Minggu, 20 Juni 2021

Doa Mustajab Antara Adzan & Iqamah



Salah satu waktu mustajab untuk berdoa berada di antara adzan dan iqamah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


“Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671)


Terdapat tambahan lafadz perintah berdoa dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Ahmad,


“Sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdoalah kalian.” (Syaikh Sy’aib al-Arnauth berkata: isnadnya shahih)


Imam Al-Shan’ani dalam Subul al-Salam berkata, “Dan hadits ini menunjukkan dikabulkannya doa di tempat-tempat ini. Karena tidak ditolaknya doa berarti diterima dan dikabulkan. Kemudian ini berlaku umum untuk semua doa. Dan harus diikat dengan keterangan pada beberapa hadits lainnya, yaitu selama dia tidak berdoa dengan suatu dosa atau memutus silaturahim.”


Imam al-Syaukani dalam Nailul Authar berkata, “Hadits tersebut menunjukkan dikabulkannya doa di antara adzan dan iqomah secara mutlak. Dia diikat dengan keterangan selama doa tersebut tidak berisi dosa dan memutus silaturahim, sebagaimana tertera dalam beberapa hadits shahih.”


Apakah ini berlaku bagi orang yang berada di masjid saja? 


Pada dasarnya keutamaan doa di antara adzan dan iqamah ini tidak dikhususkan bagi orang yang ada di dalam masjid saja. Hadits ini mengabarkan bahwa waktu antara adzan dan iqamah ini termasuk waktu-waktu mustajabah (dikabulkannya doa), maka siapa yang menyempurnakan syarat-syarat terkabulnya doa dan berdoa pada waktu ini maka –sangat diharapkan- doanya dikabulkan, baik ia berada di dalam masjid atau tidak. Berarti ini juga berlaku bagi kaum hawa yang berada di rumahnya. Apabila ia mendengar adzan, lalu ia berdzikir sesudahnya dan ditambahan dengan doa yang dikehendakinya, maka doanya tersebut akan dikabulkan.


Hadits dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu menguatkan keterangan di atas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


“Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir, no. 803)


Al-Munawi berkata, “Apabila pemanggil memanggil, maksudnya: muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat, Allah mengabulkan doa orang yang berdoa saat itu, karena ia termasuk waktu ijabah (pengabulan doa).”


Penutup


Karena itu, mari kita manfaatkan waktu mustajab antara adzan dan iqamah ini untuk memunajatkan doa kepada Rabb kita, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Besar harapan doa permohonan kita akan dikabulkan karena ia termasuk waktu mustajab berdasarkan hadits di atas. Walau di sana ada juga beberapa waktu lain yang mustajab pula, seperti saat sujud dan di penghujung shalat. Wallahu A’lam.

6 Dosa Besar Istri Kepada Suami Tanpa Disadari, Astagfirullah Nomor 4 Sering Dilakukan para Istri




KABAR BESUKI - Sebagai hubungan rumah tangga, sosok seorang suami adalah peranan penting dalam biduk keluarga.

Pasalnya, seorang suami merupakan pemegang kunci utama pada rumah tangga. Maka, seharusnya sebagai seorang istri harus mematuhi apa yang diperintahkan sang suami.

Berikut beberapa dosa besar seorang istri kepada suami, sebagaimana dikutip dari laman Instagram @docktoronline.id.

1. Tidak taat pada suami

Jika Anda sudah menjadi seorang istri, harusnya selalu patuh kepada suami. Maka, bila suami meminta melakukan apa yang ia inginkan, sebagai istri harusnya wajib menurutinya selama tidak bertentangan dengan perintah Allah. Tapi, jika istri membangkang maka itu menjadi sebuah dosa besar.

2. Bicarakan kekurangan atau aib suami

Jika ini terus-terusan dilakukan akan bisa menjadi kurangnya keharmonisan dalam rumah tangga bahkan bisa menjadi retak dan hancur. Bayangkan saja apabila istri membeberkan aib suami pada pihak keluarganya atau pada orang lain. Sehingga bisa menyebar kemana-mana, pasti akan menimbulkan permasalahan baru.

Halaman:

Sumber: Instagram @doctor.online.id

3. Tidak bersyukur

Tidak bersyukur dengan nafkah yang diberikan suami sangatlah tidak baik. Hendaknya istri tidak mengeluh atas pemberian yang tak seberapa dari suami, melainkan mengelolanya dengan baik. Dia juga harus mengoreksi kehidupan rumah tangganya, mungkin saja ada perbuatan dosa yang membuat rezeki tertahan. Mencela pemberian nafkah suami sungguh perbuatan tercela.

4. Menolak ajakan suami

Menolak ajakan suami di tempat tidur dengan alasan tak mendasar seperti kemalasan, merupakan perbuatan yang sangat tidak dianjurkan. Selama tidak udzur syar'i yang menghalangi istri untuk melayani suami, maka dia wajib memenuhinya.

5. Mempercantik diri bukan untuk suami

Kebanyakan wanita banyak yang salah kaprah dalam perkara ini. Apabila sedang bersama suami, dia tampil seadanya. Tapi bila keluar rumah, dia berhias dan berdandan. Padahal, berhias di hadapan suami sangat dianjurkan dan wajib. Sedangkan keluar rumah sangat ditekankan untuk menghindari hal ini. Karena bisa menjadi fitnah kaum lelaki.

6. Keluar tanpa izin

Jika suami sedang bekerja di luar dan ada keperluan walaupun kiranya hanya membeli sembako setidaknya minta izin. Hal tersebut merupakan bentuk ketaatan dan menjaga kerhomatan. Bila istri melanggar, maka tanpa sadar dia telah berbuat dosa

Kamis, 17 Juni 2021

#Ketika_Tak_Percaya_Diri, #Harus_Bagaimana?



Tidak semua orang punya kemampuan dalam segala bidang atau bisa melakukan segala hal. Ketika merasakan ketidakmampuan untuk berbuat sesuatu, apa yang harus dilakukan?


Islam mengajarkan untuk mempelajari Alquran, sebab kitab itu adalah pedoman bagi manusia. Setiap kisah dalam Alquran itu mengandung pelajaran dan hikmah. Salah satunya adalah kisah perjuangan Nabi Musa a.s saat berhadapan dengan Firaun. Dalam kisah itulah jawaban pertanyaan tadi bisa terjawab.


Allah SWT berfirman:


“Pergilah kepada Fir’aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas. Berkata Musa: ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaahaa: 24-28)


Saat Nabi Musa AS ditugaskan oleh Allah untuk menghadap Fir’aun yang sangat berkuasa saat itu, nabi Musa AS memanjatkan do’a agar dia mampu menjalankan tugas dengan baik. Kemudian Nabi Musa AS berangkat menemui Fir’aun untuk menyampaikan risalah dakwahnya.


Saat itu nabi Musa a.s memohon kepada Allah agar benar-benar menyiapkannya untuk mengemban risalah tersebut. Disini ada sebuah pelajaran yang bisa dipetik, yaitu tentang rasa percaya diri dan pertolongan Allah.


Saat menghadapi tugas yang berat, kemudian muncul keraguan, merasa diri tidak mampu, alih-alih mengurungkan niat, nabi Musa as berdoa kepada Allah agar dihilangkan rasa rendah diri dan dimunculkan kepercayaan dirinya.


Banyak orang yang menyerah karena merasa tidak bisa melakukan sesuatu tugas atau urusan tertentu. Bahkan ada yang malah terjerumus ke lembah putus asa. Padahal, seseungguhnya, pertolongan allah sellau ada. Mungkin kita memiliki keterbatasan, namun jika Allah berkehendak, keterbatasan itu tidak akan menghalangi untuk meraih tujuan.


Bagaimana jika setelah berusaha sekuat tenaga ternyata kita gagal?


Kembali ke kisah nabi Musa as, apakah tugasnya meluluhkan hati Firaun itu berhasil? Ternyata tidak. Dan Nabi pun tahu bahwa kemungkinan berhasilnya sangat sedikit, tetapi beliau masih tetap mau mencoba. Begitu juga dengan kita, meskipun kita tahu bahwa kemungkinan keberhasilan sesuatu kita kecil, tidak ada salahnya untuk mencoba kecuali ada peluang lain yang lebih baik. Apalagi jika kemungkin keberhasilannya lebih besar.


Kemungkinan sekecil apa pun perlu dicoba. Apalagi saat kita tidak memiliki pilihan lain. Contoh lain adalah Siti Hajar saat mencari air untuk bayinya, Ismail a.s. Di tengah gurun gersang, kemungkinan untuk mendapatkan air kecil, tetapi terus berusaha, tidak menyerah. Dan pertolongan pun datang pada akhirnya.


Allah akan menolong kita jika kita sungguh-sungguh menginginkannya. Dan sebagai bukti kita tetap berusaha meski kemungkinannya kecil untuk terwujud.


Nyatanya, tidak ada yang bisa menjamin bahwa apa yang kita lakukan akan berhasil atau gagal. Hanya satu cara untuk mengetahuinya yaitu dengan mencoba.


Pelajaran kisah itu adalah tentang keharusan kita melakukan ikhtiar semaksimal mungkin. Ikhtiar maksimal ini yang akan mendatangkan pertolongan Allah saat diiringi dengan do’a dan sikap tawakal. Inilah pelajaran yang sangat berharga dari kisah qirani diatas.


Meski ikhtiar maksimal tidak selalu mendatangkan hasil maksimal, setidaknya kita sudah meyertakan Allah dalam setiap langkah. Meski tak berhasil dalam hal yang riil, ikhtiar itu akan tetap bernilai di hadapan Allah.


Ingat pepatah man jadda wajada? Ya, kita harus sungguh-sungguh dalam mencoba, karena bersunguh-sungguh itu menunjukan keinginan yang kuat. Selebihnya kita serahkan pada Allah dengan tawakal.


Tawakal adalah salah satu cara agar kita percaya diri. Karena tawakal sebuah keharusan bagi seorang Muslim, harusnya seorang Muslim itu memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Baik saat menghadapi masalah maupun percaya diri meraih sukses yang besar.


Jadi, ketika ketidakpeercayaan diri datang melanda, tetaplah laksanakan ikhtiar bersama doa serta tawakal terhadap hasilnya.

07 ZULKAIDAH 1442. #kamis 17 JUNI 2021

Rabu, 16 Juni 2021

Jarang Disadari, Inilah 10 Kesalahan dalam Salat Jumat yang Sering Terjadi, Awas No 3 Hukumnya Haram

Sholat berjamaah

SRIPOKU.COM - Apa saja kesalahan dalam sholat (Salat, KBBI) jumat yang jarang disadari? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sholat jum'at hukumnya fardhu 'ain bagi tiap-tiap orang Muslim laki-laki, mukalaf, sehat (jasmani dan rohani), dan bermukim disuatu tempat (bukan orang sedang musafir).

Dalam pelaksanaannya, sholat jumat diwajibkan bagi kaum muslim laki-laki.

Bagi laki-laki yang tengah udzur dalam menunaikan sholat Jumat maka diperbolehkan untuk menggantinya dengan sholat dzuhur.

namun, tentu saja dengan beberapa syarat diperbolehkannya sheingga sholat jumat dapat diganti sholat dzuhur.

Lantas bagaimana jika seorang muslim laki-laki tidak mengerjakan sholat Jumat karena sengaja?

Orang yang tidak shalat Jumat karena inkar akan kewajiban Jumat, maka dia dihukumi sebagai kafir.

Lalu, orang Islam yang tidak sholat Jumat karena malas.

Dia meyakini kewajiban Jumat tapi dia tidak sholat Jumat karena kemalasan dan tanpa adanya uzur syar'i, maka dia berdosa, atau 'ashin.

Selain tidak menunaika sholat Jumat, ada pula kesalahan-kesalahan yang dianggap remeh bagi sebagian orang dalam sholat Jumat, apa saja?

Berikut ini kesalahan-kesalahan dalam sholat Jumat yang kerap terjadi di masyarakat dibagikan melalui kanal YouTube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam.

Nah, bagi sejumlah orang yang menganggap sepele urusan berbicara kala khutbah Jumat, jangan anggap enteng lagi setelah mengetahui hal ini dan lebih baik diam.

Lantaran mendengarkan khutbah Jumat dengan penuh hikmah ialah wajib.

Tidak diperbolehkan bagi kita untuk berbicara ketika khutbah sedang berlangsung, bahkan sekedar menegur seseorang untuk diam.

Rasulullah Sholallahu'alaihiwasallam bersabda,

Artinya:

Siapa yang berbicara di hari Jumat ketika imam sedang khutbah, maka dia seperti keledai yang menggendong barang bawaan. Sementara orang yang mengatakan 'diam' maka tidak ada jumatan baginya. (HR. Ahmad 2033, dan dinilai dhaif Syuaib al-Arnauth)

Saat khatib sedang berkhutbah, seorang makmum tidak boleh menyibukkan diri dari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasinya dari mendengarkan khutbah.

Misalnya saja malah sibuk bermain ponsel atau membaca buletin Jumat ketika khutbah sedang berlangsung.

Padahal ketika ia mengabaikan khutbah Jumat, ia juga telah kehilangan pahala kebaikan dan hanya berbuat yang sia-sia saja.

Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian dia mendatangi sholat Jumat, dia mendengarkan khutbah dan diam, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat ini dengan Jumat yang akan datang, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang bermain kerikil, sungguh ia telah berbuat sia-sia." (HR. Muslim)

Mayoritas ulama berpendapat jual beli sejak azan Jumat mulai berkumandang adalah haram.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Alquran surat Al-Jumu'ah ayat 9.

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. al-Jumu'ah : 9)

Ayat ini dengan jelas melarang jual beli ketika sholat Jumat bagi orang yang diwajibkan sholat Jumat.

As Sa'di dalam tafsirnya mengatakan, "Maksudnya tinggalkan jual beli ketika mulai azan dikumandangkan, dan hendaknya pergi menuju shalat." (Taisir Karimirrahman, 825)

Seringkali pekerjaan kita belum selesai ketika azan Jumat berkumandang.

Namun, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bergegas menghadiri sholat Jumat.

Allah Ta'ala berfirman dalam Alquran surat Al Jumuah ayat 9,

Sebagian orang masih melakukan aktivitas ketika azan Jumat mulai berkumandang.

Padahal, banyak keutamaan yang dapat diraih ketika datang lebih awal.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah Sholallahu'alaihiwasallam bersabda,

Apabila hari Jumat tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah." (HR. Bukhari 3211)

Hadi ini memberikan motivassi untuk hadir lebih awal ketika Jumatan.

Semakin awal, semakin bagus, dan diupayakan agar jangan sampai terlambat datang setelah imam naik mimbar.

Karena kita tidak mendapatkan catatan khusus dari malaikat.

Ketika seseorang terlambat datang Jumatan, dia melihat ada satu tempat di depan yang kosong.

dia langkahi pundak-ppundak jamaah lainnya, untuk berjalan maju, mendapatkan satu tempat yang kosong itu.

Tindakan semacam ini sangat dilarang oleh Nabi Sholallahu'alaihiwasallam.

Bahkan beliau menyebutnya sebagai perbuatan yang mengganggu.

Abdullah bin Busr radhiyallahu'anhu bercerita, ada seseorang, dia melangkahi pundak-pundak jamaah ketika jumatan. Sementara Nabi Sholallahu'alaihiwasallam sedang berkhutbah.

Lalu Nabi Sholallahu'alaihiwasallam memerintahkan orang ini,

Duduk, kamu mengganggu. (HR. Abu Daud 118, Ibnu Majah 115 dan dishahihkan al-Albani)

Tidak sedikit jamaah sholat Jumat yang duduknya dalam keadaan memeluk lutut.

Bahkan saking enaknya, sampai tertidur.

Padahal ada larangan dalam hadis mengenai duduk seperti itu dalam khutbah Jumat.

Dari Sahl bin Mu'adz dari bapaknya yaitu Mu'adz bin Anas al-Juhaniy, ia berkata,

Rasulullah Sholallahu'alaihiwsallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah. (HR. Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud)

Bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadis Abu Sa'id al-Khudri, Rasulullah Sholallahu'alaihiwasallam bersabda yang artinya,

"Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir.

Sedangkan waktunya dalah sebelum berangkat sholat Jumat.

Rasulullah Sholallahu'alaihiwasallam bersabda yang artinya,

"Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta.." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seringkali seseorang memakain pakaian seadanya ketika sholat Jumat.

Padahal kita disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik dan juga memakai wewangian.

Nabi Sholallahu'alaihiwasallam bersabda yang artinya,

"Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Langsung duduk ketika masuk masjid, tidak sholat dulu sebelum duduk

Banyak jemaah Jumat yang langsung duduk ketika masuk masjid, tanpa sholat terlebih dahulu.

Padahal, kita dianjurkan untuk sholat dua rakaat agar mendapatkan keutamaan sholat Jumat.

Abu Hurairah radhiyallahu'anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad sholallahu'alaihiwasallam bersabda, yang artinya,

"Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai jumat berikutnya ditambah tiga hari." (HR. Muslim)

Dengan demikian, setelah mengetahui kesalahan-kesalahan dalam sholat Jumat yang harus diperhatikan bahkan dihindari, agar sholat Jumat mendapat keberkahan dan keutamaannya.

06 ZULKAIDAH 1442. #rabu 16 JUNI 2021

Masuk Surga Itu Mudah. Cukup Lakukan 4 Hal Berikut Ini



Setiap manusia, tentu saja muslimah termasuk di dalamnya  menginginkan surga menjadi tujuan akhir kehidupannya.  Surga lah puncak kebahagiaan. Surga adalah hak Allah Subhanahu wa ta’ala yang akan diberikan kepada siapa saja yang di Rahmati-Nya. Untuk meraih Rahmat-Nya maka manusia mengerjakan amalan sholih dengan penuh keikhlasan semata untuk mendapatkan Ridho-Nya.


Surga adalah puncak kesempurnaan kehidupan. Dalam surga yang ada hanyalah kebahagiaan. Tak ada kesedihan, kegundahan, kegalauan, iri dan dengki serta segala macam penyakit hati. Para penghuni surga hanya merasakan kebahagiaan dan kebahagiaan.


Surga terdiri dari 8 buah pintu. Pintu-pintu tersebut hanya dapat dimasuki oleh mereka yang mengerjakan amalan shalih sesuai dengan nama pintu tersebut. Ada Pintu Shalat, Pintu Sedekah, Pintu Jihad, Pintu Ar Rayyan (puasa), Pintu Haji, Pintu Al Ayman (Pintu orang yang bertawakkal yang masuk surga tanpa hisab dan siksa), Pintu Al Kazhimina Al Ghaizha wa Al Afina an An Naas (Mudah menahan marah dan memaafkan orang lain). Pintu yang lain  adalah Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.


Bebas Masuk Surga


Berbahagialah wahai para muslimah. Ternyata muslimah diberikan keutamaan untuk bisa masuk lewat pintu mana saja yang diinginkannya. Muslimah bebas memilih pintu surganya sendiri. Syaratnya tidak banyak, hanya empat yaitu


1. Mengerjakan shalat 5 waktu


Shalat 5 waktu adalah salah satu kewajiban muslim yang harus senantiasa dikerjakan.  Amalan shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak. Jika baik amalan shalatnya maka akan baik pulalah semua amalannya. Sebaliknya jika buruk amalan shalatnya maka akan buruk pula amalan lainnya.


Karena itu sudah sepantasnya kaum muslimin senantiasa memerhatikan shalatnya. Mengetahui dan menerapkan rukun maupun sunnah-sunnah shalat.


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:“Pokok dari seluruh perkara adalah Islam, tiangnya adalah salat, dan puncak tertinggi dari segala urusan tersebut adalah jihad.” (HR. Tirmidzi)


2. Berpuasa di bulan Ramadan


Allah Ta’ala berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)


Puasa Ramadhan merupakan rukun ketiga dari lima rukun islam. Hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim. Artinya bila seseorang mengaku muslim, baligh,  sehat serta muqim maka wajib atasnya untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan sebulan penuh.


Adapun makna  puasa sendiri adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Hal-hal yang dapat membatalkan puasa diantaranya adalah makan minum dengan sengaja serta melakukan hubungan suami istri di siang hari.


3. Menjaga kemaluan


Puncak dari menjaga kemaluan adalah tidak melakukan perbuatan zina. Untuk itu, umat islam telah dilarang untuk mendekati sarana-sarana yang dapat membawa seseorang kepada perbuatan terlaknat tersebut.


Menjaga kemaluan dapat diartikan dengan menjaga kehormatan diri baik sebagai seorang wanita maupun seorang istri. Menjaga dirinya agar tidak disentuh laki-laki lain. Menjaga dirinya agar tidak “dinikmati” laki-laki lain dengan senantiasa berhijab ketika keluar rumah. Menjadikan dirinya seutuhnya milik suaminya, laki-laki yang telah dipilih Allah untuk menjadi imamnya.


4. Mentaati suami


Suami mempunyai kedudukan yang sangat tinggi bagi seorang istri. Karena suamilah yang telah diberi bertanggung jawab setelah kedua orang tua istrinya berlepas diri atas anak perempuan mereka.


Suatu hari Rasulullah Shalallahu alaih wa sallam bertanya pada seorang perempuan, “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah saw. lagi. Ia menjawab,“Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah saw. bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)


Perlakuan seorang istri kepada suaminya dapat menjadi penentu akhir hidupnya, akankah meraih surga atau justru neraka. Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan tentang keutamaan suami.


Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi saw. bersabda:“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas atau boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka atau borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka atau borok tersebut, niscaya ia belum sempurna menunaikan hak suaminya.” (HR. Ahmad)


Masya Allah, demikian besarnya kedudukan suami.


Bagaimana wahai muslimah, ternyata untuk meraih keutamaan masuk surga lewat pintu mana saja yang kita inginkan tidak sesulit yang dibayangkan. Semoga Allah memberikan Rahmat dan Taufiq-Nya agar langkah kita mudah menapaki jalan ketaatan pada-Nya. Memasukkan kita ke dalam Jannah-Nya dan bersatu kembali dengan keluarga kita, suami dan anak-anak kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad).

Rabu, 02 Juni 2021

21 SYAWAL 1442. #RABU 02 JUNI 2021

Doa Pembuka Rezeki di Pagi Hari yang Dibaca Setelah Sholat Dhuha, Pekerjaan Menjadi Lancar dan Penuh Berkah



PORTAL JEMBER - Berikut adalah doa pembuka rezeki di pagi hari yang dibaca setelah sholat Dhuha, yang dapat membuat pekerjaan menjadi lancar dan penuh dengan berkah.

Ketika pagi menjelang, manusia dituntut untuk pergi menjemput rezeki. Bahkan ada pepatah mengatakan "Jangan bangun kesiangan, nanti rezekinya dipatok ayam."

Dan hal tersebut benar adanya, bahwa ketika malas untuk bangun berarti melewatkan 1 pintu rezeki yang telah dibuka oleh Allah. Maka dari itulah, hendaklah mengamalkan sebuah doa mustajab yaitu doa pembuka rezeki di pagi hari.

Dikutip PORTAL JEMBER dari salah satu unggahan video di kanal Youtube Doa Pedia pada 18 Februari 2019, terdapat doa yang insyaallah fadillahnya teramat besar bagi rezeki. Membawa dampak positif bagi semangat dalam menjemput pundi-pundi uang demi kesejahteraan keluarga.

Malaikat pun ikut mendoakan bagi siapa saja yang mau melafalkan doa di pagi hari ini. Luar biasa, ternyata amalan di pagi hari untuk mendatangkan kelimpahan rezeki yaitu melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 rakaat saja.

Lakukan shalat Dhuha 2 rakaat sebelum berangkat bekerja ke kantor, ke tempat kerja, hendak pergi berjualan atau hendak bekerja dan memulai pekerjaan.

Jika tergesa-gesa, dapat dilakukan shalat Dhuha di tempat kerja yang penting waktunya antara pukul 7 pagi hingga 11 siang. Setelah itu bacalah doa pembuka rezeki di pagi hari berupa doa setelah shalat Dhuha yang berbunyi sebagai berikut.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka wal bahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal ishmata ishmatuka.

Allaahumma inkaana rizqi fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardi fa-akhrijhu, wa inkaana mu'siran fayassirhu, wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana ba'idan fa qaribhu bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash shalihiin.

Artinya:"Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu".

"Ya Tuhanku, apabila rezeki ku berada diatas langit maka turunkanlah. Apabila berada di dalam bumi maka keluarkan lah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila masih jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkan lah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".

Begitu mudah amalan doanya, asalkan niat hati ikhlas menjalani demi menggapai ridho sang illahi tentunya ibadah tidaklah menjadi berat.

Justru ketika sudah rutin dengan amalan shalat Dhuha ini, maka akan mendapatkan berkah setiap harinya. Demikian, semoga membawa manfaat bagi semua, selamat mengamalkan

21 SYAWAL 1442. #RABU 02 JUNI 2021

Selasa, 01 Juni 2021

20 SYAWAL 1442. #SELASA 01 JUNI 2021

Minum Jus Seledri Ampuh Turunkan Kolesterol,

VIVA – Selama ini, seledri lebih banyak dimanfaatkan sebagai penambah rasa dan aroma pada masakan. Atau, sering juga digunakan sebagai garnish atau pemanis tampilan sebuah sajian.


Tapi, sayuran berwarna hijau itu ternyata memiliki manfaat kesehatan yang tak main-main. Seledri diketahui ampuh menangkal kolesterol tubuh.


Caranya pun cukup mudah. Cukup diblender lalu dikonsumsi. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketikan mengolah seledri menjadi jus.


Menurut dokter spesialis gizi dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, seledri mengandung 90 persen air dan tinggi serat. Tapi, jika dimakan hanya sedikit, tidak akan memberikan manfaat untuk tubuh.


Meski belum banyak penelitiannya, namun dokter Juwalita mengatakan, satu penelitian kecil menyebutkan bahwa 10 gram seledri atau kira-kira 10 batang seledri yang diblender dengan 200 ml air, merupakan takaran yang dianjurkan untuk membuat jus.


"Cuma rasanya gak enak, pahit dan ada aroma khasnya. Biasanya harus dicampur dengan bahan lainnya supaya rasanya lebih enak," kata dokter Juwalita dalam tayangan Hidup Sehat tvOne, Senin 31 Mei 2021.


Juwalita menganjurkan agar memilih bahan campuran yang bisa membantu khasiat seledri. Misalnya, buah nanas.


"Nanas dipotong-potong lalu diblender bareng. Rasanya akan lebih seger. Nanas juga menyumbang asupan serat," katanya menambahkan.


Tapi, perlukan menyaring jus seledri setelah diblender? Menurut dokter Juwalita, menyaring jus seledri justru bisa mengurangi kandungan seratnya. Meski demikian, jika tidak disaring akan sulit untuk diminum.


Karenanya, dokter Juwalita menganjurkan setelah diblender bisa disaring dahulu. Kemudian, hasil saringannya bisa diblender kembali dengan bahan lain yang bisa menambah rasa.


Karena fungsinya untuk menurunkan kolesterol, seledri pun bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, seledri kaya antioksidan serta kandungan flavonoid yan efeknya bisa membuat pembuluh darah lebih relaks dan tidak menyempit.