya tidak terangkat ke langit.

5. Sungguh mengerikan bagi mereka yang melupakan shalat, karena semua makhluk hidup di dunia akan murka kepadanya.

6. Jangan sampai meninggal dalam keadaan terhina, untuk itu tertiblah dalam melaksanakan shalat.

7. Ini akan menimpa kepada mereka yang meninggalkan shalat, meninggal dalam keadaan kehausan.

8. Siksa kubur lainnya bagi orang yang sering lalai shalat, yakni kuburnya dipersempit yang meremukkan tulang-tulang.

9. Di alam kubur nanti, ada seekor ular besar yang siap menyiksa setiap waktu, terhadap mereka yang jarang shalat.

10. Tidak kalah mengerikan, siksa kubur lainnya berupa dibakar di atas bara api siang dan malam.***

Sabtu, 03 Juli 2021

3 Doa Pilihan Dibaca Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam dalam Sholat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemah

Jo

3 Doa Pilihan Dibaca Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam dalam Sholat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemah /pexels/Thridman

MANTRA SUKABUMI - Inilah 3 doa pilihan yang dibaca setelah Tahiyat Akhir sebelum salam dalam sholat.

Doa ini bisa anda pilih untuk dibaca setelah Tahiyat Akhir dalam sholat agar selamat dunia maupun akhirat.

Jika anda belum bisa membaca Tulisan Arab, doa ini juga dilengkapi tulisan Latin dan Terjemah untuk mempermudah mengamalkan doa setelah Tahiyat Akhir sebelum salam dalam sholat.

Dirangkum mantrasukabumi.com dari berbagai sumber pada Jumat, 2 Juli 2021 berikut ini 3 doa pilihan dibaca saat Tahiyat Akhir sebelum salam dalam sholat.

Doa Pertama

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM"

Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur, aku meminta perlindungan pada-Mu dari cobaan Al Masih Ad Dajjal, aku meminta perlindungan pada-Mu dari musibah ketika hidup dan mati. Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang).” (HR. Bukhari, no. 832 dan Muslim, no. 589).

Halaman:

Editor: Ajeng R H

Doa tersebut lebih tepatnya bukan dibaca khusus ketika tahiyat akhir. Bisa dibaca ketika sujud, yang penting masih di dalam sholat.

Doa Kedua

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UDZU BIKA AN ARUDDA ILAA ARDZALIL ‘UMUR, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATID DUNYAA, WA A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QODBRI

Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari lemah melakukan ibadah yang mulia, aku meminta perlindungan pada-Mu dari keadaan tua yang jelek, aku meminta perlindungan pada-Mu dari tergoda syahwat dunia (sehingga lalai dari kewajiban), aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa kubur).” (HR. Bukhari no. 2822).

Doa Ketiga

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

ALLAHUMMA INNI ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIROO WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA. FAGHFIR LII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIK, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFURUR ROHIIM"

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705).***

Selasa, 29 Juni 2021

Awali Sholat Hajat dengan Doa Ini Agar Segera Terkabul



Hajat akan mudah terkabui selama kita memohon kepada Allah.

Dream - Ada banyak sekali amalan sholat sunah dalam Islam. Semua amalan ini sangat dianjurkan dijalankan. Manfaatnya pun cukup banyak. Salah satunya, menambah catatan amalan kita.

Ada satu sholat yang derajatnya begitu mulia, yaitu Sholat Hajat. Sholat ini dianjurkan bagi setiap muslim yang sedang punya hajat dan ingin terpenuhi.

Tata cara sholat hajat sama dengan sholat sunah lainnya yaitu dua rakaat salam. Hanya saja, diniatkan untuk menunaikan hajat atau kebutuhan.

Nah, sebelum melaksanakan Sholat Hajat, awali dengan doa ini. Doa tersebut merupakan pengantar agar hajat yang sedang kita miliki segera terpenuhi.

2 dari 5 halaman

Doa Sebelum Sholat Hajat

اَللَّهُمَّ اِلَيْكَ قَصَدْتُ وَبِبَابِكَ وَقَفْتُ وَبِجَانِبِكَ اِلْتجَأْتُ وَاِيَّاكَ سَأَلْتُ وَبِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ تَوَسَّلْتُ وَبِأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ تَشَفَّعْتُ فَاقْضِ اللَّهُمَّ حَاجَتِيْ وَنَفِّسْ كُرْبَتِيْ وَمَا نَزَلَ بِيْ مِنْ حِيْرَتِيْ

Allahumma ilaika qoshadtu wa bibabika waqoftu wa bijanibika iltaja'tu wa iyyaka saaltu wa bimuhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa alihi wa shahbihi tawassaltu wa bi ambiyaika wa rusulika wa awliya-ika tasyaffa'tu faqdli allahumma hajati wa naffis kurbati wa ma nazala bi min khirati.

Artinya,

"Ya Allah, kepada-Mu aku menuju, dan di pintu-Mu aku berdiri, dan di sisi-Mu aku berlindung, dan kepada-Mu aku memohon, dengan Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya aku bertawassul, dengan para nabi-Mu, para utusan-Mu dan para wali-Mu aku minta syafaat. Ya Allah, kabulkanlah hajatku, bebaskanlah penderitaanku dan kebingungan yang menimpaku."

Sumber: Bincang Syariah

3 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Hajat untuk Melunasi Utang Walau Sebesar Gunung

Dream - Siapa pun tentu ingin segera terbebas dari utang. Sebab, walau bagaimanapun, utang adalah beban dan harus dilunasi sampai kapanpun kecuali dibebaskan peminjamnya. Jika tidak diselesaikan di dunia, urusan utang akan berlanjut di akhirat. Naudzubillah.

Berbagai macam ikhtiar tentunya harus dilakukan agar segera bisa melunasi utang, termasuk ikhtiar doa. Salah satunya adalah dengan sholat hajat. Solat hajat adalah salah satu amalan sunnah yang diajarkan dalam Islam dimana sholat ini bisa membantu mengabulkan segala hajat. Salah satunya adalah hajat membayar utang.

Sholat hajat melunasi utang tidak semata-mata dapat menurunkan uang begitu saja dari langit. Amalan ini sebenarnya adalah pelancar rezeki dimana Anda yang rajin dan istiqomah mengamalkan doa ini insya Allah berapapun utang Anda, dalam waktu dekat dapat membayarnya.

Hal ini karena rezeki Anda akan dilancarkan oleh Allah SWT dari mana saja datangnya, dari pintu mana saja. Sehingga Anda mampu membayar utang Anda, meski sedikit demi sedikit. Nah berikut tata cara sholat hajat untuk melunasi utang, dilansir dari Bincang Syariah.

4 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Hajat

Di antara cara agar kita segera bisa melunasi utang adalah dengan berdoa kepada Allah dan melaksanakan sholat hajat. Sholat hajat agar segera diberi kemudahan melunasi utang berjumlah empat rakaat (2x salam) dan dilakukan di atas jam 12 malam. Berikut tata cara sholat hajat untuk melunasi hutang.

1. Niat Sholat Hajat

Niat pada sholat hajat juga diucapkan dalam hati seperti pada umumnya. Karena yang terpenting ialah niat hanya semata karena Allah dengan hati yang ikhlas dan juga mengharap ridha-Nya. Dan berikut lafadzh niat shalat hajat:

Ushollii sunnatal haajati arba’a roka’aatin lillaahi ta’aala.

Artinya : “Aku berniat shalat sunnah hajat empat raka’at karena Allah Ta’ala”

2. Membaca Doa Iftitah dan Al-fatihah

Urutan kedua dalam tata cara sholat hajat ialah membaca do’a istitah setelah takbiratul ikhram. Berikut bunyi dari do’a iftitah:

“Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina”

Setelah membaca do’a iftitah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Karena apabila tidak membaca surat Al-Fatihah makan sholatnya tidak sah. Hal ini dikarenakan Al-Fatihah merupakan bacaan wajib setiap sholat.

3. Membaca surat pendek

Membaca suratan pendek dapat dilakukan dengan membaca surat yang biasa dibaca saat melakukan sholat. Namun pada tata cara sholat hajat ini, alangkah baiknya membaca surah Al-Ikhlas pada raka’at pertama ataupun Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali.. Sedangkan untuk rakaat kedua kamu bisa membaca ayat kursi.

4. Ruku dengan tuma’ninah

Setelah membaca al fatihah dan surat pendek, kita harus melakukan ruku’ sepeti sholat fardhu biasa. Bacaan ruku’ untuk umat NU adalah sebagai berikut ini:

Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih. ( 3x )

Artinya :“Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji NYA.”

5. I’tidal dengan tuma’ninah

Sama halnya dengan ruku’, berikut ini adalah bacaan I’tidal yang harus diketahui :

Sami’alloohu liman hamidah.

Artinya :“Allah mendengar orang yang memuji NYA.”

Lalu dilanjutkan dengan bacaan berikut ini :

Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil’ul ardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.

Artinya :“Wahai Tuhan kami, hanya untuk MU lah segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang kau kehendaki sesudahnya.”

6. Sujud dengan bacaan tuma’ninah

Bacaan sujud sama dengan bacaan ruku’.

Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih. ( 3x )

Artinya :“Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji NYA.”

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Di antara dua sujud kita akan melakukan duduk terlebih dahulu oleh sebab itulah gerakan itu disebut dengan gerakan duduk di antara dua sujud.

8. Sujud dengan bacaan tuma’ninah

Setelah duduk di antara dua sujud, kita harus melakukan sujud kembali dengan bacaan yang sama dengan bacaan ruku’.

9. Selesaikan Hingga Rakaat Keempat

Setelah rakaat pertama selesai, kita bisa melanjutkannya hingga selesai rakaat keempat dengan tata cara yang sama dengan rakaat pertama. Yang berbeda adalah bacaan surat pendeknya dimana rakaat kedua membaca ayat kursi sebagai surat pendek yang baik untuk dibaca.

10. Salam

Setelah keempat rakaat berakhir, diakhiri dengan salam. Jika ingin melanjutkan shalat hajat lagi bisa dilakukan dengan dua rakaat setelahnya sampai jumlah rakaat maksimal mencapai rakaat keduabelas. Tidak disarankan untuk melebihi dari jumlah rakaat yang telah disarankan dalam islam.

Setelah melaksanakan sholat hajat kamu juga dianjurkan untuk membaca doa-doa pada sholat hajat. Dan akan lebih baik apabila kamu melakukan sujud dengan maksud tadzallul setelah salam. Hal ini dimaksudkan untuk merendahkan diri pada Allah Ta’ala. Dan saat sujud ini dilakukan kamu bisa membaca:

  • “Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim” sebanyak 10 kali.
  • Setelahnya kamu membaca “ Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad” sebanyak 10 kali juga
  • Dan terakhir kamu membaca doa keselamatan dunia dan akhirat “Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar”

5 dari 5 halaman

Do’a Sholat Hajat untuk Melunasi Hutang

Dalam tata cara sholat hajat, kamu dianjurkan untuk membaca doa setelah selesai sholat hajat. Berikut bacaan doanya.

Quli allaahumma maalika almulki tu’tii al mulka man tasyaau watanzi’u almulka mimman tasyaau watu’izzu man tasyaau watudzillu man tasyaau biyadika alkhayru innaka ‘alaa kulli syay-in qadiirun

Artinya :

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Tuuliju allayla fii alnnahaari watuuliju alnnahaara fii allayli watukhriju alhayya mina almayyiti watukhriju almayyita mina alhayyi watarzuqu man tasyaau bighayri hisaabin

Artinya:

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).

Setelah membaca ayat di atas, kemudian berdoa sebagai berikut;

Yaa faarijal hammi yaa kaasyifal ghammi yaa mujiibal mudhthorriin yaa rohmaanad dunyaa wal aakhiroti wa rohiimahaa irhamnii rohmatan tughniinii bihaa ‘an rohmati man siwaaka waqdhi dainii.

Artinya :

Ya Allah yang berkuasa menghilangkan kegalauan, yang mampu menyingkap kesedihan dan yang mengabulkan doanya orang-orang yang dalam kesempitan, yang maha Pengasih lagi maha Penyayang di duni dan akhirat, Engkaulah yang senantiasa merakhmatiku, maka rakhmatilah aku dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat selain diri-Mu, (Ya Allah) lunalisah utangku.

Ini berdasarkan riwayat yang disebutkan dalam Nuskhah Nubaith bin Syariith, bahwa Nabi Saw bersabda;

Jibril mengajariku doa tentang melunasi utang, Jibril berkata : Barang siapa yang tertimpa utang, maka hendaklah berwudhu kemudian ketika matahari tergelincir melaksanakan sholat sebanyak empat rakaat. Setiap rakaat membaca surah Al-Fatihah, lalu qul huwallahu ahad, dan ayat Kursi, kemudian setelah salam membaca ayat; Allohumma maalikal mulki sampai ayat bi ghairi hisaab. Kemudian berdoa; Yaa faarijal hammi yaa kaasyifal ghammi yaa mujiibal mudhthorriin yaa rohmaanad dunyaa wal aakhiroti wa rohiimahaa irhamnii rohmatan tughniinii bihaa ‘an rohmati man siwaaka waqdhi dainii.

Melakukan sholat hajat pun tidak dibatasi oleh waktu. Kamu bisa melaksanakan sholat hajat sesering mungkin. Hal ini dikarenakan selama masih hidup keinginan dan dan hajat akan terus ada, sehingga sholat dan usaha juga harus tetap dikerjakan beriringan.

Kamis, 24 Juni 2021

Membacakan Ruqyah Pada Air dan Minyak Serta Marahim dan Menulis Doa-doa dengan Za’faran


Pertanyaan:


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Sebagian orang yang meruqyah dengan ruqyah syar’iyah, membaca ruqyah pada air, atau minyak, atau sebagian marahim atau karimat, atau menuliskan beberapa dzikir dengan za’faran di atas kertas, kemudian mengapungkan kertas ini di air, dan si pasien meminumnya atau mandi denganya dan menamakannya dengan jimat. Apakah hukum melakukan dan melaksanakannya?


Jawaban:


Wa ‘alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.


Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ.

“Sesungguhnya ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah syirik.”

(HR. Abu Dawud, Kitab ath-Thibb, no. 3883; Ahmad dalam al-Musnad, no. 2604; dishahihkan oleh al-Albani, dan hadits tersebut terdapat pada Shahih al-Jami’, no. 1632; as-Silsilah ash-Shahihah, no. 331.

Tamimah: adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal atau menolak ‘ain.

Tiwalah: Sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat membuat istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya. (Dikutip dari terjemahan kitab Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, pent-).

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata dalam kitab at-Tauhid, “Ruqa yaitu yang disebut pula ‘azimah. Ini khusus diizinkan selama penggunaannya bebas dari hal-hal syirik, sebab Rasulullah a telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking.”

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

اِعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا.

“Perlihatkanlah kepadaku ruqyah kalian, tidak mengapa melakukan ruqyah selama bukan syirik.” ( HR. Muslim, Kitab as-Salam, no. 2200; Abu Dawud, Kitab ath-Thibb, no. 3886, ini adalah lafazh dari riwayatnya.)

Dan beliau bersabda,

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ.

“Barangsiapa dari kalian mampu memberikan manfaat kepada sau-daranya, maka hendaklah ia melakukannya.” ( HR. Muslim, Kitab as-Salam, no. 2199.)

Telah diriwayatkan bahwa beliau meruqyah beberapa saha-batnya dan Jibril j meruqyah beliau ketika disihir oleh seorang Yahudi. Beliau selalu meruqyah dirinya, meludah di kedua tangan-nya dan membacakan ayat kursi, Mu’awwidzatain, surat al-Ikhlash, kemudian mengusapkan ke bagian tubuhnya yang bisa (dijangkau), di mulai dari wajah dan dadanya serta bagian tubuhnya yang di depan.

Dan diriwayatkan dari as-Salaf ash-Shalih membaca di air dan semisalnya, kemudian meminumnya atau mandi dengannya, hal itu termasuk di antara yang meringankan rasa sakit atau menghi-langkannya. Karena Kalam Allah Subhanahu Wata’ala adalah penawar, sebagaimana dalam FirmanNya,

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا هُدًى وَشِفَآءٌ

“Katakanlah, ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44).

Demikian pula membacakan (ruqyah) pada minyak atau pengoles, atau makanan, kemudian meminumnya, atau berminyak, atau mandi dengannya. Sesungguhnya semua itu adalah fungsi penggunaan untuk bacaan ruqyah yang mubah ini, yang merupa-kan kalamullah dan RasulNya.

Dan tidak ada halangan pula menulisnya di kertas-kertas dan seumpamanya, kemudian mandi dan meminum airnya, sama saja ditulis dengan air atau za’faran, atau tinta, semua itu termasuk dalam sabdanya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا.

“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama bukan syirik.”

Maksudnya, apabila ruqyah itu dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Wallahu a’lam.

Ustaz Adi Hidayat: Bukan Sholat Sunnah Qobliyah Jumat Tetapi Sholat Sunnah Mutlak, Begini Penjelasan Ustad Adi Hidayat

DAMPAK BURUK DOSA