Selasa, 04 Mei 2021

Jangan Sampai Keliru, Ini Niat Zakat Fitrah Sesuai Orang yang Mengeluarkannya

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Zakat adalah salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi dalam agama. Zakat yang wajib dibayarkan oleh umat muslim ada dua macam yakni zakat maal (zakat harta) dan zakat fitrah.

Pada kali ini, kita akan membahas terkait zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh semua umat muslim yang mampu di bulan Ramadan. Waktu pembayarannya selama bulan Ramadan hingga sebelum Solat Iedul Fitri didirikan. Lantas bagaimana cara niat zakat fitrah sesuai dengan orang yang mengeluarkannya?

Berdasarakan pendapat ulama, ada 5 cara niat membayar zakat fitrah yaitu untuk diri sendiri dan keluarga, untuk orang yang diwakilkan, niat zakat fitrah yang dibacakan suami untuk istri, niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak laki-lakinya, dan terakhir niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak perempuan.

Berikut bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan orang yang mengeluarkannya:

1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Niat ini dibaca saat seseorang mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri dan keluarga yang menjadi tanggungannya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'annii wa 'an jami'i maa tilzamunii nafaqoo tuhum syar'an fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'ala."

2. Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

Niat ini dibacakan saat seseorang membayarkan zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan. Pada saat membaca niat disebutkan nama orang yang diwakilinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk... (sebutkan nama spesifik), fardlu karena Allah Ta'ala."

3. Niat zakat fitrah yang dibacakan suami untuk istri

Niat ini dibacakan saat suami hendak membayarakan zakat untuk istrinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an zaujatii fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala.

4. Niat zakat firah yang dibacakan orang tua untuk anak laki-laki

Niat ini dibaca saat orang tua hendak membayarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakinya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an waladii [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta'ala.

5. Niat zakat fitrah yang dibacakan orang tua untuk anak perempuan

Niat ini dibacakan saat orang tua hendak membayarkan zakat fitrah untuk anak perempuannya.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an bintii [ ... ] fardhan lillahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [sebutkan nama], fardu karena Allah Ta'ala.



#PUASA 22 RAMADHAN 1442. #Selaaa 04 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Senin, 03 Mei 2021

Lakukan Salat Dhuha Setiap Hari Minimal 2 Rakat, 7 Ganjaran ini Dapat Dirasakan di Dunia dan Akhirat Kelak!

JAKBARNEWS - Salah satu sholat sunnah yang dipercaya punya banyak sekali keuntungan, terlebih masalah rezeki adalah sholat dhuha.

Kebanyakan umat Muslim melaksanakan shalat ini karena punya keinginan atau ingin rezekinya dilancarkan oleh Allah SWT.

Pada dasarnya, sholat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari, lebih tepatnya di waktu dhuha. Waktu ini adalah ketika matahari mulai naik dari peraduannya kurang lebih sebanyak 7 hasta sampai menjelang waktu dzuhur.

Dilansir dari video yang diunggah kanal Youtube Griya Twinza berikut 7 keutamaan sholat dhuha yang luar biasa:

1. Kebutuhannya dicukupi

Sholat Dhuha menjanjikan dicukupinya kebutuhan dan rizki seseorang dari awal hingga akhir hari.

Sholat ini memohonkan rezeki karunia Allah SWT.

Permohonan tercukupinya rezeki dalam satu hari ditemukan pada doa-doa setelah pelaksanaan Sholat Dhuha tersebut.

Dari Sholat Dhuha, Allah berjanji akan mencukup segala kebutuhannya.

Allah berfirman,

"Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu".

Sholat Dhuha juga menjadi salah satu perantara terkabulnya suatu keinginan. Sama halnya dengan pelaksanaan Sholat Hajat.

2. Mendapatkan Ghamimah/keuntungan yang cepat

Seseorang akan mendapatkan Ghamimah jika tekun melaksanakan Sholat Dhuha.

Seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW saat orang-orang mukmin akan bertempur pada suatu peperangan.

Perang tersebut berakhir dengan kemenangan dan membawa banyak rampasan perang. Rasulullah SAW bersabda,

"Maukah kalian aku tunjukkan kepada dekat dari mereka (musuh yang diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungannya) dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: Ya!"

Rasulullah berkata lagi: "Barang siapa berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan Sholat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya".

3. Mendapat rumah di surga

Melaksanaan Sholat Dhuha 12 rakaat di awal hari, Allah menjanjikan rumah di surga kelak nanti di akhirat.

"Siapa saja yang Sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga" (HR. Ibnu Majah).

4. Pahala bersedekah

Pahala dua rakaat Sholat Dhuha sebanding dengan sendi-sendi yang bersedekah, ucapan tasbih yang sedekah, ucapan tahmid yang merupakan sedekah, kalimat tahlil yang mengandung sedekah dan ucapan takbir yang juga sedekah.

5. Pintu khusus di Surga

"Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memanggil; mana ia yang melazimkan Sholat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah" (HR. Thabrani)

6. Menghapus dosa-dosa

Melaksanakan Sholat Dhuha bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan sebanyak apapun.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang menjaga Sholat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan" (HR. Tirmidzi).

7. Pahala Haji dan Umrah

Melaksanakan Sholat Dhuha dengan tekun setara dengan pahala ibadah Haji dan Umrah.

"Barangsiapa yang mengerjakan Sholat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia Sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna".****


#PUASA 21 RAMADHAN 1442. #Senin 03 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

#PUASA 21 RAMADHAN 1442. #Senin 03 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44

Minggu, 02 Mei 2021

#PUASA 20 RAMADHAN 1442. #Ahad 02 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

#PUASA 20 RAMADHAN 1442. #Ahad 02 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

4 Cara Cegah Tikus, Kecoak, dan Serangga Masuk ke Rumah

JAKARTA, KOMPAS.com — Kita tentu merasa kesal dan jijik saat melihat tikus, serangga, kecoak, atau jenis hama lainnya di sekitar rumah. Jika kamu menemukannya di rumah, ini artinya kamu harus segera melakukan sesuatu.
Kehadiran hama merugikan ini tidak hanya akan membuat jijik, tapi juga membawa penyakit. Untuk itu, ada baiknya kamu segera mengusirnya dan mencegahnya agar tak lagi masuk ke rumah. 
Baca juga: Tips Ampuh Menangkap Tikus yang Sering Berkeliaran di Plafon Rumah
Berikut adalah empat tips yang bisa kamu coba agar hama tak masuk ke rumah seperti dilansir dari Roohome, Sabtu (1/5/20210.
Tutup Pintu dan Jendela
Jika kamu tidak ingin hama memasuki rumah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat. Sebagian besar hama masuk ke rumah melalui ruang kecil yang tersisa di antara pintu dan jendela. 
Baca juga: 6 Hama Serangga yang Sering Menyerang Tanaman dan Cara Membasminya
Ada baiknya kamu memeriksa semua pintu dan jendela di rumah. Jika ada celah sekecil apa pun, tutup dengan bahan yang sesuai. Kamu juga bisa menyumpal celah itu dengan semen atau selembar kain.
Jika kamu sudah menutupnya, segera hubungi pengendali hama profesional agar hama bisa mati dan tidak akan kembali. 
Buang Sampah dengan Benar
Jika kamu tidak membuang sampah dengan benar, ini akan mengundang hama masuk ke dalam rumah. Sampah dan tempat sampah akan menarik hama. Untuk itu, disarankan menggunakan kantong yang tepat untuk tempat sampah serta buang sampah jika sudah penuh. 
Jangan terlalu lama menyimpan kantong sampah di tempat sampah rumah. Semakin lama sampah tinggal, semakin banyak bau yang ditimbulkannya dan semakin banyak hama yang tertarik dengan aromanya. 
Selain itu, pastikan menjaga tempat sampah agar tetap bersih karena tempat sampah yang kotor bisa mengundang hama seperti tikus, serangga, dan kecoak. 
Rawat Taman di Halaman Rumah
Jika kamu memiliki taman di halaman, entah itu taman kecil atau besar, sebaiknya jangan membiarkannya terlantar. Rawat dan potonglah cabang pohon serta daun yang telah tumbuh tinggi di taman. 
Menjaga tanaman dalam kondisi bersih itu penting agar tak dijadikan sebagai sarang oleh hama seperti tikus, kecoak, juga serangga. 
Pastikan memotong cabang pohon yang masuk ke rumah dan gunakan batu untuk menjaga agar taman tetap terpisah dari rumah. Tanaman adalah rumah bagi hama. Untuk itu, rawatlah taman dan jagalah kebersihannya. 
Gunakan Pestisida
Cara lain membasmi hama dan menjauhkannya dari rumah adalah menggunakan pestisida. Kamu bisa menyebarkan pestisida ke semua area umah. Jika takut pestisida akan membahayakan kesehatan keluarga atau hewan peliharaan, kamu dapat memilih pestisida organik yang lebih aman.

Ada banyak pestisida yang tersedia di pasaran dan kamu bisa memilih salah satu yang paling sesuai dengan lingkungan rumahmu. 

50 Ribu Buruh Akan Demo Besar-besaran Depan Istana dan MK Hari Ini

- Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demonstrasi pada hari ini, Sabtu (1/5/2021). Hal itu telah disampaikan secara tertulis oleh Presiden KSPI Said Iqbal, Jumat (30/4/2021) lalu.

“Untuk di tingkat nasional, aksi akan dipusatkan di Istana dan Gedung Mahkamah Konsultasi,” katanya.

1. Ada 50 ribu buruh yang ikut demo

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (12/4/2021). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Said Iqbal menjelaskan, demonstrasi tersebut melibatkan 50 ribu buruh yang tersebar di 24 provinsi, 200 kabupaten/kota, dan di 3.000 pabrik. Ia mengatakan, kegiatan itu tentu akan mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Peserta aksi akan melakukan rapid antigen, memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak,” lanjutnya.

2. Komitmen soal prokes, KSPI minta agar demo buruh tidak dilarang

Ia juga menjelaskan, untuk demonstrasi di daerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Satgas COVID-19 daerah setempat.

Ia meminta agar massa buruh yang hendak melakukan aksi May Day tidak dilarang.

3. Kaum buruh kembali minta Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut

Ilustrasi demo buruh. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Said Iqbal menyampaikan, terdapat dua hal yang menjadi tuntutan kaum buruh dalam aksi demonstrasi kali ini. Pertama, cabut atau batalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Di mana buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh. Isu kedua, berlakukan UMSK 2021," katanya.

Sabtu, 01 Mei 2021

#PUASA 19 RAMADHAN 1442. #Sabtu 01 MEI 2021 #JELANG_BUKA_PUASA #MAGRIB_18_00

Dua Dosa Ini Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal



Karena seringnya dilakukan, tindakan itu terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Dream - Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan itu terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.


Allah SWT telah siap memberikan balasan mutlak neraka bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja meski sudah meninggal dunia.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya. Apa saja dosa-dosa tersebut?

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12

Lantas Apa Saja Dosa yang Akan Terus Mengalir?

1. Menjadi Pelopor Maksiat

Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat

Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.



#PUASA 19 RAMADHAN 1442. #Sabtu 01 MEI 2021 #SAHUR_SAHUR_SAHUR #IMSAK_04_34 #SUBUH_04_44