Minggu, 30 Januari 2022

Cara Sholat Taubatan Nasuha, Waktu, Bacaan Niat, Lengkap Doa dan Artinya

 

 Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa baik yang disadari maupun tidak. Meski merasa hanya melakukan dosa kecil tak lantas kita menyepelekannya. Hal itu malah akan membuat kita terlena dan tanpa sadar telah melakukan dosa besar.


Dengan sifat Pemurah dan Penyayang, Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat karena kekhilafan yang telah dilakukannya. Muslim dan muslimah dianjurkan  untuk selalu memohon ampunan kepada Allah SWT dengan membaca istigfar setiap ada kesempatan.


Ketika sudah merasa dosa yang dilakukan terlalu besar, umat muslim juga dianjurkan menjalankan sholat taubat.


Serangkaian cara sholat taubatan nasuha penting diketahui sebagai sarana memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa yang sengaja maupun tidak sengaja dilakukan.


Sholat taubat disebut juga dengan sholat istighfar atau sholat minta ampun. Dengan menjalankan tata cara sholat taubatan nasuha yang benar dan menyesali perbuatannya, seorang muslim seharusnya tidak mengulangi kembali maksiat atau dosa yang telah dilakukan.


Sholat taubat sebaiknya dikerjakan sendirian sebab termasuk dalam jenis sholat nafi’ah yang tidak disyariatkan untuk ditunaikan berjamaah.


Berikut ini Di paparkan serangkaian cara sholat taubatan nasuha sesuai sunnah, dikutip dari berbagai sumber.


Waktu yang Tepat untuk Mengerjakannya

Sebelum membahas langsung tentang cara sholat taubatan nasuha, kamu juga perlu memahami waktu yang tepat untuk mendirikannya. Perlu kamu ketahui, sholat taubat adalah jenis sholat yang tidak bisa ditunda-tunda mengerjakannya. Sebab kematian manusia tidak ada yang mengetahui kapan datangnya. Jangan sampai sebagai orang Islam kita meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat kepada Allah.


Dengan demikian, jika seorang muslim berbuat dosa, segeralah untuk bertaubat, salah satunya dengan mengerjakan sholat taubat. Sebenarnya sholat taubat bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun ada beberapa waktu yang haram untuk mengerjakan sholat taubat, yaitu:


Mulai terbit fajar kedua hingga terbitnya matahari.

Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah.

Saat matahari tepat di tengah-tengah hingga terlihat condong.

Setelah sholat asar hingga matahari tenggelam.

Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.

Cara Sholat Taubatan Nasuha

Cara sholat taubatan nasuha sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Perbedaannya hanyalah terletak pada niat dan tujuannya. Cara sholat taubatan nasuha dikerjakan sebanyak dua rakaat sekali salam. Boleh dilakukan dua rakaat, empat, hingga enam rakaat.


Syarat mutlak untuk melakukan cara sholat taubatan nasuha adalah suci dari hadas besar dan kecil serta menutup aurat. Sementara itu, niat dalam rangkaian cara sholat taubatan nasuha akan dipaparkan berikut ini.


Niat sholat taubatan nasuha, boleh dilafalkan jika kurang mantab.

Usholli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala.


Artinya: “Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”


Takbiratul Ihram.

Membaca doa Istiftah/iftitah (Sunnah).

Membaca surat Al Fatihah.

Membaca surat dari Alquran.

Rukuk (Membaca tasbih ruku’ tiga kali).

I'tidal (Membaca doa i’tidal).

Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali).

Duduk diantara dua sujud (Membaca doa 'Robbighfirlii warhamnii...').

Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali).

Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai 10..

Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir).

Salam lalu berdoa mohon ampunan.

Doa Setelah Sholat Taubat


Setelah mengerjakan serangkaian cara sholat taubatan nasuha di atas, kamu juga pelru mengerti doa setelahnya. Memohon ampunan atas dosa yang dilakukan sangat dianjurkan. Mengingat setiap orang kadang melakukan dosa yang tak disadari. Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 22, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."


Lantas bagaimana doa setelah sholat taubat? Simak di bawah ini.


Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi. Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfiru dzunuuba illa anta.


Artinya:


"Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.


Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau."


Segera Bertaubat Setelah Berbuat Dosa

Jika kita merasa telah melakukan perbuatan dosa atau maksiat baik sengaja maupun tidak, maka sebagai umat muslim disunnahkan menunaikan sholat taubat. Ini dilakukan sebagai bentuk memohon ampunan Allah atas dosa dan maksiat yang telah dilakukan.


Sebelum melaksanakan cara sholat taubatan nasuha dianjurkan untuk mandi besar terlebih dahulu. Oleh sebab itu jika kita berbuat dosa kepada Allah dalam satu hari sebanyak dua kali misalnya, maka kita dianjurkan untuk mandi taubat dan melaksanakan sholat taubat sebanyak dua kali.


Melaksanakan cara sholat taubatan nasuha merupakan sholat yang disarankan oleh Nabi SAW sebab perbuatan dosa yang telah dilakukan. Setiap kali kita melakukan dosa, maka dianjurkan menunaikan sholat taubat meskipun lebih dari satu kali dalam sehari.


Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Bakar Ash Shidiq, dia berkata:


“Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berdiri bersuci dan sholat, lalu ia meminta ampun kepada Allah kecuali Allah pasti akan mengampuninya. Kemudian beliau membaca ayat ini, ‘Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa mereka kecuali Allah.”

Jumat, 28 Januari 2022

Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Maghrib, Mendahulukan yang Mana?



Agama Islam memberikan banyak keringanan kepada umatnya dalam hal ibadah. Salah satu keringanan tersebut adalah kebolehan mengqodho sholat fardhu jika tertinggal karena ketidaksengajaan.


Sholat lima waktu yang telah terlewat dan belum dikerjakan, bisa diganti dengan mengqodho sholat. Keringanan dari Allah itu boleh dilakukan saat umat Islam yang tanpa disengaja atau ada halangan berat lainnya.


Jumhur ulama mengatakan ketika seorang muslim lalai karena unsur ketidaksengajaan, maka sebaiknya dia menebus dengan cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat sesegera mungkin.


Selain itu, bagi yang ragu sudah menjalankan atau belum, masih ada kesempatan untuk menggantinya dengan cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat sesuai sunnah. Mengqodho sholat berarti mengerjakan sholat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan sholat fardhu yang terlewat.


Cara mengqodho sholat asar di waktu magrib dilakukan jika seorang muslim meninggalkan sholat asar tanpa sengaja. Berikut cara mengqodho sholat asar di waktu magrib yang perlu kamu ketahui.


Hukum Mengqodho Sholat Fardhu

Sebelum membahas tentang cara mengqodho sholat asar di waktu magrib, Sahabat Dream juga perlu mengetahui hukumnya. Hukum mengqodho sholat fardhu yang terlewat adalah wajib, hal ini didasarkan pada hadis-hadis berikut ini.


"Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga masuk waktu sholat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakannya ketika bangun." (HR. Muslim).


Namun harus diingat, makna hadis ini tidak berlaku untuk mereka yang sengaja tidur ketika datang waktu sholat, dan tidak bangun sampai waktu sholat habis.


Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqhus Sunnah menyatakan mengqodho sholat Subuh hukumnya wajib begitu seseorang bangun tidur. Kondisi ini ternyata juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, seperti tercantum dalam hadis berikut:


"Mereka bersama Nabi SAW dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai matahari meninggi. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, dia tidak membangunkan Nabi SAW sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala Nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi SAW terbangun. Lalu beliau keluar dan sholat Subuh bersama kami." (Bukhari dan Muslim).


#Bacaan_Niat_Qodho_Sholat_Asar_di_Waktu_KiMagrib


Sebelum melakukan cara mengqodho sholat asar di waktu magrib, ketahui juga bacaan niatnya. Berikut bacaan niat cara mengqodho sholat asar di waktu magrib:


Ushollii fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lilaahi ta’aalaa.


Artinya:


Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.


Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Maghrib

Cara mengqodho sholat asar di waktu magrib sebenarnya sama dengan cara mengqodho sholat fardhu lainnya, mulai dari gerakan, bacaan, dan syarat-syaratnya. Yang membedakan hanya terletak pada niatnya.


Ketika ada orang muslim yang lupa menjalankan sholat asar, dan ia baru teringat bahwa dia belum sholat asar saat sudah masuk waktu sholat magrib, maka dia wajib mengqodho sholat asar di waktu magrib.


Cara mengqodho sholat asar di waktu magrib, seseorang dibolehkan memilih untuk mendahulukan sholat qodho atau sholat ada’. Cara mengqodho sholat asar di waktu magrib boleh dilakukan dengan menjalankan sholat magrib tiga rakaat terlebih dahulu, baru kemudian sholat asar empat rakaat. Boleh juga dengan mendahulukan sholat qodho asar dahulu, baru kemudian sholat magrib.


Jika menjalankan sholat asar terlebih dahulu pada saat masuk waktu sholat magrib, maka harus dipastikan bahwa nanti saat menjalankan sholat magrib masih berada dalam waktu sholat yang sama yaitu waktu magrib. Namun jika khawatir sudah mepet waktu isya, maka sebaiknya menjalankan sholat magrib terlebih dahulu.


Dikutip dari NU Online, hal ini seperti tercantum dalam Kitab Tuhfatu al-Thullab karangan Imam Zakariya Al-Anshari:


"Seseorang wajib meng-qodho sholat (fardlu) yang telah terlewat waktunya ketika ia telah ingat dan memungkinkan untuk melaksanakannya, kecuali jika dikhawatirkan terlewatinya menjalankan sholat ada’ (pada waktunya), maka ia harus mendahulukan sholat ada’ terlebih dahulu."


 

Kamis, 27 Januari 2022

Inilah 6 Amalan yang Bisa Selamatkan Kita dari Azab Siksa Kubur, Salah Satunya Membaca Surah Al Mulk

 Inilah 6 Amalan yang Bisa Selamatkan Kita dari Azab Siksa Kubur, Salah Satunya Membaca Surah Al Mulk

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa siksa kubur itu benar adanya, tak ada yang mampu bertahan dari azab kubur yang mengerikan.


Mungkin kita tak pernah bisa membayangkan bagaimana azab tersebut akan terus menimpa seseorang sejak ia dikuburkan hingga hari kiamat kelak.


Berbagai macam azab kabur telah banyak diceritakan dalam hadist-hadist shahih. Mulai dari disempitkan kuburnya hingga membuat remuk tulang-belulangnya, hawa panas neraka yang dibentangkan hingga barzah, ditemani seseorang yang berwajah gelap dan mengerikan jika banyak amal buruknya, dihantam kepalanya dengan batu, dibelah tubuhnya menjadi dua dan masih banyak yang lain sebagainya.


Saking mengerikannya azab kubur Rasulullah SAW sampai memperingatkan kepada umatnya untuk selalu berlindung dari azab kubur di setiap kali selesai sholat.


Doa memohon perlindungan dari azab kubur ini bahkan sejajar dengan perkara mengerikan lainnya, seperti azab neraka dan fitnah Dajal.


Oleh sebab itu, bacalah selalu doa perlindungan dari azab kubur setelah selesai mengerjakan sholat atau saat usai membaca tasyahud akhir dalam sholat.


Selain berdoa, terdapat amalan-amalan khusus yang mampu melindungi kita dari azab siksa kubur yang mengerikan, diantaranya:


1. Bertaubat


Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa, dengan bertaubat yang sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha), Insya Allah seseorang akan terhindar dari azab kubur. Karena kita semua tahu, Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang Maha pengampun bagi hambaNya yang mau bertaubat dari segala kemaksiatannya.


2. Menjaga Sholat


Imam Al Ghazali dalam kitabnya mukasyafatu Al-Qulub (hal 178) mengutip sebuah hadist dari Abu Na’im menjelaskan bahwa:


“Barang siapa yang meninggalkan sholat dengan sengaja, maka Allah akan menuliskan namanya di atas pintu neraka yaitu dari nama orang yang memasukinya (neraka).”


Hadist tersebut sangat jelas menegaskan bahwa, bagi Mukmin siapapun yang dengan sengaja meninggalkan sholat tanpa adanya uzur yang dibenarkan, maka dia akan diazab di alam kubur dan namanya terdaftar sebagai penghuni neraka di akhirat kelak. Karena setiap ruh yang berada di alam kubur akan melihat tempatnya di akhirat, apakah dia di surga ataukah di neraka.


Oleh sebab itu, hal kedua yang bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur adalah dngan menjaga sholat lima waktu kita.


3. Bersedekah


Orang yang suka bersedekah akan senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah SWT, sehingga hal tersebut bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur. Namun, sebaliknya bagi orang yang enggan menginfakkan sebagian hartanya, maka harus bersiap untuk menerima siksa kubur.


Hal tersebut sebagaimana wasiat dari Rasulullah SAW kepada sahabat Ali bin Abi Tholib:


“Wahai Ali, orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmatnya dan jauh dari azabnya, orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari rahmatnya dan dekat dengan azabnya.”


Bersedekah merupakan sebuah tanda bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia pada hakekatnya bukanlah miliknya, melainkan milik Allah yang harus dibagikan kepada sesama. Allah membagikan rezeki yang berupa materi ataupun makanan tidak langsung jatu dari langit, melainkan melaluia wasilah atau perantara orang yang dikehendakinya.


Oleh sebab itu, apabila kita mendapatkan rezeki hendaknya kita tak lupa untuk bersedekah dari apa yang sudah kita dapatkan tersebut, Insya Allah dengan begitu bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur yang mengerikan.


4.Berdoa


Doa memohon perlindungan dari siksa kubur tersebut bisa kita baca di setiap selesai sholat atau bisa juga dibaca saat selesai membaca tasyahud akhir dalam sholat. Insya Allah dengan memperbanyak membaca doa tersebut,, Allah berkenan untuk menghindarkan kita dari siksa kubur.


5. Membaca Al-Qur’an (Terutama Surah Al Mulk)


Ada beberapa riwayat yang menunjukkan keutamaan apabila kita rutin membaca surah Al Mulk. Salah satunya adalah Riwayata dari an-nasa’i yang menyebutkan bahwa:


“Barang siapa yang membaca” Tabarokalladzi biyadihil Mulk (Surah Al Mulk) di setiap malam, akan terhalangi dari azab kubur.”


Oleh karenanya, para ulama besar sangat menganjurkan untuk membaca surah Al Mulk ini. Apabila kita belum mampu sekali selesai, maka boleh dicicil. Misalnya, pada ayat pertama dibaca pada saat sholat qobliyah dzuhur. Setelah itu 10 ayat kedua dan ketiga bisa dibaca saat sholat ashar dan maghrib.


Lengkap sampai 30 ayat bisa dibaca di akhir malam atau sholat tahajud, Insya Allah dengan begitu sudah cukup menyelamatkan kita dari siksa kubur.


6. Mengamalkan Isi Al-Qur’an


Mungkin banyak dari kita yang mampu memahami makna yang terkandung dalam setiap surah dalam Al-Qur’an. Akan tetapi cukup sedikit dari kita yang mau mengamalkan isi dari Al-Qur’an itu sendiri.


Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab siksa kubur. Oleh sebab itu, apabila kita membaca dan mentadaburi isi dari Al-Qur’an, sebaiknya kita juga mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur’an.


Setidaknya mulailah dari diri kita sendiri, dan jika sudah mampu mengamalkan dengan baik, amalkan uga kepada sesama muslim lainnya. Karena dengan mengamalkan isi dari Al-Qur’an Insya Allah kita juga membantu sesama muslim agar selamat dari siksa kubur.*

Minggu, 23 Januari 2022

Apa saja yg menjadi kewajiban seorang suami ?

 

1. Menafkahi


Nafkah adalah hak wajib seorang istri dari suaminya. Ketika menikah, maka seorang laki-laki secara otomatis bertanggung jawab atas kelangsungan hidup istrinya. Karenanya, suami wajib memberikan nafkah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, termasuk juga biaya anak-anak.


2. Menggauli Istri dengan Baik


Selain nafkah lahir, istri juga membutuhkan nafkah batin—yang diwujudkan dalam hubungan suami istri yang mesra dan penuh kasih sayang. Seorang suami wajib menggauli istrinya sebaik mungkin.


Kriteria hubungan intim yang baik menurut Islam adalah tidak ada unsur kekerasan, dilakukan dengan penuh kasih sayang, dan tidak ada unsur keterpaksaan. Ada kalanya istri menolak berhubungan badan karena capek, hendaknya suami memahami hal ini.


3. Menjaga Aib Istri


Jangan sekali-kali menceritakan kehidupan pribadi istri atau rumah tangga Anda kepada orang lain, terutama yang sifatnya cukup privat. Sebagai suami, sudah sepatutnya Anda juga menjaga marwah istri dengan tidak menceritakan kejelekan atau keburukannya di hadapan orang lain. Selain tidak etis, hal ini juga akan sangat menyakiti perasaan istri Anda sebagai pasangannya. Bagaimanapun, aib istri adalah aib suami juga.


Dari Abdurrahman bin Sa’id, ia berkata; “Aku mendengar abu Sa’id al-Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Allah Swt pada hari kiamat adalah suami yang menunaikan hajatnya kepada istrinya dan istri yang menunaikan hajat kepada suaminya, kemudian suami tesebut menceritakan rahasia istrinya.” [HR. Muslim]


4. Membimbing Istri


Suami adalah imam (pemimpin) bagi istri dan keluarga. Maka sudah sepatutnya Anda memberikan contoh yang baik dan membimbing keluarga ke jalan yang benar dan sesuai dengan tuntutan syairat. Selain mencukupi kebutuhan pendidikan keluarganya, suami/ayah juga wajib membimbing keluarga dengan ilmu agama.


5. Memperlakukan Istri dengan Baik


Menikahi seorang perempuan artinya Anda siap mengambil alih tanggung jawab dari orang tuanya. Oleh karena itu suami diwajibkan untuk selalu memperlakukan istri sebaik mungkin, menjaganya dengan penuh kasih sayang, serta mencukupi kebutuhannya.


Sedikit catatan, jangan melimpahkan segala urusan rumah tangga kepada istri, misalnya mencuci, memasak, mengurus anak, dan sebagainya. Ringankan bebannya dengan bersama-sama melakukan tugas rumah tangga. Niscaya ia akan semakin bahagia dan mencintai Anda.


“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan jangan memukul wajahnya dan jangan pula meninggalkannya kecuali ia berada di dalam rumah (ketika isteri membangkang)“ [HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah]


6. Menghormati Orang Tuanya


Orang tua istri adalah orang tua Anda juga. Jadi belajarlah untuk menaruh rasa hormat dan berbakti kepada keduanya. Perlakukan mereka selayaknya orang tua Anda sendiri. Meskipun mungkin ada sifat dan perilaku mereka yang kurang Anda sukai, jangan sekali-kali berkata atau berperilaku kasar kepadanya.

Jumat, 21 Januari 2022

Ketahui 3 Tanda Jodohmu Sudah Ada di Al-Qur’an, Menarik untuk Disimak!

 


Ketahui 3 Tanda Jodohmu Sudah Ada di Al-Qur’an, Menarik untuk Disimak!


Lingkar Madiun- Rezeki, maut, dan jodoh merupakan rahasia yang sudah ditetapkan Allah SWT sebelum kita dilahirkan di dunia.


Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Meski dirahasiakan Allah SWT memberi tanda-tanda sebagai petunjuk jodoh seseorang.


Hal tersebut sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Lantas, bagaimana membaca tanda-tanda jodoh menurut Al-Qur’an?


Berikut tanda-tanda jodoh menurut Al-Qur’an, diantaranya:


1. Memiliki sifat yang sama


Memiliki kecenderungan yang sama membuat dua insan memiliki sifat dan selera yang hampir sama. Misalnya memiliki selera makan yang sama, bacaan yang sama, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat kebanyakan pasangan sampai dijenjang pernikahan.


Ternyata memiliki sifat yang sama adalah tanda jodoh, hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:


Halaman:


Sumber: YouTube Islam Populer


“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah. Maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nur:28)


Memiliki sifat yang sama juga bukan hanya selera makan, atau hobi saja. Namun juga tingkat keimanan. Ketika seseorang bertemu dengan orang yang memiliki tingkat keimanan yang sama, bisa jadi itulah jodoh yang ditakdirkan Allah SWT.


2. Jodoh adalah cerminan diri


Jodoh juga termasuk salah satu hal yang telah dituliskan di lauhul mahfudz. Karena jodoh telah ditetapkan oleh Allah SWT, maka kita seharusnya percaya bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik.


Di dalam Islam jodoh adalah cerminan diri kita, hal tersebut sebagaimana Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an:


“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS.An-Nur: 26).


Maksud jodoh adalah cerminan diri bukan hanya dari sifat dan keimanan, selayaknya cermin seorang pasangan juga akan menjadi seseorang yang mengingatkan agar kita tetap berada di jalan yang di ridhoi Allah SWT.


Jodoh merupakan cerminan diri kita, juga sebagaimana hakikat penciptaan manusia, maka dari itu pernikahan menjadi sarana untuk memperkuat iman dan memperbanyak beribadah.


3. Jodoh membuat seseorang menjadi tentram


Ketentraman dari seorang jodoh diperlukan, agar ibadah tetap terasa menyenangkan, karena dalam Islam, menikah bukan hanya menghalalkan cinta dari dua insan, melainkan sebagai jalan agar keduanya meraih ridho dan cinta Allah SWT. Maka dari itulah pernikahan dan kehidupan berumah tangga membutuhkan ketentraman.


Allah SWT berfirman:


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS.Ar-Ruum:21).


Dalam pernikahan, ketentraman membuat pasangan suami istri mengharap pahala dan keturunan yang sholeh dan sholehah.


Allah SWT berfirman:


“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqon:74)


Jika kamu merasa ada orang yang membuat tentram, bisa jadi dialah sosok yang diciptakan Allah SWT sebagai pendamping hidup kamu. Itulah petunjuk tanda-tanda jodoh yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an.


Walaupun jodoh telah ditentukan, namun dalam perjalanan untuk bertemu dengannya, diperlukan adanya ikhtiar. Salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah memilih calon pasangan sesuai dengan Rasulullah SAW.


“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi" (HR.Bukhari dan Muslim) Wallahu a’lam bishawab.***

Kamis, 20 Januari 2022

Apa yang Dilakukan Makmum saat Imam Baca Surat Pendek?

 Apa yang Dilakukan Makmum saat Imam Baca Surat Pendek?


Sudah lumrah kita ketahui bahwa ada beberapa bacaan yang biasa dibaca saat kita melaksanakan shalat. Saat berdiri misalnya, kita diwajibkan membaca Al-Fatihah dan disunahkan membaca surat pendek setelahnya.


Namun saat berjamaah, apalagi saat menjadi makmum, ketika imamnya membaca surat-surat tersebut dengan keras (keras), masihkah kita disunahkan membaca surat tersebut? Dalam bahasa sederhana, apa yang dibaca makmum ketika imam membaca surat pendek?


Surat pendek dalam hal ini hanya sebagai contoh saja. Karena bisa jadi imam membaca surat yang lebih panjang, tergantung surat apa yang dibaca oleh imam setelah membaca surat Al-Fatihah.


Menjawab hal ini, kita perlu merujuk sebuah hadits riwayat Imam An-Nasa’i berikut ini.


عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى صَلاَةَ الظُّهْرِ أَوِ الْعَصْرِ ، وَرَجُلٌ يَقْرَأُ خَلْفَهُ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : أَيُّكُمْ قَرَأَ بِـ{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} ؟ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ : أَنَا وَلَمْ أُرِدْ بِهَا إِلاَّ الْخَيْرَ . فَقَالَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم : قَدْ عَرَفْتُ أَنَّ بَعْضَكُمْ قَدْ خَالَجَنِيهَا.


Artinya, “Dari Imran bin Hushoin, bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat zhuhur, atau ashar, kemudian seorang laki-laki di belakang Rasul, membaca sesuatu. Ketika sudah selesai shalat, Rasul bertanya, ‘Siapa di antara kalian yang tadi membaca Sabbihisma rabbikal a’la?’ Kemudian seorang laki-laki menjawab, ‘Saya wahai Rasul, saya hanya ingin melakukan kebaikan.’ Rasul pun kemudian berkata, ‘Aku telah mengetahui bahwa sebagian dari kalian menyelisihi bacaanku,’” (Lihat Abu Abdurrahman An-Nasai, Al-Mujtaba minas Sunan, Sunan An-Nasai, (Aleppo: Maktabah Islamiyah, 1986), juz II, halaman 138).


Hadits di atas digolongkan oleh An-Nasai dalam bab “Tarkul qira’ah khalfal imam fi ma lam yajhar bihi” (tidak membaca surat di belakang imam yang membaca dengan tidak keras). Dalam bab lain, dijelaskan juga bahwa Rasul memerintahkan agar tidak membaca surat saat imam sedang membacanya dengan keras.


عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ : صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَعْضَ الصَّلَوَاتِ الَّتِي يُجْهَرُ فِيهَا بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ : لاَ يَقْرَأَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ إِذَا جَهَرْتُ بِالْقِرَاءَةِ إِلاَّ بِأُمِّ الْقُرْآنِ.


Artinya, “Dari Ubadah bin As-Shamit berkata bahwa Rasulullah pernah shalat yang bacaanya dibaca dengan keras. Kemudian Rasul bersabda, ‘Janganlah kalian membaca bacaan ketika aku sedang membaca bacaan dengan keras, kecuali Surat Al-Fatihah,’” (Lihat Abu Abdurrahman An-Nasai, Al-Mujtaba minas Sunan, Sunan An-Nasai, juz II, halaman 139).


Dari dua hadits ini secara zhahir sudah jelas bahwa baik imam membaca keras atau pelan, makmum tak perlu membaca surat, kecuali Surat Al-Fatihah karena Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat.


Namun, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan dalam Kitab Nihayatuz Zain Syarh Qurratul Ain, bahwa makmum tak perlu membaca surat pada saat imam membaca dengan keras (jahr), berbeda dengan shalat yang sirr (pelan), makmum tetap harus membaca surat karena ia tidak mendengar bacaan suratnya imam.


ولا سورة للمأموم في الجهرية بل يستمع قراءة إمامه فإن لم يسمعها لصمم أو بعد أو غيره قرأ سورة فأكثر إلى أن يركع الإمام إذ سكوته لا معنى له .  وأما السرية فيقرأ فيها السورة لعدم سماعه قراءة إمامه ما لم يكن مسبوقا وإلا سقطت عنه السورة تبعا لسقوط الفاتحة أو بعضها


Artinya, “Tidak perlu membaca surat bagi makmum pada shalat yang jahr, tetapi cukup mendengarkan bacaan imamnya. Jika tidak mendengar karena ia tuli atau jaraknya jauh atau alasan lain, maka makmum tersebut tetap membaca satu surat atau lebih sampai imam melakukan rukuk. Karena diamnya makmum tersebut tidak berarti apa-apa. Sedangkan pada shalat yang pelan (sirriyah), maka makmum tetap membaca surat, karena ia tidak mendengar bacaan imam, selama ia bukan makmum masbuq. Jika ia makmum masbuq, maka gugurlah bacaan suratnya sebagaimana gugurnya al-Fatihah atau sebagiannya,” Lihat Muhammad bin Umar Nawawi Al-Jawi, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin, [Beirut: Darul Fikr, tanpa tahun], halaman 64).


Lalu, apa yang dilakukan makmum saat imam membaca surat dengan keras? Makmum tersebut cukup mendengarkan bacaan suratnya imam. Hal ini senada dengan pendapat Syekh Nawawi di atas, sekaligus searah dengan hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh An-Nasai.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ


Artinya, “Dari Abu Hurairah  berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesunggunya orang yang dijadikan imam itu untuk diikuti. Maka ketika ia membaca takbir, bertakbirlah kalian semua, dan jika ia membaca bacaan, diamlah dan dengarkan. Dan jika ia mengucapkan samiallahu liman hamidah, maka ucapkanlah allahumma rabbana lakal hamd,’”  (Lihat Abu Abdurrahman An-Nasai, Al-Mujtaba minas Sunan, Sunan An-Nasai, juz II, halaman 141). Wallahu a‘lam.

Benarkah Orang yang Sudah Meninggal Menunggu Diziarahi? Ini Penjelasannya

 Benarkah Orang yang Sudah Meninggal Menunggu Diziarahi? 

Ini Penjelasannya


 - Ziarah kubur menjadi salah satu kebaikan untuk ahli kubur. Apalagi saat kita berziarah, kita mendoakannya.


Namun sering kali kita bertanya-tanya apakah ahli kubur tahu siapa saja yang menziarahi kuburnya? jika ahli kubur mengetahui siapa saja yang menziarahi kuburnya, bolehkah si keluarga atau si peziarah menyampaikan sesuatu atau meminta doa kepada mereka?


Untuk menjawab beberapa pertanyaan ini, tentunya dibutuhkan dalil dan pandangan para ulama, terutama para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.


Dilansirkan nu.or.id dalam artikel yang ditulis Ustadz M Tatam, Pengasuh Majelis Taklim Syubbanul Muttaqin, Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat, pertanyaan tentang tahu dan tidaknya ahli kubur terhadap orang-orang yang menziarahinya sungguhnya telah terjawab oleh riwayat Al-Baihaqi dalam Kitab Syu‘abul Iman dari Muhammad bin Wasi‘.


Ia menyebutkan: بَلغنِي أَن الْمَوْتَى يعلمُونَ بزوارهم يَوْم الْجُمُعَة وَيَوْما قبله وَيَوْما بعده


Artinya, “Telah sampai kepadaku bahwa orang-orang yang telah meninggal mengetahui orang yang menziarahinya pada hari Jumat, serta satu hari sebelum dan setelahnya.”


Hal ini ditegaskan oleh As-Suyuthi sebagaimana riwayat Al-‘Uqaili dari Abu Hurairah.


Pertanyaan ini juga dipertanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam oleh seorang sahabat bernama Abu Razin.


Tanya Abu Razin, “Wahai Rasul, jika aku mau berjalan lewat kuburan orang-orang meninggal, adakah ucapan yang dapat aku sampaikan ketika melewati mereka?”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ucapkanlah olehmu:


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُؤْمِنِيْنَ، أَنْتُمْ لَنَا سَلَفٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ


Artinya, ‘Salam keselamatan teruntuk kalian, wahai ahli kubur dari orang-orang muslim dan mukmin. Kalian adalah pendahulu bagi kami. Dan kami adalah pengikut kalian. Sesungguhnya kami insya Allah akan men

Selasa, 18 Januari 2022

*CUKUP DIBACA SEKALI SEUMUR HIDUP*



*MARI KITA BACA SEKARANG JUGA* 


Di riwayat kan dari Rasululloh saw, bahwasanya Alloh swt berfirman: 

*Wahai (Kekasihku) Muhammad,tidak ada seorang pun dari Ummat Mu yang membaca do'a ini walaupun sekali dalam umur nya kecuali dengan kemulyaan dan keagungan Ku


Aku akan menjamin untuk nya tujuh perkara


Aku akan angkat kefakiran dari nya.

Aku akan amankan dia dari pertanyaan Mungkar dan Nakir.

Aku akan tuntun jalan nya di Shirat.

Aku akan menjaga nya dari kematian mendadak.

Aku akan haramkan neraka atasnya.

Aku akan menjaga nya dari himpitan kubur.

Aku akan melindungi nya dari kemurkaan raja yang jahat dan dzalim.


لَا اِلـهَ اَلٌَااللٌَهُ اَلْجَلِیْلُ الْجَبٌَارُ

*Laa ilaaha illalloohul jaliilul jabbaar,*

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهٌَار

*Laa ilaaha illalloohul waahidul qohhaar,*

ُلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَرِیْمُ السٌَتٌَار

*Laa ilaaha illalloohul kariimus sat taar,* 

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَبِیّرُ الْمُتَعَال

*Laa ilaaha illalloohul kabiirul mutta 'aal* 

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ

*Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan robban wa syaahidan ahadan wa shomadan wa nahnu lahu muslimuun,*

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریْکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُوْن

*Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan robban wa syaahidan ahadan wa shomadan wa nahnu lahu 'aabiduun,*

َلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ قَانِتُوْن

*Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan robban wa syaahidan ahadan wa shomadan wa nahnu lahu koonituun,*

َلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ صَابِرُوْنَ

*Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan robban wa syaahidan ahadan wa shomadan wa nahnu lahu shoobiruun,*

لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّه

*Laa ilaaha illalloohu muhammadan rosuululloh,*

اللَّهُمَّ اِلَیْکَ فَوٌَضْتُ اَمْری،

، وَعَلَیْکَ تَوَكَّلْتُ يَا اَرْحَمَ الرٌَاحِمٍیْنَ. 

*Allohumma ilaika fawadh'tu amrii,wa 'alaika tawak kaltu yaa arhamar roohimiin,*

اللَّهُمَّ صَلٌِ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما صَلٌَیْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ

*Allohumma sholli 'alaa Muhammad wa ali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa ali ib'roohiim innaka hamiidum majiid,*

وَبَارِکْ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما بَارَکْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم فِي الْعالَمينَ اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ. 

*Wa baarik 'alaa muhammad wa ali muhammad kamaa barokta 'alaa ibroohiim wa ali ibroohiim fil 'aalamina innaka hamiidum majiid.*


(Semoga berguna bagi kita)

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh yang Benar, Dapat Menutup Kekurangan Shalat Wajib

 Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh yang Benar, Dapat Menutup Kekurangan Shalat Wajib


 - Umat muslim dianjurkan melaksanakan amalan sunnah Qobliyah Subuh.


Sholat qobliyah subuh ini memiliki keistimewaan tersendiri, karena Rasulullah SAW juga selalu menjaga amalan sunnah yang satu ini.


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim).


Pembina NS Islamic Entertainment Lampung, ustaz Marbi Nurwahyudi mengatakan, pengerjaan salat sunah qabliyah Subuh dilaksanakan sebelum salat Subuh.


Dilansir dari Tribunnews, sholat qobliyah subuh dikerjakan tepat setelah azan dan sebelum ikamah salat Subuh.


Berikut Niat Qobliyah Subuh dan Keutamaannya:


1. Niat


أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.


Artinya: Aku niat shalat sunah sebelum Subuh dua raka’t karena Allah Taala


2. Membaca surat al-fatihah dan surat-surat pendek al-Quran


Pada rakaat pertama membaca surat al-fatihah dan kemudian kemudian membaca surat Al-Kafirun. Dan pada rakaat yang kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat al-Ikhlas.


3. Dzikir shalat sunnah qobliyah subuh


Setelah dua rakaat kemudian salam kemudian membaca dzikir shalat sunnah qabliyah subuh.


Berdasarkan dalil hadits riwayat Ibnu Sinni dan Al-Hakim, dzikir yang dibaca setelah selesai mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh adalah sebagai berikut:


اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْمَائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ


Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar (dibaca 33 x)


Artinya: Ya Allah, wahai Tuhan dari Jibril, Israfil, Mikail, dan Nabi Muhammad. Aku berlindung diri dengan Engkau dari Neraka. (HR. Ibnu Sinni dan Al-Hakim).


1. Mengikuti Teladan Rasulullah


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh kepada kita agar senantiasa menjaga rutinitas dalam melaksanakan sholat qobliyah subuh.


Sebagai usaha kita dalam mengikuti teladan dari diri seorang Rasulullah.


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim).


2, Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya


Keutamaan sholat qobliyah subuh yang kedua adalah kebaikannya yang lebih baik dari dunia dan seisinya.


Keutamaan sholat qobliyah subuh yang satu ini mungkin sudah banyak diketahui oleh kaum Muslimin.


Keutamaan sholat qobliyah subuh ini juga tertuang dalam hadits dari ‘Aisyah, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,


“Dua raka’at fajar (sholat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).


Jika kita sudah tahu keutamaan ini, maka seharusnya kita sadar bahwa keutamaan sholat qobliyah subuh saja sudah begitu besarnya, bagaimana dengan keutamaan shalat subuh itu sendiri.


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang keutamaan luar biasa dari sholat subuh,


“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada sholat Isya’ dan sholat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).


3. Balasan Rumah di Surga


Yang ketiga adalah mendapat balasan berupa rumah di surga.


Keutamaan ini dijelaskan dalam hadits yang disampaikan dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata,


“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” (HR. Muslim).


4. Menutup Kekurangan Sholat Wajib


Keutamaan sholat qobliyah subuh yang terakhir adalah untuk menutup kekurangan kita saat menjalankan sholat wajib.


Sebagai manusia, kita selalu memiliki kekurangan.


Begitu juga ketika melaksanakan ibadah sholat wajib.


Tak jarang sholat yang kita lakukan terdapat kekurangan di bagian-bagian tertentu.


Untuk menutup kekurangan tersebut, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “


Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.


Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?


Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud).

Senin, 17 Januari 2022

Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!

 Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!


Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang zina .

 Larangan tersebut salah satunya diumumkan dalam ayat berikut: “Dan janganlah kamu mendekati zina” 

(QS al-Isra: 32). 

Di balik larangan Allah tersebut, sudah pasti tersimpan hikmah yang sangat besar sekaligus kemaslahatan bagi umat manusia itu sendiri. Ini artinya tidak ada yang sia-sia dalam setiap ketetapan-Nya.


Sungguh janganlah sekali-sekali meremehkan zina ini, karena dosanya begitu dahsyat dan mengerikan . Ancaman hukumannya pun tidak ringan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebab Allah pun, sudah berkali-kali mengazab mereka yang membiarkan dan perilaku hina dan keji ini.


Allah Ta'ala berfirman :


“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dari hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman itu disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman," (QS al-Nûr : 2).


Melalui hadisnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyatakan, “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya,” (Ibnu Abi al-Dunya).


Untuk itulah, Allah melarang zina. Allah memerintahkan hambaNya agar selalu menjaga pandangan agar terhindar dari dosa zina ini. Seperti disebutkan dalam firmanNya:


قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا


"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya (QS.An-Nur:30-31)


Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.


Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,


”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657).


Zina adalah Hutang


Suatu saat, Imam Asy Syafi’i rahimahullah ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya? Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya merona delima.


“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”


Dalam kitab 'Imanul Taqwa', Imam Syafi’i juga berkata, bahwa zina adalah hutang. Tidak akan terbayar oleh seorang pria yang berzina bila istrinya, ibunya dan saudara perempuannya belum dizinahi lelaki lain walau dari lubang pintu (dalam rumahnya) sekali pun. (Kitab Imannul Taqwa hal 15).


Betapa mengerikannya! Dosa seorang yang berzina bukan hanya akan dibalas di akhirat kelak, namun telah diperlihatkan oleh Allah sebagian azab tersebut di dunia. Tak heran mengapa Allah sangat benci seseorang yang melakukan zina, karena perbuatan ini mencerminkan hilangnya akhlak terpuji, lemahnya agama, dan ketakwaan, dan sungguh akan mematikan cahaya di hati.


Tidakkah Anda berandai, mengapa Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama?” Sebab, zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat kita iba. Setan selalu datang menggoda untuk membuat kita lebih mengasihi mausia daripada mencintai-Nya.


Sungguh Allah sangat tidak rela bila hamba-hamba-Nya ternodai oleh zina. Karena itu, sebagai muslim dan umat akhir zaman, kita harus bertaubat sebanyak mungkin. Jangan pernah berputus asa atas rahmat dan ampunan-Nya, sebelum datang masa dimana doa dan permohonan itu tidak lagi didengar-Nya.


Wallahu A'lam.

Begini Cara Hafal Al-Quran, Bisa Hafal 1 Halaman hanya Butuh Waktu 30 Menit

 Begini Cara Hafal Al-Quran, Bisa Hafal 1 Halaman hanya Butuh Waktu 30 Menit


MANTRA SUKABUMI - Dalam membaca Al-Quran mungkin kadang ada yang merasa kewalahan atau tidak bisa menjaga konsistensi. Hal ini bisa jadi kurang paham tentang pembagian dalam Al Quran. Mungkin kita membaca Al-Quran dengan jumlah yang tidak sama dari satu hari ke hari selanjutnya karena kita menggunakan penandaan atau pembagian yang kurang tepat.


Al Qur'an dibagi dalam 114 surat, 30 Juz, mungkin itu adalah pembagian yang paling umum diketahui oleh Muslim semuanya. Kalau kita mengikuti jumlah surat sebanyak 1 14 surat dan mengaji mengikuti surat, maka akan sulit menjaga konsistensinya karena satu surat panjangnya tidak sama.


Ada yang panjang seperti surat Al-Baqarah sebanyak 2,5 Juz atau 286 ayat dan ada yang pendek seperti surat Al-Kautsar hanya 3 ayat saja. Namun sebenarnya ada lagi pembagiannya yang lebih kecil lagi, yang jika kita menggunakannya sebagai penanda akan meringankan kita dalam menjaga konsistensi mengaji kita.


Sebagaimana dikutip mantrasukabumi.com dari berbagai sumber terpercaya, pada Senin 9 November 2020. Berikut cara menghafal Al-Qur’an 1 halaman hanya selama 30 menit sebagai berikut:


1. Tentu setiap manusia berbeda-beda dalam tingkatan dalam menghafal, ada yang cepat dan ada yang lambat saya pernah masuk dalam kategori lambat dalam menghafal, maka perbanyak berdoa agar dimudahkan untuk menghafal, maka perbanyaklah doa.


2. Sebelum menghafal carilah tempat yang tenang, jauhkan hal-hal yang dapat mengganggu kosentrasi (gadget, laptop, istri/suami, anak).


3. Misalnya didalam 1 halaman terdapat 5 ayat dalam Al-Qur'an maka yang anda harus lakukan ialah jika anda ingin menghafal ayat pertama maka fokuskan mata anda, telinga anda dan suara anda pada ayat pertama tersebut dan bacalah 10 kali tidak peduli apakah ketika anda baca 5 kali sudah hafal, pokoknya baca sampai 10 kali dengan melihatnya secara tajam ayat tersebut baca dengan suara yang keras sehingga semua pancaindra anda bekerja, bukankah semakin banyak yg bekerjasama semakin cepat terselesaikan.


4. Ketika anda telah membacanya 10 kali ayat yang pertama maka tutuplah mushaf anda, tutuplah mata anda dan coba ulangi lagi sebanyak 3 kali dan jangan sampai ada salah, jika ada salah maka kembali ulangilah dengan membaca 10 kali.


5. Ketika anda telah menghafal ayat pertama dengan benar-benar hafal maka lanjutkanlah menghafal ayat ke-2 dengan metode tadi.


6. Ketika anda telah menghafal ayat ke-2 dengan metode yang ana jelaskan, maka tutuplah mushaf anda dan bacalah ayat pertama dan ke-2 tanpa melihat mushaf begitu seterusnya sampai 5 ayat mungkin bagi anda yang baru menghafal membutuhkan waktu 1 jam, akan tetapi dengan berlalunya waktu anda dengan izin Allah anda bisa menghafal dalam waktu setengah jam.**

Jumat, 14 Januari 2022

Luar Biasa, Hampir 200an Coment Manfaat Dari Sayur Pare,Tolong Sebar Luaskan Teman Semua, Sayang Sekali Bila Teman Atau Saudara Anda Belum Mengetahuinya.

 


Pare berwajah "KANKER"

*Luar Biasa, Hampir 200an Comment Manfaat Dari Sayur Pare,Tolong Sebar Luaskan Teman Semua, Sayang Sekali Bila Teman Atau Saudara Anda Belum Mengetahuinya*.

https://www.iniok.com/2019/08/tolong-sebar-luaskan-rs-pusat-angkatan.html 

*Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker,* Perhatian Ada 190 Respons Dari Pembaca Sumber berita ini, 75 Menanggapi Secara Positif,Yang lainnya Mau Mencoba dll.


*Tolong sebar luaskan.*

Dari banyak testomoni atau pengalaman pembaca menegaskan bila setiap orang yg mendapatkan info ini  kemudian membagikan ke 10 orang lainnya,di pastikan sedikitnya ada satu nyawa yg akan terselamatkan..saya sudah melakukan , Mohon anda juga membantu melakukan bagian anda.Tks!


Pare dapat membunuh sel kanker!

Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas,tuang air panas, air akan menjadi alkalin(basa),minum setiap hari,terhadap siapapun akan bermanfaat.


Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.


Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor.sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.


Menggunakan pare dalam mengobati kanker,hanya akan mematikan sel sel jahat tumor,dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.


Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare,dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi,melancarkan peredaran darah,mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam(deep vein thrombosis).


NB. Kami menunggu testimoni Anda yang sudah mencoba, semoga semakin banyak Rakyat Indonesia bertambah SEHAT. Karena dengan testimoni ini berarti masyarakat semakin yakin manfaatnya. Patut kita syukuri ternyata Tumbuhan (sayur) Obat banyak terdapat di Indonesia ini.Bangga kita jadi anak Indonesia, penuh dengan obat-obatan dari tetumbuhan.

Enam Cara Bahagiakan Istri Seperti Rasulullah SAW

 


Enam Cara Bahagiakan Istri Seperti Rasulullah SAW


Arah - Sebagai imam dalam rumah tangga, seorang suami bukan hanya memimpin dengan gaya kepemimpinan otoriter. Tetapi, ia juga harus bersikap baik. Terutama membahagiakan istri, menjadi salah satu hal yang perlu suami lakukan.


Rasulullah pun selalu membahagiakan istri-istrinya. Dan sebagai seorang muslim, tak ada salahnya jika Anda mengikuti jejak Rasul. Lantas, seperti apakah cara Rasul membahagiakan istri?


Rasulullah Membantu Pekerjaan Istrinya


Pekerjaan seorang istri adalah mengurusi pekerjaan rumah tangga. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Rasulullah untuk tetap membantu istrinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sebagai sepasang suami istri hendaknya kita saling membantu satu sama lain. Pekerjaan seorang istri tidaklah mudah. Oleh karena itu, bantuan dari suami akan meringankan pekerjaan istrinya sehingga tidak mengalami kelelahan.


Rasulullah Sering Berbincang-bincang dengan Istrinya pada Malam Hari


Pasangan suami istri hendaknya saling berbagi atas apa yang mereka rasakan dan mereka lakukan dalam hari itu. Dengan bercerita maka komunikasi akan terjalin dengan baik dan merasakan kenyamanan tinggal di rumah. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa suami yang baik adalah suami yang meluangkan sedikit waktunya untuk berbincang-bincang dengan istrinya. Keharmonisan keluarga akan terjalin dengan sempurna antarkeluarga.


Rasulullah Tidak Pernah Benci pada Istrinya


Sebagai manusia, seorang istri pasti juga memiliki kekurangan dalam dirinya. Karena tak ada manusia yang sempurna. Ketika seorang istri memiliki sifat yang tidak disukai oleh suaminya, maka sang suami tidak berhak untuk membenci sang istri. Karena selain memiliki kekurangan, pastilah dia memiliki kelebihan yang bisa kita lihat. Ketika seorang istri melakukan kesalahan, janganlan suami langsung membentaknya. Karena bisa saja sang istri berperilaku tersebut karena ada penyebab tertentu. Ingat-ingatlah kebaikan yang pernah dilakukan sang istri untuk menurunkan emosi sejenak pada suami.


Rasulullah Mengungkapkan Cintanya dengan Kata-kata


Apabila seorang suami tidak mengungkapkan perasaannya, maka seorang istri akan menebak-nebak perasaan suami. Hal ini sangatlah tidak menyenangkan bagi perempuan. Hampir setiap perempuan akan merasa senang jika pasangannya mengungkapkan rasa cinta dengan sebuah ucapan yang jujur. Menampakkan rasa cinta satu sama lain dapat mendekatkan hubungan pasangan suami istri dalam pernikahan dan menjadi tips cara membahagiakan istri. Dalam sebuah hadis pun juga dijelaskan bahwa laki-laki dianjurkan untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang istri.


Rasulullah Selalu Menghibur Istrinya yang Sedih


Kehidupan tidaklah selalu bahagia. Pasti kita akan mengalami pasang surut emosi dan kondisi. Hal ini membuat kehidupan kita terkadang menjadi sedih. Sehingga kita tidak bisa selamanya bersenang-senang dengan istri. Pada kondisi tertentu, pastilah sang istri memiliki masalah yang membuatnya sedih. Oleh karena itu, suami berkewajiban menghibur istrinya. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah, ketika salah satu istri Rasulullah menangis, beliau datang dan langsung menghapus air matanya.


Rasulullah Tidak Memukul Istrinya


Sebagai seorang suami yang mengerti agama, cara membahagiakan istri tercinta hendaknya ia akan berperilaku lemah lembut pada istrinya. Ia tidak akan mudah untuk menyiksa, menampar atau memukul istrinya. Karena pada dasarnya, Islam sangat memuliakan seorang perempuan. Namun pada kondisi tertentu seorang suami diperkenankan memukul istri, jika ia membangkang. Tapi memukulnya pun tidak diperkenankan pada mukanya. Rasulullah justru berperilaku lemah lembut pada istrinya