Selasa, 09 November 2021

Niat Sholat Taubat, Tata Cara, Doa, Bacaan dan Keutamaan


Sholat taubat adalah shalat sunnah dalam rangka bertaubat kepada Allah. Bagaimana tata cara, niat sholat taubat, doa, bacaan dan keutamaannya? Berikut ini pembahasannya.


Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Dosa-dosa kecil bisa dihapus dengan istighfar. Dosa-dosa besar, tidak cukup hanya dengan istighfar. Perlu taubatan nasuha. Salah satu bentuknya adalah dengan sholat taubat.


Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, sholat ini termasuk sholat sunnah karena ada hadits dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Sunan Tirmidzi yang menerangkan tentang sholat ini.


Keutamaan Sholat Taubat


Seperti namanya, sholat sunnah ini dikerjakan dalam rangka meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah. Sholat taubat memiliki keutamaan yang luar biasa, antara lain sebagai berikut:


1. Diampuni Allah


Keutamaan sholat taubat yang pertama, orang yang mengerjakan sholat ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:


مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ


“Tiada seorang pun yang berdosa kemudian ia berwudhu lalu mengerjakan sholat serta memohon ampun kepada Allah melainkan ia diampuni olehNya.” Selanjutnya beliau membaca ayat (QS. Ali Imran: 135, yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; hasan)


مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أَوْ أَرْبَعاً – شَكَّ سَهْلٌ – يُحْسِنُ فِيهِمَا الذِّكْرَ وَالْخُشُوعَ ثُمَّ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ غَفَرَ لَهُ


“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu mendirikan sholat dua rakaat atau empat rakaat, ia menyempurnakan dzikir dan khusyu’ kemudian memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah mengampuninya.”  (HR. Ahmad; hasan)


2. Dicintai Allah


Allah mencintai hamba-Nya yang bertaubat. Mengerjakan sholat ini merupakan bentuk kesungguhan seorang hamba untuk benar-benar bertaubat dari dosa dan maksiat.


إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ


“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)


3. Didoakan malaikat


Orang yang bertaubat akan didoakan oleh para malaikat. Mereka memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang bertaubat.


الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا


“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat.” (QS. Ghafir: 7)


4. Dimasukkan ke dalam surga


Pada akhirnya, orang yang bertaubat, mereka akan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ


“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)


Tata Cara Sholat Taubat


Tidak semua kitab fiqih membahas sholat taubat. Bahkan Fiqih Empat Madzhab yang ditulis Syaikh Abdurrahman Al Juzairi tidak membahas sholat sunnah ini. Sedangkan dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Fiqih Sunnah ada pembahasan sholat sunnah ini.


Bagaimana tata cara sholat taubat? Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah di atas, sholat ini minimal dikerjakan dua rakaat. Setelah sholat kemudian memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Berikut ini tata cara sholat taubat secara praktis:


Niat sholat taubat

Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

Membaca surat Al Fatihah

Membaca surat dari Al Qur’an

Ruku’ dengan tuma’ninah

I’tidal dengan tuma’ninah

Sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Sujud kedua dengan tuma’ninah

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Membaca surat Al Fatihah

Membaca surat dari Al Qur’an

Ruku’ dengan tuma’ninah

I’tidal dengan tuma’ninah

Sujud dengan tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Sujud kedua dengan tuma’ninah

Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Salam


Niat Sholat Taubat


Seluruh ulama sepakat bahwa niat tempatnya di hati. Dalam Fiqih Manhaji dijelaskan, untuk keabsahan sholat, niat harus diiringi dengan takbiratul ihram. Caranya, hati harus awas bahwa akan mengerjakan sholat ketika melafadzkan takbir, sambil mengingat sholat apa dan fardlu atau sunnah. Dalam hal ini tidak disyaratkan melafadzkan niat secara lisan.


Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, jumhur ulama mensunnahkan melafadzkan niat karena bisa membantu hati menghadirkan niat. Namun menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena Rasulullah tidak mengajarkannya.


Bagi yang melafadzkan niat, berikut ini niat sholat taubat:


أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى


(Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’aalaa)


Artinya: Aku niat sholat sunnah taubat dua raka’at karena Allah Ta’ala


Doa Sholat Taubat


Usai sholat taubat, disunnah memperbanyak membaca istighfar. Memohon ampun kepada Allah atas segala dosa. Bertaubat dari segala maksiat.


Berikut ini beberapa contoh istighfar yang bisa dibaca sebagai doa sholat taubat:


1. Sayyidul Istighfar


Istighfar ini merupakan istighfar terbaik. Rasulullah menyebutnya sayyidul istighfar. Imam Bukhari menyebutnya istighfar yang paling utama.


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ


Artinya: Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.


2. Istighfar Nabi Adam


Berikut ini adalah istighfar dan doa taubat Nabi Adam dan Hawa yang diabadikan Allah dalam Surat Al A’raf ayat 23:


رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


Artinya: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.


3. Istighfar Rasulullah


Istighfar ini sering dibaca Rasulullah. Bahkan dalam riwayat Tirmidzi dan Abu Daud, Umar bin Khattab menghitung dalam sebuah majlis Rasulullah mengucapkan istighfar ini seratus kali.


رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَّابُ رَحِيْمٌ


Artinya: Ya Allah ampuni aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat dan maha penyayang.


4. Istighfar Pendek


Berikut ini adalah istighfar pendek yang paling umum diucapkan. Jika kesulitan istighfar lainnya, setelah sholat taubat bisa memperbanyak istighfar ini.


أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمِ


Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.

Mengapa Rasulullah Melarang Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia dan Banyak Anak”?



Hari itu, Uqail bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu menikah. Di tengah kebahagiaannya, ia merasakan kegundahan saat mendengar tamu mendoakannya dengan mengucapkan


بِالرَّفَاءِ وَ الْبَنِيْن


“semoga bahagia dan banyak anak”


Tak mau berlarut-larut dalam kegundahan dan demi meluruskan kekeliruan, Uqail pun mengatakan kepada tamu tersebut: “Janganlah kamu mendoakan demikian karena Rasulullah telah melarangnya.”


“Lalu, aku harus mendoakan bagaimana?”


“Ucapkanlah doa yang diajarkan Rasulullah:


بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ


‘Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan’”


Mengapa Rasulullah melarang seseorang mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak”? Wallahu a’lam bish shawab. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui hakikat sejati di balik larangan ini. Namun, kita bisa memetik hikmah sebagaimana dijelaskan Ustadz Muhammad Fauzil Adhim dalam buku Kado Pernikahan untuk Istriku dan ditulis Ustadz Salim A. Fillah dalam buku Bahagianya Merayakan Cinta.


Hukumnya Makruh


Para ulama menerangkan bahwa hukum mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” ini adalah makruh. Larangan tersebut tidak serta merta haram karena dalam hadits yang lain Rasulullah membanggakan banyaknya jumlah umatnya dibanding umat nabi-nabi sebelumnya. Jadi dalam Islam, banyak anak itu bagus. Bahagia dalam pernikahan juga bukan sebuah hal yang dilarang. Namun, mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” bukanlah doa yang tepat.

Senin, 08 November 2021

Setelah Jenazah Dikuburkan, Ini Perintah Nabi yang Sering Dilupakan



BincangSyariah.Com – Islam menganjurkan kepada umatnya untuk saling memupuk kepedulian antar sesama umat manusia, khususnya kepada sesama muslim. Ini tercermin saat ada muslim yang meninggal dunia. Sebagian mereka berkewajiban untuk mengurus jenazahnya, bahkan setelah dimakamkan pun ada hal-hal penting yang harus dilakukannya seperti mendoakannya agar dosanya terampuni.


Hal ini sesuai hadis Nabi seperti yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Riyadussholihin:


عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه، وقال: استغفروا لأخيكم وسلوا له التثبيت فإنه الآن يسأل


Artinya:


“Diriwayatkan dari Usman bin Affan berkata,  bahwa Nabi Muhammad SAW setelah menguburkan mayat lalu beliau berdiri diatas kuburnya. Dan berkata:”Mintalah ampunan untuk saudaramu dan mintakanlah ketetapan hati karena saat ini dia akan ditanya oleh malaikat. (HR. Abu Dawud).


Dari penjelasan hadis di atas, Nabi berpesan kepada umatnya bila ada yang meninggal dunia setelah jenazah dimakamkan untuk melakukan beberapa hal:


Pertama, meminta ampunan kepada orang tersebut. Imam Ibnu Alan dalam Dalil Al-Falihin menjelaskan alasan untuk memintakan ampunan dikarenakan doa dari orang lain sangat bermanfaat bagi orang yang telah meninggal.


Kedua, meminta agar diberikan Keteguhan hati saat ditanya malaikat setelah dikuburkan. Menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa keteguhan hati ada tiga kategori. Pertama. Allah mengajarkan kebenaran kepada dirinya sehingga mudah menjawab pertanyaan malaikat. Kedua, Allah menghilangkan ketakutan saat ditanya malaikat. Ketiga, Allah memperlihatkan surga kepada dirinya sehingga kuburannya seperti pertamanan surga.


Dari penjelasan ini, penting kiranya saat menghantarkan jenazah sampai pemakaman tak terburu-buru pulang sampai mendoakan orang yang meninggal terlebih dahulu.


Tulisan ini sudah dipublikasikan di Islami.co

Sabtu, 06 November 2021

Tujuh Waktu Mustajab Berdoa



Eramuslim – Allah SWT akan mengabulkan permintaan umatnya yang berdoa kepada-NYA. Hanya saja, ada waktu mustajab berdoa agar keinginan cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Kapan saja ya?


Allah SWT sangat mencintai hambanya yang berdoa. Bahkan, Allah berjanji akan mengabulkan doa-doa para hambanya. Dalam Quran Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman:


ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Artinya: Berdoa lah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam dalam keadaan hina dina.


Berikut waktu-waktu mustajab berdoa yang dirangkum detikcom:


1. Saat Minum Air Zam-zam


Air zam-zam merupakan salah satu keajaiban yang diberikan oleh Allah SWT. Sebab, mata airnya tak pernah kering sampai dengan sekarang. Bahkan, saat mengonsumsi air tersebut menjadi waktu mustajab berdoa.


Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, 2/1018, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


ماء زمزم لما شرب له


Artinya: Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya.


2. Hari Arafah


Waktu mustajab berdoa di hari Arafah, atau pada tanggal 9 Dzulhijjah. Doa akan dikabulkan saat jamaah haji tengah melakukan wukuf di Arafah dalam pelaksanaan ibadah haji. Hal ini sesuai hadis riwayat At Tirmidzi 3585


خير الدعاء دعاء يوم عرفة


Artinya: Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah


3. Hujan


Ketika hujan sebaiknya umat Islam berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Sebab, waktu mustajab berdoa ketika hujan disabdakan oleh Nabi Muhammad dalam hadis riwayat Al Hakim 2534


ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر


Artinya: Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun


4. Hari Jumat


Hari Jumat menjadi hari yang istimewa dalam Islam. Waktu mustajab berdoa di hari Jumat tercatat dalam hadis riwayat Bukhari 935 dan Muslim 852 dari Abu Hrairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Muhammad bersabda:


أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها


Artinya: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.


5. Malam Lailatul Qadar


Lailatul Qadar bisa dijumpai umat Islam saat bulan suci Ramadhan. Di saat itu, umat Islam diminta untuk memohon dan berdoa sebanyak-banyaknya karena menjadi waktu mustajab berdoa.


Berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi 3513, dari ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:


قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني


Artinya: aku bertanya kepada Rasulullah ‘Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda, berdoalah ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku).


6. Sahur


Sahur memiliki keutamaan sebelum menjalani ibadah puasa. Selain itu, saat sahur juga menjadi waktu mustajab berdoa. Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Adz Dzariyat ayat 18


وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون


Artinya: Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.


7. Puasa


Terakhir, waktu mustajab berdoa ketika seseorang tengah berpuasa. Berdasakan hadist riwayat Tirmidzi 2528, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم


Artinya: ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi. (dtk)

Keutamaan Surat Al-Ikhlas dan Waktu Terbaik Membacanya



SURAT al-Ikhlas merupakan salah satu surah pendek di dalam Alquran yang kerap kita baca. Meski surah ini tergolong surah pendek, namun ternyata memiliki keutamaan dan manfaat yang sungguh luar biasa besar. Tetapi tak banyak dari kita yang mengetahui dan memaksimalkan keistimewaan surat ini.


Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّها لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ


“Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga al-Qur’an”.


Hadits yang agung ini menunjukkan tingginya kedudukan surat al-Ikhlas dan besarnya keutamaan orang yang membacanya, karena surah ini mengandung nama-nama Allah yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna. Sehingga, siapa saja yang membaca dan menghayati surat ini dengan seksama berarti dia telah mengagungkan dan memuliakan Allah.


Oleh karena itu, dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah SAW ketika mendengar berita tentang seorang shahabat yang senang membaca surah ini karena sifat-sifat Allah yang dikandungnya, beliau bersabda: “Sampaikanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya”.


Dinamakan surat al-Ikhlas karena mengandung tauhid (pengkhususan ibadah kepada Allah semata-semata), sehingga orang yang membaca dan merenungkannya berarti telah mengikhlaskan agamanya untuk Allah semata.


Salah satu waktu terbaik membaca surat ini adalah di waktu pagi dan petang. Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat al Ikhlash bersama dengan maw’idzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keutamaan yang diperoleh adalah akan dijaga dari segala sesuatu (segala keburukan).


Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata,


خَرَجْنَا فِى لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِيُصَلِّىَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ « أَصَلَّيْتُمْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »


Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). []

Jumat, 05 November 2021

Perhatikan, Jangan Shalat Dhuha pada Waktu-waktu Ini



SHALAT dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang bisa melengkapi shalat wajib. Dan waktu shalat ini juga merupakan waktu istimewa. Di mana terdapat hikmah yang luar biasa dari pelaksanaan shalat dhuha. Inilah waktu, di mana banyak orang berkata pas untuk memohon dimudahkan rezeki.


Hanya saja, terkadang seseorang bingung kapan harus melaksanakan shalat dhuha. Nah, layaknya sarapan, shalat dhuha ini dilaksanakan pada pagi hari hingga sebelum datangnya adzan dzuhur. Tetapi, jangan sampai Anda shalat pada waktu-waktu yang diharamkan. Kapankah itu?


Waktu pertama yang diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha adalah ketika sesudah shubuh hingga matahari tersebut sekitar pukul 06.00-07.30 pagi. Waktu kedua yang diharamkan untuk melakukan shalat dhuha adalah ketika memasuki dzuhur hingga tergelincirnya matahari atau pukul 11.30-12.15.


Kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha berdasarkan penentuan larangan dari Rasulullah ﷺ. Berikut ini hadis-hadis Rasulullah yang menunjukkan waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat dhuha.


Dari Ibnu Abbas berkata, “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi ﷺ melarang shalat sesudah shubuh hingga matahari bersinar, dan sesudah ashar hingga matahari terbenam,” (HR. Bukhari).


Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata, “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama. Karena sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah adalah pada waktu anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari,” (HR. Muslim).


Dari Ibnu Umar berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari terbenam’,” (HR. Bukhari).


Tidak hanya itu salah satu alasan mengapa kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha adalah karena adanya setan yang mengikuti waktu-waktu itu.


Rasulullah ﷺ bersabda, “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya,” (HR. Nasa’i).


Itulah waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat dhuha. Kita perlu memperhatikan hal ini. Jangan sampai ibadah kita sia-sia hanya karena salah waktu dalam melaksanakan shalat. Lebih berhati-hatilah dalam melaksanakan shalat sunnah, meski bernilai ibadah, tapi juga bisa menjadi petaka jika melakukan kesalahan. []

Perempuan-perempuan yang Tak Mencium Bau Surga



Ada tiga gaya, penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.


Di antara penampilan yang diancam seperti itu adalah gaya wanita yang berpakaian namun telanjang. Yang kita saksikan saat ini, banyak wanita berjilbab atau berkerudung masih berpenampilan ketat dan seksi.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim no. 2128).


Tiga sifat wanita yang tidak mencium bau surga


Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan,


Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.


Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.


(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:


1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.


2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.


3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.


(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat


Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:


1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.


2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.


3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.


(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring


Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).


Mode Wanita Saat Ini


Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:


1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.


2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.


3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.


4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).


5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.[rumaysho]

AZAB kubur yang dirasakan penghuni kubur ada dua macam, yaitu azab kubur yang terus-menerus sampai hari kiamat dan azab kubur yang bersifat sementara.


Di antara dalil yang menunjukkan adanya azab kubur secara terus-menerus sampai hari kiamat adalah firman Allah Taala,


"Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan kepada malaikat), Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. Al-Mumin [40]: 45-46).


Fakhruddin Ar-Razi Asy-Syafii rahimahullah dalam kitab tafsirnya berkata,


"Demikian juga, disebutkannya (kata) "pagi dan petang" tidaklah menghalangi (bahwa yang dimaksud adalah) ungkapan atas (azab kubur yang berlangsung) terus-menerus, sebagaimana firman Allah Taala,


Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (QS. Maryam [19]: 62)" (Mafaatihul Ghaib, 27/522).


Adapun dalil dari As-Sunnah adalah hadis yang diriwayatkan dari Samrah bin Jundab tentang mimpi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis yang panjang, di dalamnya diceritakan,


" Adapun orang yang kamu lihat mulutnya ditusuk dengan besi adalah orang yang suka berdusta dan bila berkata selalu berbohong, maka dia dibawa hingga sampai ke ufuq lalu dia diperlakukan seperti itu hingga hari kiamat. Adapun orang yang kamu lihat kepalanya dipecahkan adalah seorang yang telah diajarkan Alquran oleh Allah lalu dia tidur pada suatu malam namun tidak melaksanakan Alquran pada siang harinya, lalu dia diperlakukan seperti itu hingga hari kiamat " (HR. Bukhari no. 1297).


Juga berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Ketika seorang lelaki berjalan dengan menggunakan jubahnya, dan berjalan dengan rasa sombong dengan rambutnya yang disisir, lalu ia ditelan (oleh bumi), dan ia akan tetap berguncang-guncang (di dalam perut bumi) hingga datang hari kiamat." (HR. Bukhari no. 5789).


Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka orang-orang kafir tidaklah berhenti untuk diazab kubur sampai hari kiamat. Kecuali mereka akan 'istirahat' (tidur sejenak atau tidak diazab) di antara dua tiupan sangkakala pada hari kiamat [1]. Hal ini berdasarkan firman Allah Taala,


"Dan ditiuplah sangkalala (yang ke dua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata, Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya)." (QS. Yasin [36]: 51-52).


Di dalam Tafsir Jalalain dijelaskan,


"Karena mereka (orang-orang kafir, pen.) tidur -di antara dua tiupan sangkakala-, (yaitu mereka) tidak diazab." (Tafsir Jalalain, 1/584).


Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,


"Ubay bin Kaab radhiyallahu anhu, Mujahid, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan, Mereka tidur sebelum dibangkitkan. Qatadah berkata, Yaitu ketika di antara dua tiupan (sangkakala)." (Tafsir Ibnu Katsir, 6/581).


Adapun orang-orang yang berbuat maksiat, namun masih beriman, maka ada di antara mereka yang diazab secara terus-menerus sampai hari kiamat; dan ada yang diazab sementara waktu saja dan kemudian selesai. Hal ini mungkin disebabkan kecilnya dosa yang dilakukan, sehingga mendapatkan azab sesuai dengan kadar dosanya tersebut, atau mungkin juga disebabkan adanya doa, istighfar, sedekah, atau sebab-sebab yang lainnya. (Lihat Al-Imaanu bima Badal Maut, hal. 95-96).


Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, beliau menceritakan,


"Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati dua makam, kemudian berkata,Sesungguhnya mereka sedang diadzab. Tidaklah mereka diadzab karena perkara yang besar (menurut pandangan mereka, pen.). Adapun salah satunya, dia tidak melindungi diri dari air kencing. Sedangkan yang lain, dia suka berbuat namimah (adu domba.) Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah, dan membelahnya (secara vertikal, pen.) dan menancapkan setiap belahan ke masing-masing makam. Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, mengapa Engkau melakukan hal ini? Rasulullah bersabda, Semoga mereka diringankan azabnya, selama (pelepah kurma ini) belum mengering." (Muttafaq alaih).


Demikianlah pembahasan tentang dua jenis azab kubur, semoga Allah Taala menyelamatkan kita dari azab kubur yang mengerikan. [M. Saifudin Hakim/muslimorid]

Sifat Wanita yang Sulit Masuk Surga Menurut Hadist



Wanita mudah masuk surga, mudah pula masuk ke dalam neraka. Sebagai Muslimah, penting untuk memahami ciri wanita yang sulit masuk surga. Seperti apakah ciri-cirinya?


Tentunya sebagai wanita harus lebih menjaga diri agar tidak termasuk menjadi kaum penghuni neraka.


Sifat-Sifat Wanita yang Sulit Masuk Surga


Bagi para wanita, begitu banyak petunjuk dari Alquran dan Hadist untuk dapat meraih kehidupan yang baik di surga dan dijauhkan dari neraka.


Oleh karena itu, penting untuk memahami sifat wanita yang sulit masuk surga agar kita tidak menjadi penghuni neraka. Berikut di antaranya:


1. Wanita yang tidak menjaga dirinya


“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At Tahrim : 6).


Allah SWT memerintahkan manusia untuk menjaga diri agar jauh dari neraka, namun dalam kenyataannya banyak wanita yang tidak menjaga diri dan tidak menjalankan perintah Allah.


2. Wanita yang kufur kepada suami


Suami memang bukan sosok yang sempurna, ketika suami telah berbuat yang terbaik sesuai kemampuannya dan istri tidak mensyukuri bahkan selalu mencari salah atau mencari kekurangan.


“…dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita (perempuan). “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya.


Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Imam Al-Bukhari).


3. Wanita yang berpakaian tidak sesuai syariat


“…dan wanita (perempuan)-wanita (perempuan) yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad).


Baca Juga:


Keistimewaan Asiyah, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga


Wanita dengan Kriteria Ini Bebas Memilih Pintu Surga


Pakaian ialah salah satu penyebab banyaknya wanita yang masuk neraka.


Banyaknya wanita yang begitu bangga memperlihatkan auratnya atau memakai pakaian muslim namun tidak sesuai syariat islam.


4. Wanita yang membuka aib orang (bergosip)


Terkadang wanita berkumpul atau bersilaturahmi namun diselingi dengan kebiasaan yang tidak baik yakni bergosip yang lebih banyak membicarakan keburukan orang lain.


Hal itu adalah kebiasaan yang sungguh membawa kerugian yakni membawa kepada neraka.


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka ‘memakan daging’ saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Hujurat : 12).


5. Wanita yang tidak menjalankan shalat


“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu.” (HR. Ath Tabrani).


Semua umat Muslim laki-laki dan perempuan diwajibkan untuk menjalankan shalat sebagai bentuk ketakwaanya kepada Allah SWT.


Sobat Moslem, itulah 5 sifat wanita yang sulit masuk surga. Semoga kita dijauhkan dari tindakan tersebut agar mendapatkan surga Allah SWT.

Rabu, 03 November 2021

Adakah Tuntunan Mengusap Wajah Setelah Berdoa?


Adakah Tuntunan Mengusap Wajah Setelah Berdoa? 


#Pertanyaan: 

Adakah Tuntunan Mengusap wajah setelah selesai berdoa? Ibu Darti - Bekasi 


#Jawaban: 

Oleh; Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. 


Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. 


Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengusap wajah setelah berdoa. Ada tiga pendapat tentangnya. 


#Pertama, 

sunnah berdasarkan hadits yang dihassankan sebagian ulama seperti Ibnul Hajar dan Imam Nawawi


. كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

 “Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengangkat kedua tangannya saat berdoa, beliau tidak meluruskannya sehingga mengusapka kedua tangannya ke wajah beliau.” 

(HR. Al-Tirmidzi dari haidts Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu) 


#Kedua, 

perbuatan bid’ah, karena menilai hadits di atas adalah dhaif. Tidak bisa dijadikan sebagai landasan hukum sunnah. Sedangkan hadits-hadits lain yang menopangnya derajatnya juga sangat lemah.


#Ketiga,

 tidak sunnah dan tidak pula bid’ah; ia termasuk perkara mubah. Jika ada yang mengerjakan maka tidak dikatakan bid’ah dan bila ditinggalkan maka tidak dicela. Menurut Syaikh Utsaimin dalam Syarh al-Mumti’, bahwa itu tidak sunnah. Sebab, hadits-hadits yang menerangkannya itu lemah. Tidak mungkin menetapkannya sebagai sunnah berdasarkan haidts dhaif. Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau berasalan, hadits-hadits yang terdapat dalam Shahihain dan selainnya yang jumlahnya banyak menerangan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa dan mengangat kedua tangannya; serta tidak mengusap wajah beliau dengan keduanya. Maka yang paling utama, menurut Syaikh Ibnul Utsaimin, tidak mengusap wajah. Tetapi kami tidak mengingkari orang yang segaja mengusap wajah karena menganggap hadits-hadits yang menerangkannya itu Hassan. Karena persoalan ini termasuk perkara khilafiyah.


 Dalam tulisan kami terdahulu dari perkataan Syaikh Ibnu Bazz, bahwa mengusap wajah selelah berdoa bukan perkara bid’ah. Tapi menurut beliau, yang lebih utama adalah meninggalkannya karena hadits-hadits menerangkannya itu lemah. Syaikh melanjutkan, tidak ada hadits shahih yang menerangkan tentang mengusap wajah setelah berdoa. Hadits-hadits yang ada dalam Shahihain, atau salah satunya tidak ada yang menerangkan tentang mengusap wajah (setelah doa). 


Di dalamnya hanya diterangkan doa. Karenanya siapa yang mengusap wajah, ia tak berdosa. Dan siapa yang meninggalkannya maka itu lebih utama. Sebab, hadits-hadits tentang mengusap wajah setelah berdoa –sebagaimana telah diterangkan- adalah dhaif. 

Tapi siapa yang mengusapnya, ia tak berdosa. 


Tindakannya itu tak boleh diingkari dan tidak boleh dikatakan bid’ah. Perkara ini beliau jelaskan dalam kumpulan fatwanya “Nuur Alaa al-Darb”, dengan judul: Hukmu Mashi al-Wajhi Ba’da al-Du’a wa Hukmu Taqbiil al-Qur’an (Hukum mengusap wajah setelah berdoa dan hokum mencium Al-Qur'an). Wallahu alam

11 Keutamaan Shalat 4 Rakaat di Pagi Hari dalam Islam


11 Keutamaan Shalat 4 Rakaat di Pagi Hari dalam Islam


Shalat yang bisa dilakukan di pagi hari dengan jumlah 4 rakaat adalah shalat Dhuha. Shalat ini telah dikemukakan oleh para ahli agama bahwa shalat tersebut memiliki keutamaan. Dengan keutamaan ini maka kaum muslim dianjurkan oleh Rasulullah untuk melaksanakannya setidaknya secara rutin. Lalu, keutamaan apa yang akan didapatkan dengan melaksanakan shalat 4 rakaat di pagi hari?


Berikut di bawah ini  penjelasannya berdasarkan dalil dari para hadis dan Sabda Rasulullah tentang keutamaan shalat 4 rakaat di pagi hari.


1. Ganjaran pahala sebanyak jumlah persendiaan


Shalat empat Rakaat di pagi hari  (shalat dhuha memiliki nilai seperti nilai amalan sedekah yang diperlukan oleh 360 persendiaan tubuh manusia dan orang yang melaksankannya akan memperoleh ganjaran pahal sebanyak jumlah persendiaan itu. Rasullullah saw bersabda :


“Pada setiap tubuh manusia diciptakan 360 persendiaan dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi ) bersedekah untuk setiap sendinya. Lalu, para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, siapa yang sanggup melakukannya? Rasulullah saw menjelaskan, ‘ Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya. Apabila tidak mampu, shalat dhuha dua rakaat dapat menggantikannya” ( HR.Ahmad bin Hanbal & Abu Daud)


2. Menjanjikan tercukupinya kebutuhan orang tersebut di hari akhir


Shalat dhuha adalah shalat permohonan rezeki.Hal ini antara lain ditunjukkan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan doa yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut. Di samping itu, Allah juga berjanji pada setiap mukmin yang tekun melaksanakan shalat dhuhan untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya pada sore atau akhir hari.Rasulullah saw bersabda :


“Na’im bin Hammar berkata, ‘ Aku mendengar Rasulullah saw berkata: Allah berfirman, ‘ Wahai anak adam, janganlah sekali – kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari ( shalat dhuha) Karena akan Ku cukupi kebutuhanmu hingga sore hari ” (HR Abu Daud)


3. Meraih keuntungan dengan cepat


Menurut Rasulullah, keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan sholat dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid itu. Lihatlah sabda Rasulullah saw. Tentang hal ini sebagai iming – iming bagi para sahabat agar mereka tidak malas mengerjakan shalat dhuha :


“Abdullah bin Amr bin Ash ra, ia berkata ‘Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Rasulullah saw, berkata ‘ perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali !  Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan mereka peroleh serta cepatnya kembali (dari peperangan).


Lalu Rasulullah saw berkata, ‘ Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimiah (keuntungan)nya dan cepat kembalinya ?’ Mereka menjawab, ‘Ya’ rasul berkata lagi, ‘ Barangsiapa yang berwudhu kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya ), lebih banyak ghanimah-nya dan lebih cepat kembalinya.” ( HR Ahmad )


4. Mendapatkan pahala sebesar pahala ibadah umrah


Perihal keutamaan ini lagi – lagi memperlihatkan kedudukan shalat dhuha yang tinggi bersaing dengan shalat wajib dalam hal pahala. Bahkan, dalam keterangan hadist lain, nilai pahala shalat dhuha dikatakan sebanding dengan pahala haji dan Umrah apabila dikerjakan secara berkesinambungan dengan shalat fajar dan zikrullah yang dikerjakan sebelum pelaksanaan shalat dhuha tersebut. Nabi Muhammad saw bersabda :


“Barangsiapa yang mengerjakan Shalat fajar ( subuh) berjamaah kemudian ia duduk mengingat Allah hingga terbit matahari lalu ia shalat dua rakaat (dhuha), ia mendapatkan pahala sepeprti pahala haji dan umrah; sempurnah, sempurna, sempurna.” ( Shahih al-Jami’:6346)


5. Diampuni semua dosanya


Keutamaan shalat 4 rakaat di pagi hari seperti shalat dhuha adalah diampuni semua dosanya walau sebanyak buih dilaut. Rasulullah pernah bersabda


“ Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa – dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirdmizi, Ibnu Majah dan Ahmad)


6. Shalat di pagi hari sebagai investasi amal cadangan


Shalat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari kiamat. Ibadah sholat juga merupakan kunci dari semua amal kebaikan. Sholat dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yang dapat menyempurnakan sholat fardhu (wajib). Rasulullah pernah bersabda:


“Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung. Dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi”


Jika terdapat kekurangan pada sholat wajib yang telah dilaksanakan. Maka Allah juga berfirman,


“ Perhatikanlah, jikalau hamba-KU mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekedar apayang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.”(HR. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)


7. Dimudahkan dalam mencari rezeki


Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi muslim yang kuat. Rasulullah juga memberi perintah kita untuk mengajari anak – anak berenang, memanah, menembak, dan berkuda (sepeda, motor, mobil, pesawat dll). Begitu juga bagi seorang muslim, perjuangannya dalam mencari nafkah yang halal untuk menghidupi istri dan anak-anaknya adalah bagian dari jihad.


Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban seorang muslim. Allah menuntun manusia melalui Nabi-Nya dalam mengajarkan dhuha yang juga termasuk pada amal yang untuk mendapatkan keutamaan shalat 4 rakaat di pagi hari. Dengan sholat tersebut Allah mempermudah bagi kita untuk mencari rezeki dan keberkahannya.


8. Menuai keberkahan pada waktu pagi hari


Banyak contoh mengenai keberkahan pada pagi hari. Seperti Rasulullah mengutus pasukannya pada pagi hari. Imam At Tirdmidzi meriwayatkan dari Nu’man bin Muqrin bahwa pada waktu fajar Rasulullah menunggu matahari terbit, sebelum mengintruksikan pasukannya maju bertempur.


Diriwayatkan juga dari Sakhr Al Ghamidi, ia berkata bahwa Rasulullah Shallahu’ Alaihi wassalam bersabda “Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu pagi.” (HR At Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah)


9. Waktu yang baik untuk muslim berdoa


Perhatikan, doa ketika sholat Tahajud pada malam hari adalah waktu dikabulkan oleh Allah, karena pada saat – saat tersebut kebanyakan manusia dalam keadaan tidur, kemudian kita bercengkerama dan bermunjat kepada Allah.


Begitu pula dengan Shalat dhuha, pada saat kebanyakan manusia sibuk dalam urusannya masing-masing kemudian kita bermunajat, insya allah tiada doa yang tidak dikabulkan. Allah akan kabulkan doa di dunia atau Allah akan tangguhkan untuk di akhirat nanti.


Kesimpulannya adalah shalat 4 rakaat di pagi hari memberikan 9 keutamaan yang begitu bermanfaat bagi kehidupan. Apalagi shalat dipagi hari juga dapat membuat kelancaran usaha bisnis dan pekerjaan. Sebab apa yang terjadi di dunia semua atas izin dari Allah swt.


Dan akan kembali juga kepada Allah. Melaksanakan shalat 4 rakaat sesuai dengan tuntunan dan ajaran Nabi kita Muhammad. Akan mendatangkan rezeki dan bagi yang melaksanakan akan memperoleh keutamaan seperti diatas.


Tapi usahakan mendapatkan keutamaan shalat 4 rakaat di pagi hari dengan maksimal dengan mengerjakannya secara rutin. Karena shalat ini juga sudah dapat dikategorikan amalan cadangan serta Investasi bagi yang melaksanakan. Dan semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada salah kata dari penulis

Selasa, 26 Oktober 2021

Bacalah Doa Pendek Ini Sebanyak 7 Kali Selepas Sholat Subuh, Niscaya Dilindungi dari Siksaan Neraka


Bacalah Doa Pendek Ini Sebanyak 7 Kali Selepas Sholat Subuh, Niscaya Dilindungi dari Siksaan Neraka


Apa doa pendek yang bisa dibaca selepas sholat subuh? Berikut ulasan selengkapnya.


Ibadah yang paling utama bagi umat Islam ialah sholat.


Sholat wajib yang terdiri dari 5 waktu dalam sehari juga semakin lengkap ditambah dengan sunnah.


Ibadah sholat merupakan senjata umat muslim untuk terhindar dari perbuatan keji dan munkar.


Sementara senjata paling ampuh umat muslim yang lainnya yakni doa.


Setelah melakukan kewajiban kita yakni sholat, kita juga dianjurkan untuk senantiasa berdoa.


Doa merupakan ibadah yang juga tak tertandingi dari apapun.


Karena dengan berdoa, kita selalu menggantungkan harapan setinggi-tingginya hanya kepada Allah Azza Wajalla.


Maka tak heran jika orang yang hanya berusaha namun tak berdoa dianggap sombong.


Karena sekeras apapun usahanya, namun tidak meminta pertolongan kepada Allah, maka mustahil keberkahan akan didapatkan.


Oleh sebab itu, alangkah baiknya setelah sholat kita melakukan doa agar apa yang diinginkan dapat dikabulkan Allah Subhanahuwata'ala.


Ada dzikir yang bisa dibaca setelah sholat terutama sholat subuh.


Di samping itu, ada pula doa pendek yang bisa dibaca setelah sholat subuh.


Namun, meskipun doa ini pendek jika dibaca setelah sholat subuh maka akan dilindungi dari siksaan api neraka.


Lantas, apa bacaan doa pendek yang bisa diamalkan setelah sholat subuh?


Berikut ulasan selengkapnya mengenai doa pendek yang dibaca setelah selesai sholat subuh.


Adapun dzikir dan bacaan doa setelah solat 5 waktu yang ddianjurkan oleh Rasulullah SAW antara lain adalah:


Membaca Istighfar dan Doa Keselamatan


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ


"Astaghfirullah hal'adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi"


Lalu dilanjutkan dengan membaca,


لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ


"Laa illallah wakhidahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul khamdu yukhyiiy wayumiitu wahuwa'alaa kulli syai'innqodir"


Doa Memohon Perlindungan dari Siksa Neraka (dibaca 3x)


اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ


"Allahumma ajirni minan-naar"


Artinya :


Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka


Bacaan doa tersebut diriwayatkan oleh sejumlah penulis kitab hadist seperti Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibn Hibban.


"Apabila selesai salat subuh, sebelum berbicara dengan orang lain, bacalah doa: Allahumma ajirni minannar (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka) sebanyak tujuh kali. Sesungguhnya, jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka. Dan apabila kamu selesai salat maghrib, sebelum berbicara dengan orang lain, bacalah doa: Allahumma ajirni minannar (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka) sebanyak tujuh kali. Sesungguhnya, jika kamu meninggal pada malammu itu, niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka".


Nah, jadi maksud dari doa Allahumma Ajirna Minannar tersebut yakni meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari api neraka.


Akan tetapi, kita juga tetap meminta didekatkan dengan surga sebagai tempat pilihan terbaik ketika di akhirat nanti.